• Pengamatan Air Sungai
Dalam pengamatan muka air pada sungai akan dipengaruhi oleh bentuk daerah tangkapan (catchment area) yang akan ditampung oleh aliran sungainya. Perbedaan jenis daerah pengaliran akan mempengaruhi karakteristik debit banjirnya. Pada daerah pengaliran berbentuk bulu burung di mana jalur daerah di sebelah kiri dan kanan sungai utama dengan anak-anak sungai mengalir ke sungai utama, mempunyai debit banjir yang kecil karena waktu tiba banjir dari anak-anak sungai itu berbeda-beda, tetapi banjir yang terjadi relatif lama akibat panjangnya sumber aliran. Pada daerah pengaliran radial yang berbentuk seperti kipas atau lingkaran dengan anak-anak sungai yang mengkonsentrasikan ke suatu titik secara radial akan menghasilkan debit banjir yang besar pada bagian hilir, karena semua sungai kecil akan mengalirkan air ke sungai utamanya secara bersamaan.
• Lokasi Pengamatan dan Alat Ukur
Penentuan lokasi pengamatan harus memperhatikan kondisi sungai yang akan diamati terutama tentang aliran yang terjadi pada lokasi tersebut diusahakan beraliran mendekati laminer. Untuk memenuhi syarat ini perlu mencari tempat aliran yang lurus sejauh kira-kira empat kali lebar sungai rata-rata pada saat banjir dengan aliran yang tidak melimpah. Hal ini akan mudah diketahui pada saat banjir berlangsung agar tidak ragu bahwa tempat tersebut aliran airnya tidak melimpah. Usahakan lokasi tersebut mempunyai penyebaran aliran berpenampang baik dan bisa diamati pada saat air kecil, sedang, maupun pada saat terjadi banjir, demikian juga agar muka air rendah sampai muka air banjir tersedia. Pertimbangan tentang kondisi geometri rencana lokasi pos duga air juga perlu dipertimbangkan, sedapat mungkin dekat dengan tempat tinggal penduduk agar dapat mengamati pada setiap saat.
Hal yang perlu disiapkan dalam pemilihan lokasi penempatan alat duga muka air adalah:
a. Pelajari jaringan pos hidrologi untuk mendapatkan gambaran pos duga air yang telah terpasang dan yang direncanakan.
b. Interpretasi pada peta topografi atau foto udara untuk menentukan rencana pos duga air secara tentatif.
c. Tentukan arah perjalanan agar dapat memperkirakan jenis peralatan, jenis sarana penunjang, jumlah tim, dan rencana anggaran biaya.
d. Dapatkan masukan yang berkaitan dengan rencana penempatan pos duga air di lapangan, yang dapat memenuhi persyaratan.
e. Buat geometri sungai dari muka air terendah sampai dua meter diatas muka air tertinggi, kemudian tentukan jenis pos duga air yang sesuai dengan data yang diinginkan.
f. Tentukan tipe bangunan dan ukuran bangunan pos duga air yang sesuai dengan ketentuan dan kondisi setempat.
Lakukan pekerjaan lainnya yang meliputi:
a) Sketsa situasi lapangan dari bagian hulu rencana pos duga air sampai bagian hilir penampang kendali alam atau penampang kendali buatan.
b) Ambil foto ke arah tebing kiri, tebing kanan, hilir dan hulu, yang mencakup rencana penempatan pos duga air dan penampang kendali alam serta beri tanda pada lokasi rencana penempatannya.
c) Mencari informasi untuk mendapatkan bahan bangunan antara lain: semen, batu, pasir, kayu, serta tenaga kerja dan calon pengamatnya.
Jenis-jenis alat ukur permukaan sungai yaitu:
1. Jenis pembacaan langsung
Pembacaan langsung diadakan pada alat ukur biasa (staff gauge) yang diikatkan pada tiang-tiang yang dipancangkan di tepi sungai. Alat ukur biasa ini biasanya dibuat dari kayu atau pelat baja yang dienamel dengan pembagian ukuran 1 sampai 2 cm. Pembacaan seluruh keadaan permukaan air dari permukaan yang terendah sampai yang tertinggi biasanya tidak dapat dilakukan dengan sebuah alat ukur. Pada keadaan permukaan air yang tinggi, pembacaan telah sulit diadakan pada alat yang sudah berada hampir ditengah-tengah sungai. Jadi, alat ukur biasa ini dipasang kira-kira setiap 2 m tinggi pada beberapa buah titik dalam penampang melintang yang sama. Pembacaan alat ukur ini biasanya dilakukan dua kali sehari (jam 6.00 dan jam 18.00). Pada waktu banjir pembacaan diadakan setiap waktu jika diperlukan. Dalam keadaan permukaan air yang bergelombang pembacaan-pembacaan harus dirata-ratakan.
2. Jenis pelampung
Jenis pembacaan langsung memerlukan orang untuk membaca permukaan air. Jadi perubahan permukaan air yang kontinyu tidak dapat dicatat. Untuk memperoleh data yang kontinyu, maka harus dipasang alat ukur yang otomatis. Salah satu jenis ini adalah alat ukur jenis pelampung. Pelampung dipasang di permukaan air. Naik turunnya pelampung ini (permukaan air) dicatat pada kertas pencatat oleh pena pencatat yang merubah gerak turun naik itu ke gerak putaran sudut. Kertas pencatat itu diputar dengan kecepatan yang tetap oleh jam sehingga pembacaan permukaan air dapat diadakan setiap waktu.
3. Jenis tekanan air (water pressure type)
Permukaan air dan tekanan air mempunyai hubungan linier (jika gaya gelombang ditiadakan), maka perubahan permukaan air itu dapat diukur dengan alat pengukur tekanan yang diletakkan di dasar sungai. Alat pengukur itu tidak menghalangi aliran sungai dan dapat meneruskan tekanan air itu melalui pipa tekan. Alat ini dapat ditempatkan pada bagian yang terdalam dari sungai, jadi alat ini dapat digunakan pada sungai-sungai kecil di pegunungan yang pada musim kemarau airnya kecil. Alat ini tidak menggunakan sumur pengamatan sehingga jumlah pembiayaan adalah kurang, tetapi mempunyai lebih banyak kesulitan.