Teknologi lapisan ferosemen merupakan metode penguatan bangunan rumah dengan dasar pasangan kawat (wiremesh) sebagai lapisan pada dinding pasangan bata. Dinding dilapisi balutan kawat anyam dan plesteran pada bagian luar dan dalam (sandwich) untuk menambah kekuatan struktur serta mengurangi atau menghilangkan penggunaan tulangan baja. Metode tersebut dapat mendukung kekuatan bangunan terhadap gempa. Adapun kelebihan teknologi ferosemen antara lain teknologi mudah diterapkan, material mudah ditemukan, harga lebih terjangkau, mudah diadaptasi, menghasilkan struktur bangunan yang lebih kuat, lentur, ekonomis, tahan lama dan tidak dibutuhkan tulangan.
Syarat penerapan teknologi ferosemen yaitu:
- Teknik perbaikan rumah tembok bata merah atau batako tanpa pembongkaran
- Rumah tidak memiliki struktur (seperti kolom dan balok) namun kondisi pondasi kokoh dan dinding tidak keropos
- Kondisi tanah keras
- Kawat anyam berbahan galvanis
- Kualitas mortar dengan perbandingan semen dan pasir minimal 1:4
- Pemasangan kawat anyam dan plester pada 2 sisi dinding (luar dan dalam) dengan ketebalan plester minimum 2 cm
- Bidang yang dilapisi kawat anyam semua komponen yang seharusnya terdapat komponen struktur

Teknologi ferosemen juga merupakan salah satu inovasi teknologi pembangunan atau perbaikan rumah bersama dengan RISHA, RUSPIN, RIKA, dan BRIKON yang tertuang dalam Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.3/SE/Dr/2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.
_Perkim_
Sumber:“Penggunaan Wiremesh serta Adaptasi Perubahan Iklim melalui Perumahan yang Ramah Lingkungan dan Terjangkau”, disampaikan pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program BPRS Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah