Pada hari Senin-Selasa, tanggal 12-13 Januari 2026, tim dari The World Bank melakukan kunjungan ke Yogyakarta dalam rangka meninjau kesiapan impelementasi National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). NUFReP merupakan program Pemerintah Indonesia yang didanai Bank Dunia untuk meningkatkan ketahanan banjir di perkotaan dengan pendekatan terpadu, mencakup penanganan fisik (normalisasi sungai, drainase, kolam retensi) dan non-fisik (analisis risiko banjir, tata kelola, sosial), serta melibatkan peningkatan kapasitas pemerintah daerah lokasi pelaksanaan program. Terdapat 2 paket pekerjaan di Yogyakarta yang terdiri dari:
1. Pengendali Banjir Kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) yang belokasi di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Purworejo.
2. Pembangunan Drainase Perkotaan Kota Yogyakarta yang berlokasi di Kota Yogyakarta.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak (SO). Adapun pelaksanaan pekerjaan di Kabupaten Kulon Progo ditargetkan dapat dimulai pada Bulan April / Bulai Mei Tahun 2026.
Agenda kegiatan berupa peninjauan lokasi rencana pelaksanaan program serta Technical Discussion di Kantor BBWS Serayu Opak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meninjau kesiapan baik secara teknis, sosial maupun lingkungan. Selain itu juga dilakukan pembahasan terkait kolaborasi dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Koordinasi Daerah serta kegiatan-kegiatan yang bersumber dari APBD yang dapat menunjang pelaksanaan program NUFReP.
Kepala BBWS Serayu Opak menyambut kehadiran tim The World Bank dan berharap semoga implementasi NUFReP bisa berjalan optimal dan bisa menjadi solusi bagi permasalahan banjir yang ada. (f-sda).