Air merupakan salah satu komponen vital bagi kehidupan termasuk bagii manusia. Pesatnya pembangunan dan pertumbuhan pendduduk berakibat kebutuhan akan sumberdaya air yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu terkait kelestarian sumber air yang ada baik dalam bentuk pelestarian sumber air eksisting dengan penanaman vegetasi penyimpan air maupun potensi sumber air baru yang dapat dimanfaatkan. Hal lain yang tak kalah penting adalah pemanfaatan sumber daya air yang terbatas tersebut dengan bijaksana sesuai asas efekrtif dan efisien sehingga berrdampak optimal baik sebagai sumber air baku, layanan irigasi/perkebunan/perikanan dan fungsi ikutan lainnya. Secara struktural, upaya konservasi sumber daya air diwujudkan dalam bangunan seperti embung, waduk dan bangunan penampung air lainnya.
Pembangunan embung sebagai salah satu upaya konservasi sumber daya air memegang peranan penting dimana ada beberapa lokasi yang belum terjamah oleh irigasi teknis. Kabupaten Kulon Progo sendiri memiliki beberapa embung yang dibangun oleh beberapa stakeholder, diantaranya Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi/Kabupaten, Dinas Pariwisata dan stakeholder lainnya. Adapun yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo khusunya Bidang Sumber Daya Air ada 5 embung yaitu embung Bogor, Batur dan Talunombo di Kapanewon Pengasih, Serta Embung Krapyak dan Dlingseng di Kapanewon Kalibawang.
Dari kelima embung tersebut ada 2 embung yang memiliki struktur tanah asli maupun dengan geomembran. Apabila dasar/landasan merupakan bahan yang cenderung kedap dan menahan air seperti jenis tanah lempung atau batuan padat biasanya memanfaatkan kelebihan tersebut sebagai lantai dari mebung, namun apabila lantai/dasar embung terdiri dari material/tanah yang cenderung porous (tidak kedap air) maka aplikasi geomembran menjadi salah satu solusinya.
DEFINISI GEOMEMBRAN
Sebelum memahami aplikasi geomembran pada embung, mari kita kenali apa geomembran itu. Geomembran adalah suatu bahan/material yang berbentuk lembaran dengan ketebalan tertentu, bersifat kedap air yang terbuat dari polimer plastik seperti HDPE (High Density Polyethilene), PVC (Poly Vinyl Chloride), Flexibel Polypropylene (FPP), Ethyl Vinyl Acetate (EVA), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) yang digunakan untuk mengontrol migrasi gas/cairan terhadap lingkungan di sekitarnya
FUNGSI DAN APLIKASI GEOMEMBRAN
Fungsi dari geomembran yaitu sebagai lapisan pelindung anti bocor untuk mencegah kontaminasi/kebocoran pada proyek/pekerjaan seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), danau buatan, penampungan limbah, embung dan aplikasi lainnya. Ada 2 embung di Kulon Progo yang mengaplikasikan penggunaan Geomembran yaitu Embung Talunombo dan Embung Krapyak, dimana kondisi tanah pada kedua embung tersebut cenderung porous.
KELEBIHAN EMBUNG GEOMEMBRAN
Penerapan pemakaian embung dengan material geomembran mempunyai kelebihan/keuntungan, diantaranya :
1. Mengurangi penggunaan material seperti pasir, semen dan material lainnya.
2. Pengerjaan lebih cepat, mudah, efisien.
3. Material geomembran bersifat kuat, tahan terhadap kelembaban ekstrim dan bahan-bahan kimia serta fleksibel.
4. Pembangunan embung dengan geomembran bersifat praktis dan lebih ekonomis.

Penggunaan material terutama untuk embung memberi banyak keuntungan terutama dalam hal pengerjaan yang lebih mudah, akan tetapi diperlukan kecermatan dan ketelitian dalam pengaplikasiannya. Hal ini disebabkan geomembran tersedia dalam bentuk lembaran-lembaran dengan ketebalan tertentu yang harus presisi baik dalam proses pemasangan maupun penyambungannya sehingga kemungkinan sambungan baik antar geomembran maupun sambungan dengan material lain bisa sempurna dan menghindari kemungkinan kebocoran. Dalam proses pemeliharaan berkala seperti misalnya gali sedimen di dalam embung juga harus lebih hati-hati dengan tidak memakai alat yang berpotensi merusak lapisan geomembran. Dengan embung yang terjaga dengan baik diharapkan dapat memberikan layanan yang optimal baik itu sebagai konservasi sumber daya air maupun irigasi pertanian/perkebunan/perikanan/pariwisata dan fungsi ikutan lainnya sehingga dapat turut menggerakkan roda perekonimian masyarakat dan mendukung ketahanan pangan.