Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Anaerobic Baffled Reactor (ABR)

Admin Web OPD
Berita
24 Februari 2025 01:35:53

Image Berita


Anaerobic Baffled Reactor, ABR atau tangki septik bersusun adalah teknologi tangki septik yang dimodifikasi dengan menambah beberapa kompartemen untuk menghasilkan aliran keatas (upflow) melalui lumpur aktif anaerob dan meningkatkan waktu kontak antara biomas aktif dengan air limbah. Aliran seperti ini menyebabkan aliran air limbah yang masuk (influent) lebih intensif terkontak dengan biomassa anaerobik, sehingga meningkatkan kinerja pengolahan. Dimana, penurunan BOD dalam ABR lebih tinggi daripada tangki septik biasa, yaitu sekitar 70-95%. ABR harus dilengkapi dengan saluran pembuangan gas (ventilator) untuk melepaskan biogas yang dihasilkan selama proses anaerobik

 

Gambar. Model aliran air limbah dalam ABR (Dewats 1998)

 

 

ABR dapat menurunkan senyawa organik (BOD, COD) dan total padatan tersuspensi (TSS), sedangkan amoniak, detergen dan hidrogen sulfida tidak bisa turun.

 

·         Ketentuan Umum

Ketentuan umum yang harus dipenuhi:

 

a.       Tersedia lahan untuk penempatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistim ABR.

b.       Sistim ABR dapat dipergunakan untuk mengolah air limbah dornestik antara Iain dari kegiatan rumah tangga, restoran, hotel, rumah sakit; air limbah industri rumah tangga dengan karakteristik setara dengan air limbah domestik dengan ratio BOD/COD 2 0,3.

c.       Lokasi penempatan ABR harus mudah dijangkau dalam pembangunan, operasi dan pemeliharaan.

d.       Air limbah domestik harus dilengkapi dengan unit perangkap lemak sebelum dialirkan kedalam ABR.

e.       ABR tidak digunakan di daerah dengan permukaan air tanah yang tinggi atau daerah banjir atau pasang surut.

f.        Dapat diaplikasikan pada skala komunal atau skala kawasan permukiman kecil. Khususnya yang memiliki cukup pasokan air untuk mencuci pakaian, mandi, dan menggelontor kloset.

g.       Sistim ABR dapat juga berfungsi sebagai pengolahan pendahuluan untuk membantu meringankan pengolahan lanjutan yang dilakukan secara aerobik.

h.       Sistim ABR sebagai pengolahan pendahuluan bila konsentrasi BOD > 300 mg/L.

 

·         Ketentuan Teknis

Perencanaan, pemasangan dan pemeliharaan yang baik pada bangunan ABR akan mampu mempertahankan stabilitas efisiensi pengolahan.

a.       Bahan dan Konstruksi

1)      Bahan konstruksi ABR dapat terbuat dari struktur beton, pasangan batu bata, fiberglass

2)      Bahan bangunan harus tahan terhadap asam

3)      Bangunan harus kedap air

4)      Elevasi pipa aliran masuk harus Iebih tinggi dari pipa aliran keluar minimal 10 cm

5)      Bangunan dilengkapi dengan ventilator (pipa udara) untuk melepaskan biogas. Pipa udara dibuat minimal 2 m diatas permukaan tanah.

b.       Keuntungan dan Kelemahan ABR

1)      Keuntungan ABR

·         Mampu menurunkan konsentrasi COD > 70%

·         Tidak membutuhkan energi, tetapi justru dapat menghasilkan energi berupa gas Methana (CH4)

·         Dapat dibangun dibawah permukaan tanah sehingga dapat mengatasi masalah keterbatasan Iahan

·         Lumpur yang dihasilkan sudah dalam kondisi stabil dan aman bagi lingkungan dengan jumlah yang relatif sedikit

·         biaya operasi dan pemeliharaan rendah

·         Sistim percampuran terjadi secara hidrolik (tanpa pengadukan mekanis)

·         tingkat stabilitas tinggi terhadap perubahan beban organik

·         memungkinkan pengoperasian secara intermitten

·         Interval waktu pengurasan lumpur pada zona ABR lebih lama.

 

Sistem ABR dapat digunakan untuk mengolah air limbah dengan beban organik tinggi maupun beban organik rendah ataupun air limbah dengan padatan tersuspensi yang tinggi.

 

2)      Kelemahan ABR

·         Waktu startup waktu untuk mencapai kondisi tunak (steady) cukup lama, umumnya berada pada kisaran (3-6) bulan

·         Bila terjadi kebocoran pada zona ambang bebas, kondisi anaerobik tidak maksimal, maka efisiensi penurunan parameter COD atau BOD berkurang dan seringkali timbul bau yang menyengat bila terjadi kebocoran

·         Kualitas efluen umumnya masih belum memenuhi persyaratan baku mutu untuk dibuang ke badan air permukaan, utamanya kandungan oksigen terlarutnya, maka diperlukan tambahan aerasi yang sekaligus melepaskan gas gas penyebab bau pada efluen.

Source: Bidang Cipta Karya

WhatsApp Chat