BANGUNAN-BANGUNAN PELENGKAP IRIGASI

BANGUNAN-BANGUNAN PELENGKAP IRIGASI

  1. Tanggul

    Tanggul dipakai untuk melindungi daerah irigasi dari banjir yang disebabkan oleh sungai, pembuang yang besar atau laut. Biaya pembuatan tanggul banjir bisa menjadi sangat besar jika tanggul itu panjang dan tinggi. Karena fungsi lindungnya yang besar terhadap daerah irigasi dan penduduk yang tinggal di daerah-daerah ini, maka kekuatan dan keamanan tanggul harus benar-benar diselidiki dan direncana sebaik baiknya.
    Dalam perencanaan tanggul haruslah memperhatikan beberapa faktor diantaranya

    1. Debit Perencanaan
      Elevasi tanggul hilir sungai dari bangunan utama didasarkan pada tinggi banjir dengan periode ulang 5 sampai 25 tahun (Q5 tahunan untuk hutan tapi untuk melindungi perkotaan Q 25 tahunan).
    2. Trase
      Tanggul di sepanjang sungai sebaiknya direncana pada trase pada jarak yang tepat dari dasar air rendah. Bila hal ini tidak mungkin, maka harus dibuat lindungan terhadap erosi di sepanjang tanggul.
    3. Tinggi Jagaan
      Tinggi jagaan (Hf) merupakan longgaran yang ditambahkan untuk tinggi muka air yang diambil, termasuk atau tidak termasuk tinggi gelombang. Tinggi minimum jangaan tanggul sebaiknya diambil 0,60 m.
    4. Lebar Atas Tanggul
      Untuk tanggul tanah yang direncana guna mengontrol kedalaman air ≤ 1,50 m, lebar atas minimum tanggul dapat diambil 1,50 m. Jika kedalaman air yang akan dikontrol lebih dari 1,50 m, maka lebar atas minimum sebaiknya diambil 3,0 m. Lebar atas diambil sekurang-kurangnya 3,0 m jika tanggul dipakai untuk jalur pemeliharaan
    5. Kemiringan Talut
      Pada gambar dibawah ini diberikan harga-harga kemiringan talut. Penggunaan harga-harga itu dianjurkan untuk tanggul tanah homogen pada pondasi stabil yang tingginya kurang dari 5 m.
    6. Stabilitas tanggul
      Tanggul yang tingginya lebih dari 5 m harus dicek stabilitasnya dengan metode stabilitas tanggul yang dianggap sesuai. Metode yang disarankan dijelaskan dalam Bagian KP-06 Parameter Bangunan.
    7. Pembuang
      Fasilitas pembuang harus disediakan untuk tanggul yang harus menahan air untuk jangka waktu yang lama (tanggul banjir biasanya tidak diberi pembuang). Pembuang terdiri dari parit dipangkal tanggul dan saringan pemberat.
    8. Lindungan
      Lindungan lereng terhadap erosi oleh aliran air, baik yang berasal dari hujan maupun sungai, bisa berupa tipe-tipe berikut, rumput, pasangan batu kosong, pasangan (lining), bronjong.

  2. Fasilitas Exploitasi
    1. Komunikasi
      Komunikasi merupakan hal pokok bagi jaringan irigasi yang dikelola dengan baik. Disini akan ditinjau dua metode komunikasi:
            1). Komunikasi fisik (dengan jaringan jalan)
            2). Komunikasi nonfisik (dengan radio, telepon)
    2. Kantor dan Perumahan Staf
      Perumahan harus disediakan untuk staf lapangan, seperti misalnya Juru Pengairan, Mantri Pengairan dan Pengamat. Para petugas lapangan bermukim di lapangan dekat dengan daerah kerja mereka atau dengan bangunan yang menjadi tanggung jawabnya. Rumah-rumah ini digolong-golongkan menurut pangkat pegawai (dalam meter persegi). Biasanya rumah-rumah ini mempunyai luas lantai 36 m2 (juru pengairan), 50m2 (pengamat pengairan) atau 70 m2 (kepala seksi pengairan). Pengamat memerlukan sebuah kantor kecil (Κ ≈ 36 m2) yang biasanya merupakan salah satu bagian dari rumahnya.
    3. Sanggar Tani
      Sanggar tani sebagai sarana untuk interaksi antar petani, dan antara petani dan petugas irigasi dalam rangka memudahkan penyelesaian permasalahan yang terjadi di lapangan.
    4. Patok Hektometer
      Untuk mempermudah identifikasi dan orientasi di lapangan, patok-patok hektometer harus ditempatkan di sepanjang saluran primer dan sekunder dan disepanjang tanggul. Patok-patok ini akan menunjukkan (singkatan) nama saluran irigasi dan pembuang dari awal saluran atau tanggul dalam hektometer (100 m), dan singkatan nama saluran.
    5. Patok Sempadan
      Setelah proses pembebasan tanah selesai dilaksanakan, ditindaklanjuti pemasangan patok tetap sepanjang garis sempadan dengan jarak maksimal 100 m pada saluran relatif lurus, maksimal setiap 25 m pada tikungan saluran atau lebih rapat sesuai dengan garis lingkar tikungan. Setiap patok ditetapkan koordinatnya, dipetakan, dan disahkan oleh pejabat yang berwenang.
    6. Pelat Nama
      Pelat tersebut harus menunjukkan nama saluran dan daerah yang diairi dala ha. Pelat-pelat itu ditempatkan diawal saluran pada lereng dalam. Pelat nama untuk setiap bangunan harus dipasang ditempat yang benar pada bangunan tersebut. Untuk setiap pintu yang merupakan bagian dari bangunan bagi, namanya harus ditunjukkan dengan baja atau pada skala liter (untuk alat ukur Romijn).
    7. Papan Pasten
      Papan pasten dipasang di setiap bangunan sadap atau bagi. Ukuran dan tulisan pada papan pasten distandarisasi (lihat Standar Bangunan Irigasi BI – 02). Juru pintu akan mengisi papan-papan ini secara teratur dengan data-data sebenarnya mengenai setelah pintu dan besar debit. Petani dapat membaca dan mencek apakah pembagian air ditangani sebagaimana mestinya.
    8. Papan Duga Muka Air
      Papan duga untuk membaca tinggi muka air di saluran terbuat dari pelat baja yang dilapisi bahan logam enamel. Warna-warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka. Papan duga mempunyai ukuran-ukuran yang diberikan pada Standar Bangunan Irigasi, BI – 02.
    9. Pintu
      Pintu bangunan di saluran biasanya dibuat dari baja. Dalam Standar Bangunan Irigasi (BI – 02) diberikan detail-detail lengkap mengenai ukuran dan tipe standar pintu.
    10. AWLR (Automatic Water Level Recorder)
      AWLR adalah alat perekam tinggi muka air secara kontinyu, dengan menggunakan rating curve yang sesuai akan dengan mudah diketahui debit serta volume dari air yang melewati alat ini. AWLR hanya dipasang pada daerah irigasi yang mempunya areal lebih besar atau sama dengan 1.000 ha, dan dipasang di saluran induk setelah air masuk pintu intake dan melewati kantong lumpur (jika direncanakan dengan kantong lumpur). Tipe AWLR terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe pencatatan grafik dan tipe pencatatan digital.


  3. Bangunan-Bangunana Lainnya

    Bangunan-bangunan yang diuraikan disini dibangun disepanjang saluran untuk (1) untuk pengamanan selama terjadi situasi yang berbahaya, atau (2) memperlancar aliran di saluran tanpa merusakkan lereng, atau (3) untuk menciptakan alternatif agar air juga bisa dipakai untuk ternak (kerbau dsb).
    1. Peralatan Pengaman
      Peralatan pengaman dimasukkan untuk mencegah orang atau ternak masuk ke saluran, atau membantu keluar orang-orang yang dengan atau tidak masuk ke dalam saluran. Peralatan pengaman yang dapat dipakai adalah pagar, pegangan/sandaran, tanda bahaya, kisi-kisi penyaring, tangga dan penghalang di depan lubang masuk pipa.
    2. Tempat Cuci
      Tempat cuci yang berupa tangga pada tanggul saluran akan memungkinkan penduduk yang tinggal di daerah dekat saluran untuk mencapai air saluran. Dengan menyediakan tempat-tempat cuci berarti mencegah penduduk agar mereka tidak membuat fasilitas-fasilitas itu sendiri dengan cara merusak atau menghalangi saluran. Standar Perencanaan tangga cuci diberikan dalam Standar Bangunan Irigasi, BI – 02.
    3. Kolam Mandi Ternak
      Memandikan ternak (kerbau) di saluran merupakan penyebab utama semakin rusaknya tanggul saluran di berbagai daerah. Agar ternak tidak masuk saluran, dibuatlah tempat mandi khusus untuk ternak. Kalau tidak cukup tersedia tempat di luar saluran, kolam mandi ternak dapat dibuat sebagai bagian dari saluran yang diperlebar dan diberi lindungan.

(Sumber Kriteria Perencanaan KP-04)
Oleh DW_SDA