KOORDINASI DAN PENJARINGAN ASPIRASI DI WILAYAH D.I. SAPON

Pada hari Kamis, tanggal 4 Mei 2023 pukul 10.00 telah dilaksanakan acara Rapat Koordinasi Tata Pengaturan Air dan Penjaringan Aspirasi P3A di Wilayah Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi (D.I. Sapon) yang bertempat di Kantor Kalurahan Tirtorahayu, Kapanewon Galur. Acara ini sebagai undangan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral DIY.  Rapat dihadiri oleh  Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kulon Progo, Bapak Sutanto mewakili Kepala Seksi Irigasi Bidang SDA dan Drainase Dinas PUPESDM DIY, Bapak Lurah Tirtorahayu (Agus Sujarwo), Ibu Etik dari BMKG, Bapak Sumakir selaku wakil Komir Provinsi DIY dan undngan rapat dari unsur BPP, GP3A, P3A serta dari Babinsa dan Babinkamtibmas setempat. Rapat tersebut bertujuan untuk menginventarisir permasalahan apa saja yang terjadi di wilayah Daerah Irigasi Sapon sekaligus untuk menjaring usulan/aspirasi yang nantinya akan disampaikan ke Forum Komisi Irigasi Provinsi DIY. Dalam kesempatan ini dibuka dengnh sambutan dari Perwakilan komisi Irigasi DIY dan Bapak Lurah Tirtorahayu serta dilanjutkan sambutan dari Bapak Sutanto mengenai kondisi dan permasalahan di wilayah Daerah irigasi Sapon.  Disampaikan juga pemaparan dari BMKG mengenai kondisi cuaca dan iklim perkiraan awal musim kemarau, perkiraan awal musim hujan, dimana saat ini merupakan fenomena kemarau basah sampai 6 dasarian (6 bulan ke depan)sehingga segenap stakeholder pengelola dan pemanfaat irigasi supaya mengantisipasinya. Hal inin sangat erat kaitannya dengan displin tata tanam dimana P3A selaku pemanfaat layanan irigasi dihimbau untuk taat akan jadwal tata tanam yang telah ditetapkan bersama. Hal ini dilakukan demi pengeloilaan irigasi dan drainase yang oprtimal agar Sumber Daya Air yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan irigasi pertanian untuk meningkatkan Ketahanan Pangan. Pengelolaan irigasi dan drainase ini tenrtu saa tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi sendiri tapi juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Misalnya yang sifatnya bersih2 saluran maupun yang sifatnya rehab ringan. Dengan adanya partisipasi masyarakat makan akan timbul rasa handarbeni (sense of belonging) yaitu rasa memiliki dan bertanggung jawab atas sarana dan prasarana irigasi yang ada.

Rapat ditutup dengan statemen dari Bapak Tanto dengan mendata aspirasi/usulan apa saja yang akan disampiakan pada Forum Komisi Irigasi Provinsi DIY untuk kemudian dapat ditindaklanjuti. Juga dihimbau kepada P3A untuk disiplin tata tanam dengan mengamati pad perkemabngan cuaca/iklim yang terjadi. Dengan sinergi yang baik antara stakeholder pengelola dan pemanfaat irigasi diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan SDA, meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul akibat cuaca  serta meningkatkan Ketahanan Pangan dan kesejahteraan petani/P3A.

(hendy/SDA-DPUPKP/2023)