Konsep Zona di Lokasi Pekerjaan Jalan

Konsep Zona adalah suatu metode pembagian lokasi pekerjaan menjadi lima zona terpisah yang saling berkaitan berdasarkan fungsi. Dengan mempertimbangkan lima zona ini, desain kebutuhan manajemen lalu lintas dan perambuan untuk pekerjaan jalan menjadi jauh lebih jelas. Kelima zona tersebut adalah:

  1. Zona Peringatan Dini

Merupakan zona pertama yang akan dijumpai oleh pengemudi/ pengendara. Panjangnya bergantung pada kecepatan pendekat. Zona ini menggunakan rambu peringatan dini dan rambu regulasi untuk memperingatkan pengguna jalan akan Zona Kerja yang ada di depan dan untuk mengatur perilaku berkendara.

  1. Zona Pemandu Transisi (Taper)

Apabila pengemudi/pengendara akan bergerak dari lajurnya untuk melewati Zona kerja, dilakukan pada Zona Pemandu Transisi. Zona ini menggunakan perangkat yang mencolok dan tidak berbahaya untuk membentuk taper dalam memandu pengguna jalan melintasi, melewati, atau mengitari Zona Kerja. Panjang zona bergantung pada kecepatan lalu lintas dan besarnya jarak bebas lateral.

  1. Area Kerja

Zona Kerja adalah lokasi tempat pekerjaan jalan dilaksanakan secara fisik. Zona ini mencakup Area Kerja juga Area Penyangga Keselamatan jika ada. Lokasi ini bisa kecil (misalnya tutup lubang kecil pada jalan sedang diperbaiki) atau bisa besar (misalnya lajur pendakian baru perlu dibangun pada jalan nasional dengan panjang lebih dari satu kilometer). Pada Zona Kerja kadangkala terdapat gangguan perkerasan, atau kegiatan galian, atau mungkin pekerjaan perkerasan dan penambalan, atau pekerjaan kereb dan saluran. Lokasi Zona Kerja dan sekitarnya terhadap lajur lalu lintas akan mempengaruhi bentuk dan panjang Zona Pemandu Transisi (Taper) yang diperlukan.

  1. Area Penyangga Keselamatan

Area penyangga keselamatan tepat sebelum area kerja perlu disediakan jika kecepatan lalu lintas melebihi 40 km/jam. Ini merupakan “usaha terakhir” untuk menjaga kendaraan menabrak pekerja dalam Zona Kerja, dalam rangka menjamin keselamatan pekerja.

Panjang 20 m umumnya mencukupi. Namun, jika pekerjaan tersembunyi dari arus lalu lintas pendekat (misalnya oleh tikungan atau jalan cembung) area penyangga keselamatan perlu diperpanjang sampai di titik yang terlihat oleh lalu lintas pendekat. Rambu atau perangkat utama, seperti rambu sementara penanda hazard atau rambu panah berkedip sebaiknya diletakkan di awal area penyangga keselamatan. Penyangga keselamatan harus terbebas dari kendaraan kerja, perlengkapan, penimbunan/tumpukan material, atau aktivitas lainnya.

Area penyangga keselamatan mencakup penyangga lateral dengan lebar 1,2 m antara area kerja dan lajur lalu lintas terdekat (untuk batas kecepatan 60 km/jam atau kurang). Jika batas kecepatan (atau kecepatan operasional) lebih tinggi, pagar keselamatan diperlukan di antara area pekerjaan dan lajur lalu lintas.

  1. Zona Terminasi

Zona terminasi adalah zona terakhir yang dilalui pengemudi/pengendara. Rambu petunjuk dan rambu regulasi digunakan untuk menunjukkan akhir zona kerja. Setelah titik ini, kondisi lalu lintas kembali normal. Zona kecepatan pekerjaan jalan harus berakhir di akhir Zona Terminasi. Sepasang rambu batas kecepatan harus diletakkan disini untuk menginformasikan pengemudi/pengendara agar dapat kembali ke kecepatan normal setelah titik ini jika kondisi lalu lintas memungkinkan.

(BM)