APA ITU KONSERVASI SUMBER DAYA AIR

Definisi Konservasi Sumber Daya Air 

  Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang

Maksud dan Tujuan Konservasi Sumber Daya Air

    Konservasi sumber daya air sebagai salah satu upaya pengelolaan sumber daya air dimaksudkan untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan dan  keberadaan sumber daya air, termasuk daya dukung, daya tampung, dan fungsinya. Konservasi sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan  perlindungan dan pelestarian sumber daya air, pengawetan air, pengelolaan kualitas air, serta pengendalian pencemaran air, dengan  mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai, dan dipakai  sebagai acuan dalam perencanaan tata ruang.

1. Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air

  1. cara vegetatif, Pelestarian sumber daya air secara vegetatif ini menggunakan tanaman, tumbuhan atau sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi, dengan cara mengurangi daya rusak butiran air hujan yang jatuh dan daya rusak aliran permukaan.
  2. Cara Mekanis, Pelestarian sumber daya air dengan cara ini pada prinsipnya adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi, serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air di musim hujan, dan menyediakan air yang cukup di musim kemarau.
  3. Cara Kimiawi, Pelestarian sumber daya air dengan cara ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanah, sehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Berbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering dipakai antara lain polylinyl acetate, polyvinyl pyrrolidone, aspalt, latex, dan sebagainya.

2. Pengawetan Air

Pengawetan air dimaksudkan untuk memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air, baik air permukaan maupun air tanah sesuai dengan fungsi dan manfaatnya.

  1. Pengelolaan kuantitas air permukaan, dimaksudkan untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi/kuantitas air permukaan yang tersedia, beberapa cara yang dapat dilakukan Pengendalian aliran permukaan, Pemanenan  air hujan, dan Meningkatkan  kapasitas infiltrasi tanah.
  2. Pengelolaan kuantitas air tanah dimaksudkan untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi/kuantitas air tanah yang tersedia, sebagai salah satu
    cara untuk melakukan konservasi sumber daya air diantaranya Pengisian air tanah secara buatan dan Pengendalian pengambilan air tanah.

3. Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

-Pengelolaan Kualitas Air -  

   Pengelolaan kualitas air dimaksudkan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada pada sumber air, dengan cara  memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber air. Kualitas air menyatakan tingkat kesesuaian air terhadap penggunaan tertentu dalam memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungannya, dalam kegiatan pengeloalaan kualitas air ini yang perlu diperhatikan adalah mengenai tata cara pengeloaan kualitas air irigasi dan pengelolaan kualitas air rumah tangga. Kualitas air dapat dibedakan atas sifat dan karakteristiknya sebagai berikut :

  1. Sifat fisik, parameter yang harus diperhatikan terhadap sifat fisik air yang baik adalah kandungan sedimen, kekeruhan, warna, bau rasa dan temperatur
  2. Sifat kimia, hal yang perlu diperhatikan diantaranya kadar pH, Alkalinitas, dan Kesadahan.
  3. Sifat biologi, Air permukaan umumnya mengandung berbagai macam organisme hidup, sedangkan air tanah relatif lebih bersih karena adanya proses penyaringan oleh akuifer. jenis organisme yang perlu diperhatikan meliputi Macroskopik, Microsopik, dan Bakteri.

-Pengendalian Pencemaran Air-

  Pengendalian pencemaran air dimaksudkan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada pada sumber air, dengan cara mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air dan prasarana sumber air.

a.  Sumber pencemaran, Berbagai jenis limbah yang terjadi karena proses alam dan/atau aktifitas manusia, dan dapat mencemari air dan sumber air, antara lain : 

  • Limbah Domestik
  • Limbah Industri
  • Limbah Pertanian
  • Sedimen/atau Lumpur

b. Pengendalian Pencemaran

1) Cara Teknis,

Pengendalian pencemaran air secara teknis dapat dilakukan dengan cara preventif maupun kuratif. Tindakan preventif ditujukan untuk menjaga regim sungai, dimana limbah buangan yang masuk kedalamnya sudah dalam kondisi yang baik. Beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mengendalika pencemaran air, antara lain :

  • Pengolahan  air limbah,  baik limbah domestik maupun limbah industri.
  • Pemilihan Lokasi industri, jenis-jenis industri yang membuang air limbah dalam jumlah yang besar, seperti industri baja, kertas dan sebagainya.
  • Penggunaan kembali, pengolahan air limbah khususnya untuk industri lebih baik dilakukan di lokasi industri itu sendiri
  • Penggunaan kembali, pengolahan air limbah khususnya untuk industri lebih baik dilakukan di lokasi industri itu sendiri.
  • Pengendalian Limbah pertanian, pemakaian pupuk dan insektisida dalam dosis dan waktu yang tepat


2) Cara Non-teknis,

Cara ini dilakukan dengan membuat peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi  berbagai kegiatan sedemikian rupa, sehingga  tidak terjadi pencemaran lingkungan sebagai akibat dari kegiatan tersebut.

Selain itu hal lain yang tidak kalah penting adalah pelaksanaannya, serta menanamkan perilaku disiplin bagi semua pihak terkait dan masyarakat, dalam mencegah terjadinya pencemaran air. Semua pihak yang terkait dan masyarakat dituntut untuk berdisiplin, dan bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan, dengan tidak membuang sampah atau limbah sembarangan, yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

DW_SDA_KP

(Sumber: Modul Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi )