STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAJUAN UJI LABORATORIUM KONSTRUKSI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PENGAJUAN UJI JOBMIX LABORATORIUM KONSTRUKSI

        Setiap instansi tentunya memiliki SOP yang berbeda-beda.SOP adalah aspek yang penting yang memastikan segalanya berjalan sebagaimana mestinya.Dengan adanya SOP, diharapkan dapat meminimalkan terjadinya kesalahan. Disamping itu juga meningkatkan produktivitas karena operasional instansinya terkoordinasi. Lalu apa yang dimaksud dengan SOP ?

SOP adalah urutan tata cara atau langkah dalam melaksanakan sebuah kegiatan termasuk tempat juga waktu pelaksanaan dan siapa yang menjalankan.

Intinya SOP adalah panduan pelaksanaan bagi seluruh SDM yang terlibat dalam operasional sebuah organisasi, instansi maupun perusahaan.

Tujuannya dibuat SOP dalam Instansi/Perusahaan/Organisasi adalah :

  1. Membantu karyawan memahami peraturan dan tugasnya di Kantor;
  2. Mempermudah proses adaptasi karyawan baru;
  3. Mempermudah pencapaian target instansi;
  4. Meminimalkan kesalahan;

Fungsi SOP dalam Instansi Instansi / Perusahaan / Organisasi :

  1. Menjadi dasar hukum;
  2. Menjadi acuan kinerja karyawan;
  3. Memberikan informasi detil mengenai pekerjaan;
  4. Sebagai pedoman pelaksanaan kerja;

           Mengingat betapa pentingnya SOP tersebut, maka UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan, DPUPKP, Kabupaten Kulon Progo yang merupakan suatu instansi unit pelaksanan teknis maka, wajib untuk mempunyai SOP pelaksanaan uji laboratorium konstruksi.Salah satunya adalah SOP Jobmix beton maupun aspal.

Langkah kerjanya adalah :

  1. Pemohon mengajukan surat permohonan uji jobmix yang ditujukan ke kepala UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan dan membawa sampel uji jobmix;
  2. Petugas administrasi menerima surat permohonan kemudian meregristasi dan menyerahkan ke kepala UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan;
  3. Kepala UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan menerima, memeriksa mendisposisikan surat permohonan ke penguji laboratorium konstruksi untuk dibuatkan rincian biaya retribusi (invoice);
  4. Penguji laboratorium konstruksi memeriksa isi surat apakah sudah sesuai dengan jenis pengujian, lokasi pekerjaan, alamat pemohon, waktu pekerjaan dan melakukan kesepakatan pelaksanaan pekerjaan dan membuat rincian biaya retribusi (invoice);
  5. Pemohon membayar retribusi pengajuan laboratorium konstruksi berdasarkan Perda No.8 Tahun 2014 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah;
  6. Penguji laboratorium konstruksi melaksanakan pengujian jobmix dikantor UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan
  7. SELESAI