Pengujian Sandequivalent

Pengujian Sandequivalent

 

              Pengujian Sand equivalent pada Agregat Halus atau Pasir yang Mengandung Bahan Plastis dimaksudkan untuk menentukan kualitas pasir atau agregat halus yang lolos saringan nomor 4 (4,76mm). Pada kandungan aspal salah satu bahan yang di pakai adalah agregat. Agregat adalah bahan yang sangat berguna karena sangat berpengaruh langsung terhadap kekuatan aspal tersebut, maka agregat yang digunakan sebagai bahan jalan haruslah tidak terkontaminasi, bebas dari zat-zat asing seperti tumbuhan, butiran lunak, gumpalan tanah liat (lempung) atau lapisan tanah liat (lempung), kotoran-kotoran tersebut  biasanya terdapat di dalam atau melekat pada agregat. Agregat yang terkontaminasi akan sangat mempengaruhi daya rekat aspal dengan agregat yang disebabkan banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. Kebersihan agregat dapat dilihat dengan beberapa cara yaitu, secara visual, dan pengujian.

Pengujian setara pasir (sand equivalent test), dilakukan untuk menentukan perbandingan relative dari bagian bahan yang dapat merugikan (seperti butiran lunak dan lempung) terhadap bagian bahan agregat yang lolos saringan no.4 (4,75 mm) dan larutan kerja tertentu.

Nilai setara pasir adalah perbandingan antara skala pembacaan pasir terhadap skala pembacaan lumpur pada alat uji setara pasir yang dinyatakan dalam prosen.

Bahan plastis adalah bahan yang mengandung lempung atau lanau atau yang menyerupai lempung atau lanau.

Maka dari itu nilai setara pasir agregat untuk pekerjaan campuran beraspal panas, mensyaratkan minimum 60% (Berdasarkan Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan, 2010 Revisi 2018).

Peralatan dan Bahan

Bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Benda uji : abu batu hasil sampling dan lolos saringan 4,75mm (no.4) sebanyak 1500 gram
  2. Larutan baku : timbang 454 gram technical anhydrous (CaCl2)Kemudian larutkan kedala 1890 ml air suling, saring dengan saringan watman nomor 12, kemudian tambahkan 2050 gram (1640 ml) USP glycerine dan 47 gram (45 ml) formaldehyde (kepekaan 40% isi dalam larutan), kemudian aduk sampai merata.
  3. Larutan kerja larutan baku sebanyak (85 )ml dilarutkan kedalam 3780 ml air suling.

Kemudian dilakukan langkah kerja pengujian, dalam langkah kerja pengujian disini kami tidak menjelaskan secara rinci, akan tetapi jika didapat hasil dari pengujian memenuhi syarat minimal 60% dan bahan agregat yang diuji dapat digunakan sebagai bahan campuran beton aspal.

(UPT Lab.Konst.& Peralatan)