Perencanaan Pembangunan Jaringan Jalan di Kawasan Perkotaan

Pengertian Jalan menurut Undang-Undang tentang jalan adalah suatu prasarana darat dalam bentuk apapun, meliputi segala jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah,diatas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah dan/ atau air,serta diatas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori dan Jalan kabel.

Sistem jaringan jalan adalah satu kesatuan jalan yang saling menghubungkan dan mengikat pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirakis. Manfaat pembangunan infrastruktur jalan adalah memperlancar arus distribusi barang dan jasa dengan mempermudah pengiriman sarana produksi dan mempermudah pengiriman hasil produksi kepasar dengan memberikan aksesibilitas; membuka isolasi kawasan; meningkatkan aksesibilitas jasa pelayanan sosial termasuk kesehatan, pendidikan dan penyuluhan. Dampak manfaat jalan yang tidak langsung adalah bahwa dengan adanya pembangunan jalan maka harga tanah disekitar jalan tersebut akan meningkat. Adapun peran pembangunan jaringan jalan adalah sebagai prasarana distribusi dan sekaligus pembentuk struktur ruang wilayah. Disamping itu penyediaan infrastruktur jalan merupakan bentuk pelayanan kepada pengguna jalan (road user) dan pemanfaat jalan (road beneficiary).

Salah satu kebijakan pembangunan infrastruktur jalan adalah bahwa pembangunan jalan harus sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi nasional dan lingkungan yaitu: pro growth, pro jobs, pro poor dan pro green artinya pembangunan infrastruktur jalan harus memperhatikan secara bersamaan kondisi ekonomi, sosial dan lingkungan dari kawasan yang dikembangkan termasuk daerah perkotaan disekitarnya.

Perencanaan jalan adalah kegiatan merencanakan kebutuhan jalan untuk menghubungkan dua atau lebih kawasan agar dapat memberikan pelayanan aksesibilitas kepada masyarakat. Perencanaan jalan memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut :

  1. Perencanaan pembangunan jalan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan perkembangan kawasan.
  2. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan kondisi antar moda guna menentukan desain jalan tersebut.
  3. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan sistem transportasi nasional, sistem transportasi regioanal dan sistem transportasi lokal.
  4. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan kondisi eksisiting pelayanan jalan yang telah ada.
  5. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan standar desain jalan dan mengikuti karakteristik tingkat pelayanan jalan.
  6. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan kondisi lingkungan yang ada yang pada prinsipnya mencari jarak terpendek pada kawasan yang akan dihubungkan namun tetap mengutamakan faktor keamanan pengguna dan pemanfaat jalan.
  7. Perencanaan pembangunan jalan memperhatikan faktor kesiapan sumber daya seperti kesiapan lahan, dana alat dan sebagainya.

Selain prinsip-prinsip tersebut diatas, sebelum merencanakan pembangunan jalan perlu dilihat apakah antara kawasan yang akan dihubungkan tersebut telah mempunyai eksisting sistem pelayanan aksesibilitas baik sistem moda darat, moda laut maupun moda udara. Untuk moda darat apakah kedua kawasan tersebut telah terdapat eksisiting jalan. Dengan informasi tersebut maka perlu dianalisis apakah untuk menghubungkan kedua kawasan tersebut diperlukan jalan baru atau dengan peningkatan kapasitas jalan yang telah ada.

Untuk merencanakan kebutuhan jalan pada kawasan strategis pada kawasan perkotaan maka perlu dilihat eksisting jaringan kawasan perkotaan yang telah ada dan eksisting sistem jaringan jalan di dalam kawasan strategis tersebut apakah termasuk sistem transportasi kota atau sistem transportasi lokal kawasan. Untuk kebutuhan jalan dalam kawasan strategis kota diperlukan pembangunan jalan khusus. Untuk kebutuhan jalan kota diperlukan pengembangan jaringan jalan kota. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kelancaran hubungan antar kawasan, baik di dalam dan di luar kawasan perkotaan yang pembangunan jalannya berdasarkan klasifikasi fungsi dan kelas jalan.

(BM)