Indikator Kinerja Bangunan Pengatur Irigasi

Apa itu bangunan pengatur irigasi? Bagi yang belum mengenal bangunan irigasi ini dapat membaca artikel melalui link berikut: Mengenal Bangunan Irigasi: Bangunan Pengatur. Bangunan pengatur merupakan salah satu prasarana irigasi yang harus dilindungi, diamankan, dipertahankan serta dijaga kelestariannya supaya dapat memenuhi fungsinya.

Prasarana/aset irigasi akan mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya umur bangunan maupun faktor lain seperti bencana atau bahkan ulah manusia. Oleh sebab itu evaluasi terhadap kinerja bangunan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi dari bangunan tersebut. Hasil dari penilaian dapat digunakan sebagai bahan penyusunan program tindak lanjut baik itu rehabilitasi ataupun pemeliharaan rutin dan berkala. Artikel ini akan membahas secara garis besar indikator-indikator yang digunakan untuk menilai kondisi bangunan pengatur irigasi yang berupa bangunan bagi, bangunan bagi sadap dan bangunan sadap.

Penilaian kinerja dilakukan dengan menilai kondisi bangunan di lapangan berdasarkan parameter dan kriteria seperti dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Kondisi bangunan dikategorikan empat kondisi yakni:

  1. Kondisi baik sekali (90-100%)
  2. Kondisi baik (80-<90%)
  3. Kondisi sedang (60-<80%)
  4. Kondisi jelek (<60%)

Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk menilai bangunan pengatur adalah sebagai berikut:

  1. Bangunan pengatur lengkap dan berfungsi, untuk memberikan penilaian tersebut maka diperlukan beberapa parameter berupa:
    1. Semua pintu dapat dioperasikan.
    2. Kondisi tubuh bangunan.
    3. Kondisi sayap.
    4. Kondisi lantai hilir.
    5. Tanggul mempunyai stabilitas yang baik, tidak ada retakan melintang, memanjang, tidak ada alur, amblesan dan tidak ada tumbuhan liar.
    6. Tersedia papan operasi dan masih baik, papan tersebut rutin diisi data operasi dengan benar.
  2. Pengukuran debit

Pada setiap bangunan bagi atau bagi sadap dilakukan penilaian apakah bangunan tersebut dapat mengukur debit sesuai rencana operasi daerah irigasi.

  1. Pelaksanaan perbaikan dan atau pemeliharaan bangunan telah selesai.

Parameter yang digunakan untuk mengukur pelaksanaan perbaikan ini adalah dilihat dari seberapa besar perbaikan saluran dengan kondisi jelek dan sedang yang telah diselesaikan dalam tahun berjalan.

Penilaian menggunakan indikator diatas dilakukan untuk setiap bangunan pengatur di sepanjang ruas saluran pada suatu daerah irigasi. Nilai dari setiap bangunan pengatur tersebut kemudian dirata-rata sehingga menghasilkan nilai keseluruhan dari bangunan pengatur pada ruas saluran pembawa. Masing-masing indikator tersebut memiliki bobot penilaian yang akan berpengaruh pada nilai total dari bangunan pengatur. Adapun bobot tersebut seperti yang tercantum dalam tabel 1.

Tabel 1. Indikator dan Bobot Penilaian Bangunan Pengatur.