MACAM-MACAM JEMBATAN, APA SAJA? (BAGIAN 2)

Berdasarkan bahan konstruksinya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain :

  1. Jembatan kayu (log bridge)

Sumber : https://cdn-2.tstatic.net/pontianak/foto/bank/images/jembatan_20180216_162601.jpg

Jembatan kayu lebih sesuai untuk konstruksi sederhana dengan bentang pendek. Hal ini dikarenan untuk bentang yang panjang material kayu sudah tidak ekonomis lagi. Dari segi materialnya, kayu mempunyai beberapa kelebihan (relatif ringan, biaya konstruksi yang relatif murah, dapat dikerjakan dengan alat yang sederhana, tidak mudah dipengaruhi korosi) dan kekurangan (tidak homogen, mudah terbakar, ada cacat bawaan, perlu pengawetan lebih lanjut).

 

  1. Jembatan beton (concrete bridge)

Sumber : https://rumussoal.com/wp-content/uploads/2020/04/beam.png

Konstruksi jembatan beton menggunakan material beton biasanya digunakan untuk jalan raya. Keunggulan jembatan ini adalah memiliki daya tekan kuat, kuat lentur yang tinggi, dan lebih awet. Dalam perencanaan jembatan, beban yang dihitung meliputi beban primer, beban mati, beban hidup, beban kejut, dan beban sekunder.

 

 

  1. Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)

Sumber : https://3.bp.blogspot.com/-WWfnfaOJVkQ/WPBxd1vrcBI/AAAAAAAAAnI/KIjk7l03Q30w0CG2m29a5JQsgV0CE8Q1gCPcBGAYYCw/s320/IMG_0453.JPG

Konstruksi jembatan beton prategang yang juga sering disebut pratekan memiliki kekuatan terhadap daya tekan berat dan tarik sekaligus. Kelebihan dari jembatan beton prategang adalah terhindar dari keretakan, kuat terhadap pergeseran, dan strukturnya yang lebih kecil. Sementara, kekurangan dari material beton prategang adalah alat dan kemampuan yang dibutuhkan tinggi dan biaya yang dibutuhkan lebih besar.

 

  1. Jembatan baja (steel bridge)

Sumber : https://4.bp.blogspot.com/-9NCNxBs0D08/XKGX-lIUy-I/AAAAAAAAAM8/-m0u_e_sGNsoxxFINzqP3JCpsj0esLKXACEwYBhgL/s320/Mengenal-dan-Memahami-Konstruksi-Jembatan-Rangka-Baja.jpg

Konstruksi jembatan baja akan diperhitungkan kebutuhan bentangnya, apakah akan memakai material baja dalam bentuk rangka ataupun baja profil menerus. Jembatan ini menggunakan berbagai macam komponen dan sistem struktur baja seperti deck, girder, rangka batang, pelengkung, penahan, dan penggantung kabel.

 

 

  1. Jembatan komposit (compossite bridge)

Sumber : https://docplayer.info/docs-images/69/60011282/images/1-0.jpg

Jembatan komposit merupakan jembatan yang mengkombinasikan dua atau lebih material yang berbeda sehingga dapat membentuk satu kesatuan yang memiliki sifat yang lebih baik. Jembatan komposit yang umumnya digunakan adalah kombinasi antara bahan konstruksi baja dengan beton bertulang, yaitu dengan mengkombinasikan baja sebagai deck (gelagar) dan beton bertulang sebagai plat lantai jembatan yang bekerja sama mendukung beban sebagai satu kesatuan balok.

 

  1. Jembatan bambu

Sumber: https://previews.123rf.com/images/nty/nty1110/nty111000011/10848570-puente-de-bamb%C3%BA-de-madera.jpg

Jembatan bambu biasanya digunakan pada jembatan pendek dan tidak terlalu panjang. Pembuatan jembatan bambu ini tidak memerlukan peralatan modern sehingga mudah dirancang misal dibuat anyaman.

 

 

  1. Jembatan Pasangan Batu Kali/Bata

Sumber: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_1024/v1592493448/ghwwuseop0p8kyc1pxjh.jpg

Struktur atas dan bawah jembatan batu kali/bata dibuat dari pasangan batu kali atau bata merah. Jembatan ini merupakan jenis jembatan dengan sistem gravitasi yang kekuatannya mengandalkan berat struktur.

Referensi:

Dirangkum dari berbagai sumber.

(BM)