KLASIFIKASI BANGUNAN UTAMA JARINGAN IRIGASI (BANGUNAN BENDUNG)

Bangunan bendung adalah bagian dari bangunan utama yang benar-benar dibangun di dalam air. Bangunan ini diperlukan untuk memungkinkan dibelokkannya air sungai ke jaringan irigasi, dengan jalan menaikkan muka air di sungai atau dengan memperlebar pengambilan di dasar sungai seperti pada tipe bendung saringan bawah (bottom rack weir).

Bila bangunan tersebut juga akan dipakai untuk mengatur elevasi air di sungai, maka ada dua tipe yang dapat digunakan, yakni:

  • Bendung pelimpah
  • Bendung gerak (barrage)

Gambar 1.1 memberikan beberapa tipe denah dan potongan melintang bendung gerak dan potongan melintang bendung saringan bawah. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai yang memberikan tinggi muka air minimum kepada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Bendung merupakan penghalang selama terjadi banjir dan dapat menyebabkan genangan luas di daerah-daerah hulu bendung tersebut.

Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar. Bendung gerak dapat mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. Bendung gerak mempunyai kesulitan-kesulitan eksploitasi karena pintunya harus tetap dijaga dan dioperasikan dengan baik dalam keadaan apa pun.

Bendung saringan bawah adalah tipe bangunan yang dapat menyadap air dari sungai tanpa terpengaruh oleh tinggi muka air. Tipe ini terdiri dari sebuah parit terbuka yang terletak tegak lurus terhadap aliran sungai. Jeruji Baja (saringan) berfungsi untuk mencegah masuknya batu bongkah ke dalam parit. Sebenarnya bongkah dan batu-batu dihanyutkan ke bagian hilir sungai. Bangunan ini digunakan di bagian/ruas atas sungai di mana sungai hanya mengangkut bahan-bahan yang berukuran sangat besar. Untuk keperluan-keperluan irigasi, bukanlah selalu merupakan keharusan untuk meninggikan muka air di sungai. Apabila muka air sungai cukup tinggi, dapat dipertimbangkan pembuatan pengambilan bebas; bangunan yang dapat mengambil air dalam jumlah yang cukup banyak selama waktu pemberian air irigasi, tanpa membutuhkan tinggi muka air tetap di sungai. Terkait hal ini pompa dapat juga dipakai untuk menaikkan air sampai elevasi yang diperlukan. Akan tetapi, karena biaya pengelolaannya tinggi, maka harga air irigasi mungkin menjadi terlalu tinggi pula.

(Sumber: Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama KP-02)

Gambar 1.1. Denah Dan Potongan Melintang Bendung Gerak dan Potongan Melintang Bendung Saringan Bawah

Lokasi bangunan bendung dan pemilihan tipe yang paling cocok dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu:

  • Tipe, bentuk dan morfologi sungai
  • Kondisi hidrolis anatara lain elevasi yang diperlukan untuk irigasi
  • Topografi pada lokasi yang direncanakan
  • Kondisi geologi teknik pada lokasi
  • Metode pelaksanaan
  • Aksesibilitas dan tingkat pelayanan

Aspek yang mempengaruhi dalam pemilihan lokasi bendung adalah :

  1. Pertimbangan topografi
  2. Kemantapan geoteknik fondasi bendung
  3. Pengaruh hidraulik
  4. Pengaruh regime sungai
  5. Tingkat kesulitan saluran induk
  6. Ruang untuk bangunan pelengkap bendung
  7. Luas layanan irigasi
  8. Luas daerah tangkapan air
  9. Tingkat kemudahan pencapaian
  10. Biaya pembangunan

Sumber artikel : https://www.researchgate.net/publication/323335382 (Irigasi dan                              Bangunan Air)

(W-SDA)