Modul Rumah Sehat ( Bag 2 ) - Kebutuhan Luas Minimum & Penataan Ruang Kegiatah Hunian

Modul Rumah Sehat ( Bag 2 )

Kebutuhan Luas Minimum & Penataan Ruang Kegiatah Hunian

 

1. Kebutuhan Luas Ruang Kegiatan Minimum

Kebutuhan luas ruang rumah minimum diperhitungkan terhadap jumlah jiwa maksimum yang akan menghuni ditambah luas kelengkapan bangunan berupa kamar mandi/WC dan dapur minimal 6.00 m.

Pada konsep Rumah Tumbuh dalam Kepmen Kimpraswil nomor 403/KPTS/M/200 tentang Rumah sederhana sehat, bahwa luas rumah minimal diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan ruang untuk kegiatan keluarga bejumlah 3 jiwa (1 pasutri + 1 anak) maka luas ruang rumah minimal (L r.min) adalah:

Bila mengacu pada ketentuan WHO yang mendasarkan standar minimal jumlah keluarga adalah 4(empat) jiwa, maka luas rumah minimum diatas digunakan untuk 4 jiwa.

2. Penataan Ruang Kegiatan Hunian

Rumah merupakan ruang/wadah tempat manusia atau kelompok terkecil manusia (keluarga) melakukan aktivitas sesuai dinamika kehidupan pribadi keluarganya.

Rumah dikatakan rumah tumbuh, karena manusia dalam melaksanakan kegiatan hidup dan kehidupannya melakukan trasformasi dari kegiatan sosial, biologi, ekonomi ke dalam pengubahan bentuk fisik rumah.

Gambar Skema Dinamika Kehidupan Manusia dalam Pemanfaatan Rumah

Jadi rumah bukan merupakan produk akhir (end product), tapi merupakan produk yang tumbuh sejalan dengan kegiatan manusia/penghuni di dalamnya dan sesuai dinamika kehidupan yang dijalankannya.

Aplikasi pemanfaatan luas ruang rumah untuk mewadahi kegiatan keluarga yang paling pokok sekurang-kurangnya seperti pada Tabel  berikut ini.

Tabel Kebutuhan Ruang utama bagi keluarga ( maksimal 4 orang )

Luas Kavling maksimum 90 m2 digunakan untuk semua kondisi siklus, agar dapat mewadahi pertumbuhan rumah hingga siklus kehidupan keluarga terakhir (4 jiwa dewasa).

Kebutuhan ruang rumah diperuntukkan mewadahi kegiatan suami istri (pasutri), anak balita dan anak dewasa, sesuai siklus kehidupan keluarga hingga menjadi pasutri kembali.

Ruang multifungsi: merupakan ruang yang digunakan untuk  ruang terima tamu, ruang keluarga, dan ruang makan. kebutuhan ruang bertambah sejalan dengan tumbuhnya anak-anak menjadi dewasa.

a. Ruang tidur pasutri 9,6 m, agar diperoleh ruang bersih 3 m x 3 m, yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

b. Ruang tidur pasutri & 1(satu) bayi

c. Ruang tidur anak

d. Ruang tidur 2 (dua) anak remaja/dewasa

Anak yang sudah dewasa sebaiknya memiliki kamar sendiri, apalagi bila 2 (dua) anak tersebut berbeda jenis kelamin. Dalam contoh gambar ini, adalah ruang minimum untuk 1(satu) anak dewasa.

e. Ruang dapur dan ruang MCK

Dalam kondisi rumah keluarga Pasutri usia tua, tetap dalam posisi luas rumah dan luas kavling maksimum agar dimungkinkan menyediakan kamar untuk tamu, khususnya untuk kunjungan anak. 

 

Ketentuan Teknis Pada Ruang kamar Mandi :

  1. Luas kamar mandi minimum adalah 3 m, menggunakan bahan bangunan kedap air pada keempat sisi dinding, dan menggunakan pintu berbahan tahan air dan mudah dibersihkan.
  2. Upayakan udara panas dan bau bisa langsung dialirkan keluar melalui ventilasi yang diletakkan di bagian atas (atap atau dinding). Ventilasi bisa menggunakan bukaan langsung ke ruang luar atau melalui kipas penghisap (exhaust fan) yang diletakan di plafon/langit-langit
  3. Upayakan bau dan bunyi yang ditimbulkan tidak mengganggu kegiatan di ruang lainnya yang berdekatan dengan kamar mandi. 
  4. Kamar mandi berpotensi lembab, basah, dan memproduksi bakteri, jadi upayakan penempatannya berada pada sisi bangunan yang mendapat cahaya matahari dan udara langsung dari luar.
  5. Upayakan kelancaran pengaliran limbah cair dan kakus ke saluran dan tangki septik yang disediakan, agar kamar mandi tidak bau, lembab dan menarik serangga dan atau binatang melata masuk ke dalam kamar mandi

Ketentuan Teknis Pada Ruang Dapur :

  1. Pengaturan pengaliran udara panas dari dapur harus langsung bisa dialirkan ke luar bangunan.
  2. Aliran udara segar dari luar harus mampu mendorong udara panas dan bau ke atas dan dialirkan ke luar bangunan
  3. Hindari api kompor dari aliran udara cepat (angin) dan listrik (stop kontak).
  4. Posisi untuk keluarnya udara panas dan bau diletakkan di bagian atas (atap atau dinding bagian atas), dan masuknya udara segar melalui ventilasi yang diletakkan di bagian bawah
  5. Jika menggunakan tabung gas, upayakan menempatkan tabung gas jauh dari kompor dan dekat dengan bukaan (jendela/pintu).
  6. Upayakan menyiapkan alat pemilah sampah basah & kering agar anggota keluarga dapat memilah sampahnya sejak dari dapur.
  7. Luas dapur minimum adalah 3 m , dinding menggunakan bahan bangunan kedap air setinggi 1.50 m pada sisi tempat cuci dan kompor dan mudah dibersihkan.

sedangkan, untuk Pola pertumbuhan ruang pada skema rumah tumbuh dilakukan dengan menggunakan modul dasar 3m x 3m = 9m, atau kelipatan 0,3

 

Gambar Pola Pertumbuhan rumah pada skema rumah tumbuh

Rumah atau perumahan dikatakan layak huni apabila  memenuhi ketentuan minimal tentang keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K) bagi penghuninya. Menurut ketentuan Kepmen Kimpraswil Nomor 403/KPTS/M/2002, rumah sehat sederhana memiliki luas minimal 36 m, yang dimanfaatkan oleh maksimum jumlah penghuni 4(empat) jiwa. Jika hunian tersebut dihuni lebih dari 4(empat) jiwa maka, ruang rumah harus ditambahkan seluas 9 m2 setiap jiwa.

Demikian juga pada sebuah keluarga yang memiliki dua anak berbeda jenis kelamin, maka luas minimum setara dengan keluarga dengan jumlah anggota 5 jiwa.

_PERKIM_

Sumber : Modul Rumah Sehat  / Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat