Mengenal Bangunan Irigasi : Talang dan Sipon

Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang kegiatan pertanian. Kegiatan penyediaan air irigasi antara lain mengalirkan air dari sumbernya menuju ke petak/lahan pertanian yang akan diari melalui saluran irigasi. Keistimewaan dalam kegiatan irigasi adalah harus mengikuti salah satu sifat air yakni mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan pada kondisi dimana saluran irigasi melewati suatu area cekungan atau menyeberang lembah maupun sungai. Pada umumnya, semakin banyak penurunan elevasi pada saluran maka semakin sedikit potensi areal yang bisa dialiri, oleh sebab itu diperlukan bangunan talang maupun sipon agar elevasi saluran tetap terjaga.

Talang

Menurut Kriteria Perencanaan Irigasi (KP-04), talang adalah saluran buatan yang dibuat dari pasangan beton bertulang, kayu atau baja maupun beton ferrocement, didalamnya air mengalir dengan permukaan bebas, dibuat melintas diatas lembah dengan panjang tertentu (umumnya dibawah 100 m), saluran pembuang, sungai, jalan atau rel kereta api, dan sebagainya.

Gambar 1. Contoh Talang (Sumber: KP-04 Irigasi)

Agar memudahkan dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan, bangunan talang idealnya dilengkapi dengan akses penyeberangan. Akses penyeberangan tersebut biasanya diletakkan diatas saluran irigasi dan dilengkapi dengan pagar pengaman (railing).

Gambar 2. Bangunan Talang Bowong di Kalibawang

Sipon

Sipon adalah bangunan yang membawa air melewati bawah saluran lain (biasanya pembuang), jalan maupun lembah dan area cekungan. Aliran dalam sipon bersifat tertutup sehingga air mengalir karena tekanan. Agar pipa sipon tidak tersumbat dan tidak ada orang, binatang maupun sampah yang masuk, maka mulut sipon ditutup dengan kisi-kisi penyaring (trashrack).

Gambar 3. Contoh Bangunan Sipon (Sumber: KP-04 Irigasi)

Di saluran-saluran yang lebih besar, sipon dibuat dengan pipa rangkap (double barrels) guna menghindari kehilangan yang lebih besar di dalam sipon jika bangunan itu tidak mengalirkan air pada debit rencana. Pipa rangkap juga menguntungkan dari segi pemeliharaan dan mengurangi biaya pelaksanaan bangunan. (f-sda).

Gambar 4. Bangunan Sipon di dekat Bangunan Bagi Beji, Wates