Evaluasi Tata Tanam Tahunan Periode 2021-2022 (Golongan I)

Pada hari Selasa, 21 September 2021 di Balai Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, dilaksanakan rapat rutin 15 harian DI Kalibawang untuk Pengamatan Kalibawang Hulu. Agenda dalam rapat tersebut selain pelaporan keadaan tanaman juga dilaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 39 Tahun 2021 tentang Tata Tanam Tahunan Periode 2021-2022. Perbup tersebut mengatur tentang penerapan sistem golongan pada DI Kalibawang yang dibagi menjadi 2 golongan (Golongan I dan Golongan II). Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan ketersediaan debit air irigasi serta luas areal yang dilayani. Setiap golongan dibagi menjadi 3 Musim Tanam (MT) yang terdiri dari MT 1 (Padi), MT 2 (Padi) dan MT 3 (Palawija) seperti dalam skema berikut:

Gambar 1. Skema Tata Tanam Tahunan Golongan I dan Golongan II

Wilayah Pengamatan Kalibawang Hulu sebagian besar masuk kedalam Golongan I, yang terdiri dari Kejuron Kalibawang I, Kejuron Kalibawang II, Sebagian Kejuron Penjalin dan Sebagian Kejuron Donomulyo. Hasil pengamatan untuk 15 hari pertama di Bulan September menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian kecil (±10%) wilayah pertanian yang belum melakukan pengolahan tanah untuk tanaman padi MT I. Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 39 Tahun 2021 yang mengatur bahwa pengolahan tanah MT 1 Golongan I dimulai pada Bulan Agustus. Realisasi yang mengalami kemunduran dari jadwal tersebut tentu pada akhirnya nanti akan berpengaruh terhadap wilayah hilir yang masuk dalam Golongan II. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka diharapkan petani yang arealnya masuk kedalam Golongan I agar dapat segera mulai pengolahan MT 2 setelah MT 1 berakhir.

Gambar 2. Rapat 15 Harian Kalibawang Hulu dan Evaluasi Perbup

PermenPUPR Nomor 30/PRT/M/2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi menyebutkan bahwa pengelolaan irigasi dilaksanakan dengan prinsip satu sistem irigasi satu kesatuan pengembangan dan pengelolaan, dengan memperhatikan kepentingan pemakai air irigasi dan pengguna jaringan irigasi di bagian hulu, tengah, dan hilir secara selaras. Oleh karena itu, evaluasi dan pendampingan terus dilakukan terutama pada wilayah hulu agar dapat menepati skema tata tanam tahunan sehingga tidak mengganggu pelayanan air untuk wilayah hilir. (f-sda).