Modul Rumah Sehat ( Bag 1 ) _ Kebutuhan Luas Ruang Rumah & Kavling

Modul Rumah Sehat ( Bag 1 )

Kebutuhan Luas Ruang Rumah & Kavling

 

Kesehatan merupakan salah satu aspek yang diperlukan untuk mendukung kegiatan kehidupan dan penghidupan manusia.  Manusia yang sehat akan mampu menjalankan kegiatan kehidupannya lebih produktif, sehingga dapat melakukan kegiatan yang lebih baik dan lebih kreatif.

Kesehatan meliputi kesehatan secara fisik (jasmani) dan kesehatan secara psikis (rohani). Keduanya tidak dapat dipisahkan dan akan selalu saling mempengaruhi, dalam arti  didalam jasmani yang sehat terdapat rohani yang sehat, demikian sebaliknya  dengan  rohani yang sehat akan terwujud jasmani yang sehat.

Kesehatan rohani lebih sulit diukur dibandingkan dengan kesehatan jasmani.  Namun bila rohani tidak sehat akan berpengaruh terhadap produktivitas kegiatan jasmani. Kesehatan fisik rumah sangat erat hubungannya dengan kondisi fisik rumah agar penghuni merasa aman, nyaman dan mudah dalam menjalankan kegiatannya. Rasa aman diwujudkan dengan struktur rumah yang kokoh, atap tidak bocor, dinding tidak lembab, lantai tidak licin dan lembab.  Rasa nyaman diwujudkan dengan kecukupan pencahayaan, pengaliran udara ruang yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen, dan kelembaban di dalam ruang yang sesuai dengan suhu tubuh bagi penghuninya, serta kebutuhan ruang gerak yang cukup. 

Kesehatan fisik rumah erat pula hubungannya dengan 1) ketersediaan air bersih/air minum yang memenuhi syarat kebutuhan dan kualitas air bersih/minum; 2) ketersediaan  sistim pengolahan air limbah yang tidak mencemari sumber air bersih; 3) ketersediaan sistim pembuangan sampah (mulai dari pewadahan & pemilahan, pembuangan dan pengomposan); 4) ketersediaan sistim pengaliran air hujan sehingga tidak menggenangi lingkungan rumah.

Kesehatan rohani dari sebuah hunian lebih sulit diukur dibandingkan dengan sisi kesehatan fisiknya, karena ukurannya adalah rasa atau yang dapat dirasakan oleh penghuninya, seperti rasa nyaman, aman, dan bahagia, saat menjalankan dinamika kehidupannya. Jadi Aspek kesehatan rohani dari sebuah hunian lebih merupakan dampak dari kondisi fisik rumah yang sehat.

Untuk mendapatkan rasa nyaman, aman, dan bahagia maka ukurannya ditentukan oleh kualitas pengaturan pemanfaatan ruang, yang telah dipertimbangkan terhadap criteria persyaratan ruang untuk pribadi dan ruang untuk kegiatan bersama/publik dari penghuninya. Kualitas ruang tersebut sangat dipengaruhi oleh posisi/tempat dimana penghuni berada: meliputi aspek geografis (wilayah, budaya, jarak); dan aspek waktu. Rasa nyaman, aman, dan bahagia sangat dipengaruhi pula oleh kelengkapan data kepemilikan rumah dan tanah/ kapling.

Kebutuhan Luas Ruang Rumah & Kavling

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah nomor 403/KPTS/M/2002 Kebutuhan luas ruang/jiwa minimum adalah 9 m2/jiwa.  Luas kapling yang dibutuhkan (menggunakan KDB = 60%) adalah: 100/60 x 36 m2= 60 m2 (minimum) dan maksimum 200 m2, dengan luas ideal antara 72 – 90 m2.

Tabel 1 Siklus Pertumbuhan Keluarga Vs Tipe Rumah

 

Tabel 2   Pertumbuhan Kebutuhan Rumah Hunian

SNI 03-1733-2004, tentang Tata Cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan Menentukan kebutuhan luas ruang yang didasarkan atas kebutuhan udara segar orang dewasa/jam yaitu antara 16-24 m3, dan untuk anak 8–12 m3, melalui pergantian udara sebanyak-banyaknya 2 kali/jam, serta tinggi langit-langit ruang 2,5 m’. Cara menghitungnya:

Dasar penentuan kebutuhan luas lantai minimum untuk dewasa dan anak adalah:

  • Luas minimum per orang dewasa dan anak yang dihitung atas dasar kebutuhan udara segar maksimum  24 m3/jiwa dewasa  dan  12 m3/jiwa anak.
  • Jumlah orang sesuai siklus pertumbuhan keluarga.
  • Ditambah ruang pelayanan di dalam rumah 50% dari total luas kebutuhan ruang

Perhitungan kebutuhan ruang didasarkan atas kebutuhan udara segar maksimum 24 m3/jiwa dws, karena anak akan menjadi dewasa. Untuk mendapatkan bukaan yang cukup, dan sesuai dengan kondisi tropis di Indonesia maka tinggi langit-langit yang digunakan adalah 2,70 m’, maka kebutuhan luas ruang untuk 1 jiwa adalah:

L per orang=  24 m3/2,70 m’ = 8,89 m2, dibulatkan menjadi 9 m2 (Luas  ruang bersih/bukan as dinding)

Untuk kebutuhan luas rumah sesuai siklus pertumbuhan jumlah anggota keluarga hingga 4 jiwa adalah seperti pada Tabel 3 berikut ini:

Tabel 3 Pilihan Luas ruang rumah (sesuai siklus)

Kebutuhan luas rumah untuk 1 keluarga yang terdiri dari 4 jiwa membutuhkan luas: 54 m2. Dari kebutuhan luas rumah dapat dihitung kebutuhan luas kavling menggunakan Koefisien Dasar Bangunan (KDB). Bila ditentukan KDB= 60%, maka kebutuhan luas kavling dihitung sebagai berikut:

LUAS KAVLING = 100/60 x Luas Rumah

Dengan memperhatikan siklus biologis keluarga, maka perhitungan luas kavling didasarkan pada luas rumah maksimum yang akan ditinggali, yaitu:

LUAS KAVLING = 100/60 x 54 m2 = 90 m2

Perhitungan diatas diartikan bahwa dalam kavling 90 m2, luas yang boleh dibangun atau tertutup tanah hanya 54 m2 saja. Sisanya 36 m2, dijadikan area hijau tempat menaruh tangki septik dan menanam pohon peneduh.

_PERKIM_

Sumber : 

Modul Rumah Sehat ( Puslitbang Kementerian PU - Badan Penelitian dan Pengembangan )