JENIS JENIS PASANGAN SALURAN IRIGASI

Irigasi merupakan usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Manfaat irigasi umumnya digunakan pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian secara luas termasuk di dalamnya kebutuhan peternakan dan perikanan. Walaupun demikian kebutuhan irigasi untuk tanaman padi masih mendominasi kebutuhan irigasi secara menyeluruh.

Jaringan irigasi yaitu prasarana irigasi yang pada pokoknya terdiri dari bangunan dan saluran pemberi pengairan beserta kelengkapannya dan berdasarkan pengelolaannya dikenal dengan jaringan irigasi utama dan jaringan irigasi tersier. Jaringan utama meliputi bangunan, saluran primer, dan saluran tersier. Sedangkan jaringan tersier terdiri dari bangunan dan saluran yang berada dalam petak tersier.

Di dalam perencanaan saluran, banyak bahan yang dapat dipakai untuk pasangan saluran. Tetapi pada prakteknya di Indonesia hanya ada 4 bahan yang dianjurkan pemakaiannya :

  1. Pasangan batu
  2. Beton
  3. Tanah
  4. Beton ferrocemen

Pembuatan pasangan dari bahan-bahan lain tidak dianjurkan dengan alasan sulitnya memperoleh persediaan bahan, teknik pelaksanaan yang lebih rumit dan kelemahan-kelemahan bahan itu sendiri.

Pasangan batu dan beton lebih cocok untuk semua keperluan, kecuali untuk perbaikan stabilitas tanggul. Pasangan tanah hanya cocok untuk pengendalian rembesan dan perbaikan stabilitas tanggul.

Tersedianya bahan di dekat tempat pelaksanaan konstruksi merupakan faktor yang penting dalam pemilihan jenis pasangan. Jika bahan batu tersedia, maka pada umumnya dianjurkan pemakaian pasangan batu. Pasangan dari bata merah mungkin bisa juga dipakai.

Aliran yang masuk ke dalam retak pasangan dengan kecepatan tinggi dapat mengeluarkan bahan-bahan pasangan tersebut. Kecepatan maksimum dibatasi dan berat pasangan harus memadai untuk mengimbangi gaya tekan keatas.

Sebagai alternatif jenis lining, dewasa ini sudah banyak diaplikasikan penggunaan material ferrocemen untuk saluran irigasi dan bangunan air. Struktur ferrocemen yang mudah dikerjakan dan ramah lingkungan sangat cocok untuk diterapkan diberbagai bentuk konstruksi. Bentuk penulangan yang tersebar merata hampir diseluruh bagian struktur memungkinkan untuk dibuat struktur tipis dengan berbagai bentuk struktur sesuai dengan kreasi perencanannya.

  1. LINING PERMUKAAN KERAS

Lining permukaan keras dapat terdiri dari plesteran pasangan batu kali atau beton. Tebal minimum untu pasangan batu kali diambil 30 cm. Untuk beton tumbuk tebalnya paling tidak 8 cm, untuk saluran kecil yang dikonstruksi dengan baik (sampai dengan 6 m3/det) dan 10 cm untuk saluran yang lebih besar. Tebal minimum pasangan beton bertulang adalah 7 cm. Tebal minimum pasangan beton ferrocemen adalah 3 cm. Untuk pasangan semen tanah atau semen tanah yang dipadatkan, tebal minimum diambil 10 cm untuk saluran kecil dan 15 cm untuk saluran yang lebih besar.

Stabilitas pasangan permukaan keras hendaknya dicek untuk mengetahui tekanan air tanah di balik pasangan. Jika stabilitas pasangan terganggu (pembuang), maka sebaiknya dipertimbangkan untuk membuat konstruksi pembebas tekanan (lubang pembuang).

Lining batu

 

Lining beton

  1. TANAH

Tebal pasangan tanah diambil 60 cm untuk dasar saluran dan 75 cm untuk talud saluran. Pemilihan jenis pasangan akan bergantung kepada kondisi dan bahan yang tersedia.

 

Lining tanah

  1. LINING FERROCEMEN

Ferrocemen adalah suatu tipe dinding tipis beton bertulang yang dibuat dari mortar semen hidrolis diberi tulangan dengan kawat anyam/kawat jala (wiremesh) yang menerus dan lapisan yang rapat serta ukuran kawat relatif kecil. Anyaman ini bisa berasal dari logam atau material lain yang tersedia. Kehalusan dan komposisi matriks mortar seharusnya sesuai dengan sistem anyaman dan selimut (pembungkusnya). Mortar yang digunakan dapat juga diberi serat/fiber.

Linning ferrocemen

 

Perbedaan ferrocemen dengan beton bertulang antara lain :

  1. Sifat Fisik
  • Lebih tipis
  • Memiliki tulangan yang terdistribusi pada setiap ketebalannya
  • Penulangan 2 arah
  • Matriksnya hanya terdiri dari agregat halus dan semen
  1. Sifat Mekanik
  • Sifat-sifat seragam dalam 2 arah
  • Umumnya memiliki kuat tarik dan kuat lentur yang tinggi
  • Memiliki rasio tulangan yang tinggi
  • Proses retak dan perluasan retak yang berbeda pada beban tarik
  • Duktilitas meningkat sejalan dengan peningkatan rasio tulangan anyam
  • Kedap air tinggi
  • Lemah terhadap temperatur tinggi
  • Ketahanan terhadap beban kejut lebih tinggi
  1. Proses/pembuatan/pemeliharaan/perbaikan
  • Metode pembuatan berbeda dengan beton bertulang
  • Tidak memerlukan keahlian khusus
  • Sangat mudah dalam perawatan dan perbaikan
  • Biaya konstruksi untuk aplikasi di laut lebih murah dibandingkan kayu, beton bertulang atau
  • Material komposit

Bahan ferrocemen terdiri dari campuran semen, pasir yang diberi tulangan besi beton dengan diameter 6 mm atau 8 mm dan kawat anyam. Perbandingan semen dan pasir yang umum digunakan adalah 1 : 3. Untuk lebih seksama perbandingan ditetapkan dari pengujian laboratorium.

Kelebihan dari lining saluran menggunakan ferrocemen ini antara lain :

  • Biaya konstruksi lebih rendah daripada lining konvensional lainnya
  • Dari segi kekuatan beton ferrocemen mempunyai kekuatan lebih tinggi
  • Dan dari segi berat konstruksi, beton ferrocemen mempunyai konstruksi lebih ringan sehingga dapat digunakan di tanah yang mempunyai daya dukung rendah

Bentuk yang umum dipakai dalam saluran irigasi adalah bentuk U atau tapal kuda.

 

Potongan saluran lining tapal kuda

 

Tipe-tipe saluran

 

 

(ra-sda)

Sumber : Kriteria Perencanaan Irigasi (KP-03)