IZIN PEMANGKASAN DAN PENEBANGAN POHON PERINDANG JALAN

Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kemampuan dan daya dukung lingkungan hidup yang serasi, selaras, dan seimbang guna menunjang terlaksananya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas lingkungan hidup sebagai akibat dari kerusakan pohon pelindung dan/atau pemindahan taman, diperlukan adanya izin sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2020 tentang  Izin Penebangan Pohon Pelindung dan/atau Pemindahan Taman. Pohon pelindung adalah semua pohon yang ditanam pada lokasi jalur hijau, Daerah Milik Jalan, hutan kota, taman kota, lingkungan perkantoran, pusat perdagangan, lokasi pendidikan, taman hiburan dan rekreasi, tempat olahraga, dan taman pemakaman yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Dalam peraturan tersebut juga terdapat kriteria pohon pelindung yang dapat dilakukan penebangan antara lain sebagai berikut:

  1. sudah tua dan/atau meranggas.
  2. telah mati.
  3. membahayakan pengguna jalan.
  4. menghalangi kendaraan masuk.
  5. mengganggu atau membahayakan keselamatan umum.

Masyarakat dapat mengajukan izin pemangkasan /penebangan pohon perindang dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengajukan surat permohonan pemangkasan/penebangan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, dengan tembusan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo (untuk mendapatkan rekomendasi).
  2. Melampirkan kartu identitas pemohon.
  3. Melampirkan dokumentasi kondisi pohon dan jumlah pohon yang dimohonkan.

Penebangan pohon yang berada di Ruang Milik Jalan (Rumija) atau di Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) harus mendapatkan izin dari DPUPKP sesuai kewenangannya dengan rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup. Selain kegiatan penebangan DPUPKP juga melakukan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan terhadap pohon berupa pemangkasan atau pengurangan dahan/ranting. (BM)