PERENCANAAN SALURAN

Dilihat dari segi teknik, saluran tersier dan kuarter merupakan hal kecil dan sederhana. Bagi para Petani Pemakai Air, saluran-saluran sederhana ini sangat penting karena dengan sarana inilah air irigasi dapat dibagi-bagi ke sawah. Perencanaan hendaknya didasarkan pada prinsip-prinsip teknis yang andal, tetapi juga harus dapat memenuhi keinginan yang diajukan para pemakai air.Oleh sebab itu merencanakan pengembangan petak tersier merupakan aktivitas yang memerlukan pengecekan yang terus-menerus terhadap implikasi praktis. Yang paling perlu dilakukan adalah sering melakukan kontak dengan para Petani Pemakai Air.
Kapasitas saluran irigasi ditentukan oleh kebutuhan air irigasi selama penyiapan lahan. Bila dipakai sistem rotasi (permanen) kapasitas ini akan disesuaikan. Oleh sebab itu, untuk perencanaan saluran dan bangunan irigasi, tipe rotasi yang akan diterapkan hendaknya ditentukan terlebih dahulu.
Cara pemeliharaan saluran menentukan koefisien kekasaran yang akan dipilih akan tetapi pemeliharaan yang jelek akan menyebabkan kecepatan aliran menjadi lebih rendah dan kemudian akan diperlukan saluran yang lebih besar. Oleh karena itu, program pembinaan mengenai pemeliharaan saluran yang memadai dapat juga membantu mengurangi biaya pelaksanaan.
Saluran pembuang yang direncana dan dilaksanakan dengan baik, merupakan keharusan bagi daerah irigasi yang dikelola dengan baik. Saluran pembuang akan membuang kelebihan air dari sawah dalam waktu yang sesingkat mungkin untuk mencegah terjadinya genangan dan kerusakan tanaman, serta mengatur muka air tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Kapasitas saluran pembuang yang dapat dianggap layak dari segi ekonomi didalam petak tersier, tergantung dari  perbandingan antara berkurangnya panen yang diharapkan akibat air yang berlebihan dengan biaya pelaksanaan dan pemeliharaan saluran pembuang dan bangunan-bangunannya. Jika kapasitas saluran pembuang disuatu daerah kurang memadai untuk membuang kelebihan air dengan segera, maka air akan mengalir dari sawah-sawah yang letaknya lebih tinggi ke sawah-sawah yang lebih rendah. Akibatnya muka air dalam cekungan-cekungan disini akan melonjak sampai beberapa saat, yang akan merusak tanaman, saluran dan bangunan.
Kelebihan air di sawah-sawah, disebabkan oleh kelebihan curah hujan, dikeringkan dengan sistem pembuang permukaan berupa saluran (pembuang), alur alamiah dan/atau sungai.Biasanya fungsi pembuang alamiah bawah permukaan diabaikan(tidak dipakai).
Kapasitas saluran pembuang ditentukan dengan modulus pembuang, yaitu jumlah kelebihan air yang akan dikeringkan per satuan luas. Umumnya modulus pembuang dinyatakan dengan satuan liter per detik per hektar.

Sumber: KP-Petak Tersier (W-SDA)