GERAKAN CINTA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

 

Irigasi  : upaya penyediaan, pengaturan (pembagian, pemberian, penggunaan) dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi:

-       Irigasi permukaan,

-       Irigasi rawa,

-       Irigasi bawah tanah,

-       Irigasi pompa dan

-       Irigasi tambak

Fungsi  : mendukung produktifitas usaha tani guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, yang diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi.

Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi :

Serangkaian upaya pengaturan air irigasi termasuk pembuangannya dan upaya menjaga serta mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik.

Operasi jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka-menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau dan mengevaluasi.

Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna mempelancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya.

Hal-hal yang harus dihindarkan pada saluran irigasi :

1.    Membuat pintu air tidak berfungsi antara lain:

·         Merusak pintu air dengan cara apapun;

·         Membuka lebar-lebar tanpa kendali

·         Mengganjal pintu agar dapat memperoleh air lebih banyak;

·     Mengambil daun pintu air atau bagian-bagian untuk dipakai bagi kepentingan lain.

2.    Merusak bangunan antara lain:

·         Membobol atau membongkar pasangan atau plesteran batu;

·         Membongkar pasangan batu untuk mencari ikan dan lain-lain;

·      Membobol saluran primer / sekunder ke sawah untuk mendapatkan air secara langsung dengan mudah.

3.    Permasalahan ternak antara lain:

·     Penggembalaan ternak di tanggul saluran ataupun di tanah dan pekarangan yang termasuk bagian dari bangunan irigasi;

·         Memandikan ternak di tempat yang tidak diperuntukkan untuk memandikan ternak.

4.    Pengambilan air secara liar antara lain:

·         Mengambil air dengan cara memasang pipa di bawah tanggul saluran;

·         Mengambil air dari petak tersier lain tanpa ijin;

·         Memompa air dari saluran menuju ke sawah secara langsung;

·      Membangun bangunan sadap tanpa ijin untuk mendapatkan air secara langsung;

·         Memasang siang untuk mendapatkan air secara langsung.

5.    Mengubah jadwal giliran antara lain:

·         Penggunaan air yang menyimpang dari jadwal giliran yang telah ditetapkan bersama;

·         Mengambil air untuk di luar lahan (areal) baku irigasi.

6.    Penyebab terjadinya pelanggaran antara lain:

·         Petani tidak patuh dan tidak sabar menunggu giliran air;

·         Operasi tidak tepat sehingga ada petani yang tidak mendapat jatah air secara adil;

·         Petani di bagian hulu mengambil air berlebihan;

 

·         Pasokan air kelompok tersebut memang kurang

(Andri - SDA)