Pembuatan dan Pemeriksaan Benda Uji Beton

 

Gambar 1 : Alat Cetak Benda Uji Beton

 

Gambar 2 : Alat Ukur Kuat Tekan Beton

 

 

PEMBAUATAN DAN PEMERIKSAAN BENDA UJI BETON

 

  1. Benda-benda uji kubus harus dibuat dengan cetakan-cetakan (gambar 1) yang paling sedikit mempunyai 2 dinding yang berhadapan terdiri dari bidang-bidang yang rata betul dari plat baja, kaca cermin atau pelat alumunium (kayu tidak boleh dipakai). Cetakan di sapu sebelumnya dengan vaselin, lemak atau minyak, agar mudah dapat dilepaskan dari betonnya, kemudian diletakan diatas bidang alas yang rata yang tidak menyerap air.

  2. Adukan beton untuk benda-benda uji harus diambil langsung dari mesin pengaduk dengan menggunakan ember atau alat lain yang tidak menyerap air. Bila dianggap perlu adukan beton diaduk lagi sebelum diisikan ke dalam cetakan.

  3. Pada adukan beton yang encer, adukan beton diisikan kedalam cetakan dalam 3 lapis yang kira-kira sama tebalnya, dimana masing-masing lapis ditusuk-tusuk 10 kali dengan tongkat baja dengan diameter 16 mm dan dengan ujung yang dibulatkan. Pada adukan beton yang kental, cetakan harus diberi sambungan tambahan ke atas, kemudian adukan beton diisikan sekaligus. Selanjutnya adukan didalam cetakan harus dipadatkan dengan cara yang sesuai pada pelaksanaan yang sesungguhnya.

  4. Kubus-kubus uji yang baru dicetak harus disimpan ditempat yang bebas dari getaran dan ditutupi dengan karung basah selama 24 jam, setelah itu kubus-kubus tersebut dilepaskan dengan hati-hati dari cetakannya. Jangka waktu 24 jam ini harus diperpanjang apabila ternyata betonnya belum cukup mengeras. Sesudah itu masing-masing kubus diberi tanda seperlunya dan disimpan disuatu tempat dengan suhu yang sama dengan suhu udara luar, dalam pasir bersih yang lembab sampai saat pemeriksaan. Pasir untuk keperluan ini harus disetujui oleh pengawas ahli.

  5. Sebelum kubus uji diperiksa kekuatannya ukurannya harus ditentukan dengan ketelitian sampai mm. Apabila berat isi dari beton juga harus ditentukan maka berat beton harus ditentukan dengan ketelitian sampai ratusan gram.

  6. Pada pengujian, tekanan dikerjakan pada bidang-bidang sisi dari kubus yang didalam cetakannya telah menempel pada bidang-bidang yang rata. Tekanan harus di naikan berangsur-angsur dengan kecepatan 4 s/d 6 kg/cm2.

  7. Sebagai beban hancur dari kubus berlaku beban tertinggi yang ditunjukan oleh pesawat penguji (gambar 2). Pesawat penguji tidak boleh mempunyai kesalahan yang melampaui lebih kurang 3 % pada setiap pembebanan diatas 10 % dari kapasitas maksimum.