HOLLOW JET VALVE

Bendungan mempunyai pintu pengeluaran pada bagian bawahnya, yang berfungsi sebagai salah satu prasarana yang mengatur pengeluaran air dari waduk ke bagian hilir. Ada beberapa jenis pintu yang biasa digunakan, diantaranya disebut Hollow-jet Valve.

Ada beberapa macam valve (katup) yang dipasang di bendungan (beberapa bendungan menggunakan valve sebagai pintu pengeluaran), yang macamnya tergantung dengan kebutuhannya. Tujuan utama dari pemasangan valve pada pintu pengeluaran tersebut adalah untuk mengatur pengeluaran air dari waduk ke hilir dan yang paling penting adalah untuk meredam energi air yang keluar. Bila tidak diredam, energi air tersebut dapat merusak batuan dan tanah disekitarnya, atau struktur bangunan di dekatnya. Ada empat tipe valve yang biasa dipasang di bendungan, yaitu: Hollow-jet valve, Fixed Cone valve, Ring-jet valve dan jet flow gate.

Hollow jet valves, disebut juga needle valve. Valve jenis ini paling banyak dipakai. Konstruksinya mirip dengan howell-Bunger valve, dengan perbedaan terletak pada bagian dalam yang berbentuk seperti jarum dan memiliki sirip radial yang berguna mengarahkan aliran. Bagian yang digerakkan adalah valve sleeve. Sebagai contoh disini adalah hollow jet valve dari Bendungan Jatiluhur Purwakarta.

Gambar 1: Foto Hollow-jet valve kanan Bendungan Ir. H. Djuanda (Waduk Jatiluhur)

Bendungan Jatiluhur memiliki sepasang Hollow-jet Valve. Gambar di bawah menunjukkan lokasi dan foto Hollow-jet valve di Bendungan Jatiluhur.

Gambar 2: Lokasi Hollow-jet Valve di Menara Pelimpah Utama Morning Glory Bendungan Jatiluhur

Gambar 3: Foto Sepasang Hollow-jet Valve Bendungan Jatiluhur dilihat dari atas menara pelimpah utama.

Berdasarkan spesifikasi teknis yang diberikan oleh Neyrpic – Greboble (pembuat Hollow-jet valve Bendungan Jatiluhur), masing-masing Hollow-jet valve memiliki diameter 3.850 mm, dengan pipa dari intake hingga ke pengeluaran memiliki panjang 17 m. Hollow-jet valve dapat dioperasikan dengan cara manual maupun tenaga listrik. Pengoperasian manual dilakukan langsung di lokasi hollow-jet valve yang berada di plafon ruang pembangkitan.

Secara teknis kebutuhan air di hilir Bendungan Jatiluhur dapat dipenuhi melalui air yang dikeluarkan melalui turbin. Ada 6 buah turbin pembangkit listrik dengan kapasitas alir maksimum masing-masing sebesar 45 m3/s pada elevasi muka air waduk +107 m.

Berarti debit sebesar 270 m3/s dapat dilewatkan ke hilir bila ke enam turbin pembangkit listrik jalan. Kebutuhan air di hilir sepanjang tahun tidak pernah melebihi 270 m3/s. Namun demikian pada waktu-waktu tertentu hollow-jet valve harus dibuka karena kebutuhan air di hilir sebagian tidak dapat dipenuhi melalui turbin, karena misalnya terjadi kerusakan unit pembangkit atau ada pekerjaan overhaul unit pembangkit, atau pada kondisi elevasi muka air di bawah intake turbin, sehingga satu-satunya jalan keluar air ke hilir hanya melalui Hollow-jet Valve.

Sebagaimana bagian-bagian lain dari bendungan, hollow-jet valve perlu dipelihara. Jadwal inspeksi dan pemeliharaan mengacu pada manual yang disediakan Neyrpic – Grenoble. Khusus untuk bangunan sipil (bagian yang tidak bergerak), sebagai dudukan hollow-jet valve, juga dilakukan inspeksi rutin. Inspeksi ini dilakukan secara visual dengan mengamati struktur di sekitar hollow-jet valve.

Sumber : https://jatiluhurdam.wordpress.com/2009/12/14/hollow-jet-valve/

(J-sda)