Peran pemulung/sektor Informal di TPA Bnayuroto

Jumlah penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta akan terus meningkat setiap tahunnya menurut hasil sensus penduduk tahun 2015. Peningkatan jumlah penduduk akan membawa permasalahan terhadap volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Timbulan sampah yang semakin besar mengakibatkan umur TPA menjadi berkurang dengan cepat apabila tidak segera diselesaikan. Disinilah keberadaan pemulung mempunyai potensi peran serta membantu pemerintah yang aktivitasnya dalam proses pengurangan dan pengelolaan sampah di TPA Banyuroto.

Metode yang digunakan yaitu studi deskriptif dengan analisa kuantitatif. Penelitian ini dilakukan selama 8 hari berturut-turut. Besar sampel yang diamati adalah 9 orang.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui residu sampah dari aktivitas pemulung di TPA Banyuroto.

Hasil penelitian dilapangan diketahui bahwa jumlah sampah yang masuk kedalam TPA Banyuroto setiap hari adalah 22 ton/hari atau 82 m3, sedangkan jumlah timbulan sampah yang dapat dikelola oleh pemulung setiap hari adalah 240 kg/hari atau 0,24 ton/hari. Jadi, jumlah timbulan residu sampah setiap hari adalah 21,76 ton/hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran pemulung dalam pengelolaan sampah di TPA Banyuroto mampu mengurangi timbulan sampah yang ada di dalam TPA Banyuroto sebesar 1,1%.