Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Kulon Progo

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira sama dengan jumlah konsumsi.
Sampah di Kabupaten Kulon Progo yang menjadi urusan pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sedangkan Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.

Mencermati Permasalahan mendesak dari layanan persampahan di Kabupaten Kulon Progo saat ini meliputi :
1. Masih kurangnya truk sampah.
2. Tranfer depo yang ada sudah tidak mampu menampung volume sampah kota.
3. Kurang Optimalnya Pemilahan di TPS 3R sehingga makin menambah volume sampah masuk TPA.
4. Pemilahan Di TPST yang berada di TPA masih kurang optimal.
5. Masih kurangnya peran masyarakat dalam mengelola sampah.
6. Umur Teknis TPA Banyutoro yang hanya 8 tahun dan mendekati kritis (dari 2010 s/d 2018).