Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air

Konservasi Sumber Daya Air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi Sumber Daya Air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Salah satu kegiatan konservasi sumber daya air yang dapat dilakukan adalah perlindungan dan pelestarian sumber air. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungannya terhadap kerusakan dan gangguan yang disebabkan baik daya alam maupun aktifitas manusia.

Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk perlindungan dan pelestarian sumber air antara lain sebagai berikut:

1. Metode Vegetatif

Metode ini menggunakan tanaman, tumbuhan ataupun sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi. Pelestarian dengan cara ini melalui:

  1. Pengurangan daya rusak butiran air hujan yang jatuh, karena intersepsi oleh daun atau tajuk tanaman.
  2. Air permukaan dapat berkurang karena meningkatnya kapasitas infiltrasi oleh akar tanaman.
  3. Memperlambat aliran air permukaan karena meningkatnya panjang lintasan aliran permukaan oleh tanaman.
  4. Daya rusak aliran air lebih rendah dikarenakan kecepatan aliran yang melambat karena kekasaran permukaan.

Gambar 1. Perlindungan terhadap sumber mata air

2. Metode Mekanis

Prinsip metode ini adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air saat musim hujan kemudian menyediakannya saat musim kemarau. Fungsi dari metode ini antara lain:

  1. Memperlambat aliran air.
  2. Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan, sehingga tidak merusak.
  3. Memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah.
  4. Penyediaan air bagi tanaman.

Metode ini dapat dilakukan antara lain dengan pengolahan tanah menurut garis kontur, pembuatan terasering, pembuatan saluran air, pembuatan dam pengendali, pembuatan embung maupun waduk.

Gambar 2. Embung sebagai upaya konservasi sumber daya air

3. Metode Kimiawi

Metode ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanah sehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Penggunaan bahan kimiawi tetap harus memperhatikan sifat-sifat berikut ini:

  1. Bersifat adhesif dan dapat bercampur dengan tanah secara merata.
  2. Dapat merubah sifat hidropobik tanah.
  3. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air.
  4. Daya tahan yang baik.
  5. Tidak beracun.

Berbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering dipakai antara lain polylinyl acetate, polyvinyl pyrrolidone, aspalt, latex, dan sebagainya. (f-sda).

Sumber:

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air

2. Modul Konservasi SDA, Pusdiklat SDA dan Konstruksi, BPSDM, Kementerian PUPR