REHABILITASI ATAP MASJID AGUNG KULONPROGO

Setelah tertunda satu tahun akibat pengalihan anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19, akhirnya rehabilitasi Masjid Agung Kulonprogo telah resmi dimulai per 23 Maret 2021. Pembatalan tersebut pernah termuat dalam artikel “PEMBATALAN KEGIATAN RENOVASI MASJID AGUNG KULON PROGO” tertanggal 15 April 2020. Namun demikian tahun ini usulan tersebut diprioritaskan mengingat kebutuhannya yang cukup mendesak.

Kontraktor yang melakukan kegiatan ini adalah PT. Azha Sendangmulya Putra, sedangkan Konsultan Pengawasnya dari Kala Prana Konsultan. Anggaran yang diusulkan untuk rehabilitasi ini adalah Rp, 5.000.000.000,00, namun demikian setelah tahap lelang, kegiatan tersebut terkontrak Rp, 4.000.342.000,00. Kegitan rehabilitasi ini meliputi rehabilitasi keseluruhan atap dan perbaikan sound system. Atap menjadi fokus utama rehabilitasi karena sering terjadi kebocoran ketika hujan, sedangkan sound system jadi penting untuk diperbaiki pula karena banyaknya keluhan jamaah akan kekurang jelasan suara pada pengeras suara. Rehabilitasi atap meliputi mengganti seluruh komponen atap yang semula rangka kayu dan genteng tanah menjadi rangka baja ringan dan genteng metal. Hal tersebut dianggap perlu untuk mengurangi beban atap terhadap struktur di bawahnya.

Estimasi waktu yang diperlukan untuk pekerjaan ini ialah 150 hari kalender, tidak termasuk libur lebaran yang direncanakan seminggu sebelum dan sesudah lebaran. Mengingat waktu berlangsungnya rehabilitasi Masjid Agung Kulonprogo ini menabrak bulan suci Ramadhan, perlu adanya strategi untuk meminimalisir terganggunya jamaah. Setelah berdiskusi dengan pihak takmir, diputuskan untuk mengerjakan atap utama yang tengah terlebih dahulu, sedangkan kegiatan masjid dialihkan ke serambi. Mengingat atap baru menggunakan rangka baja ringan, pembongkaran perlu dilakukan secara keseluruhan agar modul dari rangka atap dapat terpasang dengan maksimal. Sedangkan kegiatan masjid yang dialihkan ke serambi diharapkan aman karena diatas serambi masih terdapat dak lantai 2.

Menanggapi kegiatan rehabilitasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menerima barangkali nanti dalam prosesnya akan cukup mengganggu kegiatan selama bulan Ramadhan. Area yang sedang dikerjakan harus steril dari orang luar untuk menjaga prosedur keselamatan. Adapun kontraktor sudah menjamin akan menghentikan sementara kegiatan rehabilitasi apabila memasuki waktu shalat fardhu, mulai dari menjelang adzan sampai berakhirnya shalat berjamaah.

(-CK-)