PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna  memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan secara terus menerus. Ruang lingkup kegiatan pemeliharaan jaringan meliputi :

a) Inventarisasi kondisi jaringan irigasi

b) Perencanaan

c) Pelaksanaan

d) Pemantauan dan evaluasi

 

Data Pendukung Kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Di dalam penyelenggaraan pemeliharaan jaringan irigasi diperlukan data-data pendukung sebagai berikut :

a) Peta Daerah Irigasi (Skala 1 : 5.000 atau Skala 1 : 10.000)

Dengan batas daerah irigasi dan tata letak saluran induk & sekunder, bangunan air, pembagian areal layanan irigasi, batas wilayah kerja antara lain: wilayah kerja UPTD, wilayah kerja mantri / juru pengairan, wilayah kerja balai, wilayah kabupaten.

b) Skema Jaringan Irigasi

Menggambarkan letak dan nama-nama saluran induk & sekunder, bangunan bagi, bangunan bagi - sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkap lainnya yang masing-masing dilengkapi dengan nomenklatur.

c) Inventarisasi Jaringan Irigasi

d) Gambar Pasca Konstruksi (as built drawing)

e) Perencanaan 5 (lima) tahunan Pengelolaan Aset Irigasi

f) Dokumen dan data pendukung lainnya

 

Jenis-Jenis Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Jenis pemeliharaan jaringan irigasi terdiri dari:

a) Pengamanan jaringan irigasi

b) Pemeliharaan rutin

c) Pemeliharaan berkala

d) Perbaikan darurat

 

1. Pengamanan Jaringan Irigasi

Pengamanan jaringan irigasi merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kerusakan jaringan irigasi yang disebabkan oleh daya rusak air, hewan, atau oleh manusia guna mempertahankan fungsi jaringan irigasi.

Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus oleh dinas yang membidangi irigasi, anggota / pengurus P3A / GP3A / IP3A, Kelompok Pendamping Lapangan dan seluruh masyarakat setempat. Setiap kegiatan yang dapat membahayakan atau merusak jaringan irigasi dilakukan tindakan pencegahan berupa pemasangan papan larangan, papan peringatan atau perangkat pengamanan lainnya. Adapun tindakan pengamanan dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

Tindakan Pencegahan

1) Melarang pengambilan batu, pasir dan tanah pada lokasi ± 500 m sebelah hulu dan ± 1.000 m sebelah hilir bendung irigasi atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2) Melarang memandikan hewan selain di tempat yang telah ditentukan dengan memasang papan larangan.

3) Menetapkan garis sempadan saluran sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

4) Memasang papan larangan tentang penggarapan tanah dan mendirikan bangunan di dalam garis sempadan saluran.

5) Petugas pengelola irigasi harus mengontrol patok - patok batas tanah pengairan supaya tidak dipindahkan oleh masyarakat.

6) Memasang papan larangan untuk kendaraan yang melintas jalan inspeksi yang melebihi kelas jalan.

7) Melarang mandi di sekitar bangunan atau lokasi - lokasi yang berbahaya.

8) Melarang mendirikan bangunan dan atau menanam pohon di tanggul saluran irigasi.

9) Mengadakan penyuluhan / sosialisasi kepada masyarakat dan instansi terkait tentang pengamanan fungsi Jaringan Irigasi.

papan larangan membuang sampah sembarangan di jaringan irigasi

 

Tindakan Pengamanan

1) Membuat bangunan pengamanan ditempat - tempat yang berbahaya, misalnya : disekitar bangunan utama, siphon, ruas saluran yang tebingnya curam, daerah padat penduduk dan lain sebagainya.

2) Penyediaan tempat mandi hewan dan tangga cuci.

3) Pemasangan penghalang di jalan inspeksi dan tanggul - tanggul saluran berupa portal, patok.

2. Pemeliharaan Rutin

Merupakan kegiatan perawatan dalam rangka mempertahankan kondisi Jaringan Irigasi yang dilaksanakan secara terus menerus tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti. Kegiatan pemeliharaan rutin meliputi :

a) Yang bersifat perawatan :

- Memberikan minyak pelumas pada bagian pintu.

- Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman liar dan semak - semak.

- Membersihkan saluran dan bangunan dari sampah dan kotoran.

- Pembuangan endapan lumpur di bangunan ukur.

- Memelihara tanaman lindung di sekitar bangunan dan di tepi luar tanggul saluran.

memberikan pelumas pada pintu air

membersihkan saluran dari sampah dan kotoran

 

b) Yang bersifat perbaikan ringan:

- Menutup lubang-lubang bocoran kecil di saluran / bangunan.

- Perbaikan kecil pada pasangan, misalnya siaran / plesteran yang retak atau beberapa batu muka yang lepas.

 3. Pemeliharaan Berkala

Pemeliharaan berkala merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan yang dilaksanakan secara berkala yang direncanakan dan dilaksanakan oleh dinas yang membidangi Irigasi dan dapat bekerja sama dengan P3A / GP3A / IP3A secara swakelola berdasarkan kemampuan lembaga tersebut dan dapat pula dilaksanakan secara kontraktual.

Pelaksanaan pemeliharaan berkala dilaksanakan secara periodik sesuai kondisi Jaringan Irigasinya. Setiap jenis kegiatan pemeliharaan berkala dapat berbeda-beda periodenya, misalnya setiap tahun, 2 tahun, 3 tahun dan pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal musim tanam serta waktu pengeringan. Pemeliharaan berkala dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pemeliharaan yang bersifat perawatan, pemeliharaan yang bersifat perbaikan, dan pemeliharaan yang bersifat penggantian. Pekerjaan pemeliharaan berkala meliputi:

a) Pemeliharaan berkala yang bersifat perawatan

- Pengecatan pintu.

- Pembuangan lumpur di bangunan dan saluran.

 

pengecatan pintu air

 

b) Pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan

- Perbaikan bendung, bangunan pengambilan dan bangunan pengatur.

- Perbaikan bangunan ukur dan kelengkapannya.

- Perbaikan saluran.

- Perbaikan pintu-pintu dan skot balk.

- Perbaikan jalan inspeksi.

- Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor, rumah dinas, rumah PPA dan PPB, kendaraan dan peralatan.

perbaikan pintu air

 

c) Pemeliharaan Berkala Yang Bersifat Penggantian

- Penggantian pintu.

- Penggantian alat ukur.

- Penggantian peil schall.

4. Penanggulangan / Perbaikan Darurat

Perbaikan darurat dilakukan akibat bencana alam dan atau kerusakan berat akibat terjadinya kejadian luar biasa (seperti perusakan / penjebolan tanggul, longsoran tebing yang menutup jaringan, tanggul putus dll) dan penanggulangan segera dengan konstruksi tidak permanen, agar jaringan irigasi tetap berfungsi.

tanggul darurat menggunakan karung plastik

 

Kejadian luar biasa / bencana alam harus segera dilaporkan oleh juru kepada pengamat dan kepala dinas secara berjenjang dan selanjutnya oleh kepala dinas dilaporkan kepada Bupati. Lokasi, tanggal / waktu, dan kerusakan akibat kejadian bencana / KLB dimasukkan dalam Blangko 03-P dan lampirannya

Perbaikan darurat ini dapat dilakukan secara gotong - royong, swakelola atau kontraktual, dengan menggunakan bahan yang tersedia di Dinas / pengelola irigasi atau yang disediakan masyarakat seperti (bronjong, karung plastik, batu, pasir, bambu, batang kelapa, dan lain - lain). Selanjutnya perbaikan darurat ini disempurnakan dengan konstruksi yang permanen dan dianggarkan secepatnya melalui program rehabilitasi. (ririn-sda)

 

(Sumber : modul pemeliharaan jaringan irigasi, Kementerian PUPR)