Pengelolaan Fisik Rusunawa

Tujuan pembangunan rusunawa adalah pengurangan kekumuhan di perkotaan dan penyediaan permukiman yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kedua tujuan tersebut tersebutlah yang menjadi landasan bagi pengelola, karena keduanya merupakan tujuan dan target bisnis rusunawa yang realistis untuk dikembangkan. Bagaimana tujuan dan target bisnis tersebut diwujudkan, dua kata kunci yang harus dipegang kuat oleh pengelola adalah pemeliharaan dan perawatan rusunawa. Pemeliharaan, dalam bahasa sederhananya, berarti kondisi rusunawa sejak dibangunnya tidak mengalami perubahan yang berarti setelah rusunawa tersebut dihuni oleh para penghuni sewa. Dengan kata lain, pemeliharaan adalah rangkaian kegiatan atau prosedur yang dilakukan untuk mengembalikan atau menjaga sistem prasarana dan sarana berfungsi secara penuh.

Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 14/PERMEN/M/2007 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung mengartikan pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi (preventive maintenance). Walaupun diungkapkan dengan kalimat yang berbeda, pengertian-pengertian tersebut secara substansial memiliki kesamaan makna, artinya bangunan rusunawa, bagi siapa saja yang berkepentingan dengan bangunan tersebut merasa tidak terusik dengan kondisi yang ada pada rusunawa tersebut, mereka merasa nyaman dan terlindungi.

Kemudian kata kedua: perawatan, dalam bahasa sederhananya yang dapat dipahami adalah gangguan atau kerusakan sekecil apapun yang terjadi pada bangunan rusunawa cepat tertangani tanpa harus membuat kenyamanan, ketentraman, keamanan, dan kesehatan penghuni atau siapa saja yang berkepentingan terganggu tanpa batas waktu yang tidak jelas. Dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 14/PERMEN/M/2007 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung mengartikan perawatan sebagai kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap laik fungsi (curative maintenance).

Dua kata kunci tersebut, pemeliharaan dan perawatan, merupakan wujud dari strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan target bisnis rusunawa yang harus disiapkan dan dijalankan secara konsisten dan profesional. Dengan menerapkan dua kata kunci tersebut, maka prinsip dasar pengelolaan operasional dapat diwujudkan atau direalisasikan dalam pengelolaan rusunawa.