Keselamatan Konstruksi: Seri 1 Penggunaan Tangga

Keselamatan Konstruksi:
Seri 1 Penggunaan Tangga

 

Tangga sangat dibutuhkan pada berbagai pekerjaan dalam konstruksi, namun terkadang penggunaannya kurang diperhatikan walupun memiliki risiko terjadinya cidera yang serius. Mengetahui bagaimana cara menggunakan tangga yang baik dan aman dalam penggunaannya merupakan hal yang penting untuk keselamatan kerja.

Tangga biasanya dipergunakan untuk menjangkau atau bekerja di atas ketinggian, namun pekerjaan di atas ketinggian dalam waktu yang lama, tangga tidak dapat dipergunakan (menggunakan scafold atau raised platform). Pekerjaan dengan ketinggian di atas 3 m memerlukan fall protection.

Tangga dapat berupa tangga portabel atau tangga permanen. Tangga portabel terdiri dari beberapa tipe, yaitu: tangga lurus/extension ladders; step ladders dan tangga kombinasi.

Tangga permanen dengan tinggi 8 meter atau lebih harus dilengkapi dengan: (a) alat keselamatan tangga; (b) bordes (platform istirahat) setiap maksimal 45 m; (c) sangkar dan unit tangga berganda (setiap unit tangga tingginya tidak melebihi 15 m).

Tangga yang baik untuk digunakan adalah tangga yang tepat (material, tipe dan tinggi tangga) terhadap pekerjaan yang dilakukan. Tangga yang dipergunakan harus memiliki spasifikasi yang sesuai dengan beban yang akan bekerja diatasnya (berat pekerja dan peralatan yang dipergunakan).

Material tangga bisa terbuat  dari alumunium, besi, fiberglass dan kayu. Apabila melakukan pekerjaan pada tempat kerja dengan tegangan listrik, lebih baik menggunakan tangga berbahan fiberglass, dari pada tangga berbahan metal.

Tangga yang dibuat di lokasi proyek dengan menggunakan material yang ada harus memiliki panjang total maksimal 4,9 m dan sisi tiang tidak terdapat sambungan, serta lebar anak tangga antara 45 – 58 cm.

Pengecekan tangga sebelum dipergunakan sangatlah penting untuk memastikan keamanan penggunaan tangga. Tangga juga harus disimpan dan dijaga kebersihan dan kondisinya, baik tangga jadi maupun tangga yang dibuat di lokasi. Anak tangga yang terdapat lumpur, pelumas, air dapat menyebabkan terpeleset penggunanya, serta dapat membuat tangga menjadi konduktor listrik.

Tangga harus diletakkan di atas landasan yang kuat dan bagian atas harus memiliki kelebihan 1 – 1,4 m dari tumpuan atas tangga untuk memberikan pegangan saat menuju atau dari tangga. Kemiringan tangga yang aman digunakan adalah 1 : 4 (v:h), untuk mengecek nya adalah dengan berdiri didepan tangga jari-jari dengan tepat mencapai anak tangga. Tumpuan bawah tangga dapat diberikan material anti slip atau beban penahan, serta tumpuan tangga bagian atas dapat diikatkan pada struktur atas untuk menghindari tangga tergelincir.

Selalu melihat ke arah tangga saat naik maupun menuruni tangga, serta menjaga tiga titik kontak dengan tangga. Hanya memindahkan satu kaki atau satu tangan dalam satu waktu, serta tangan tidak memegang peralatan ketika menaiki atau menuruni tangga. Hanya terdapat satu orang dalam satu waktu tidak diperkenankan tangga dipergunakan lebih dari satu orang dalam satu waktu. Untuk membawa peralatan saat menaiki atau menuruni tangga menggunakan tool belt atau tali untuk menaikan peralatan. Tidak memaksakan meraih tempat yang susah dicapai saat menaiki tangga, turun dan pindahkan tangga untuk mencapai tempat yang diinginkan.

 

(PE DPUPKP)