PELAKSANAAN UJI PETIK PROGRAM HIBAH AIR LIMBAH SETEMPAT DI KABUPATEN KULON PROGO

Program Hibah Air Limbah Setempat yang merupakan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output based), dimana Pemerintah Daerah diwajibkan melakukan investasi terlebih dahulu untuk meningkatkan layanan air limbah setempat, yang akan dilanjutkan dengan pencairan dana hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Teknis. Program hibah air limbah setempat mempunyai keluaran yaitu terbangun dan berfungsinya tangki septik.

 

Program hibah air limbah setempat ini bersinergi dengan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) khususnya di kabupaten/kota yang memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) atau kerjasama IPLT.

 

Tujuan Kegiatan

Program Hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan dengan penyediaan prasarana bidang air limbah berupa tangki septik yang sesuai dengan persyaratan teknis untuk mendukung Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), serta mendorong Pemerintah Daerah  agar meningkatkan investasinya dalam penyediaan prasarana air limbah sehingga terjadi peningkatan layanan terhadap masyarakat yang mendapatkan akses sistem pengelolaan air limbah.

 

Besaran dan Peruntukan Dana Hibah

Dana hibah untuk Program Hibah Air Limbah Setempat telah ditetapkan besaran serta peruntukannya oleh pemerintah pusat, sebagai berikut:

 

Besaran Dana Hibah

Dana hibah akan diberikan berdasarkan jumlah rumah yang terlayani oleh tangki septik yang dibangun dan berfungsi dengan baik. Besaran dana hibah ini akan akan dihitung secara progresif dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tangki Septik dibangun setelah tanggal penerbitan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dari Kementerian Keuangan dan sudah dilakukan baseline survey; dan Jumlah rumah terlayani < 3.000 unit, sebesar Rp. 3.000.000,-/unit rumah
  • Rumah terlayani ke-3.001 dan seterusnya, sebesar Rp. 3.500.000,-/unit Rumah

 

Peruntukan Dana Hibah

  1. Dana hibah yang diberikan merupakan penggantian atas biaya investasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah untuk pembangunan sistem pengelolaan air limbah setempat sampai penerima manfaat memperoleh pelayanan air limbah;
  2. Dana hibah yang diterima Pemerintah Daerah selanjutnya diharapkan dialokasikan kembali untuk pembangunan prasarana dan sarana air limbah setempat yang dinyatakan dalam APBD kabupaten/kota melalui SKPD/OPD yang terkait.

 

Pada Tahun 2020 ini, Kabupaten Kulon Progo yang pertama kalinya mengikuti program Hibah Sanitasi Air Limbah Setempat dengan jumlah tangki septik 230 TS, yang tersebar di 10 Kalurahan, yakni : Kaliagung, Tuksono, Sukoreno, Gerbosari, Wijimulyo, Kembang, Bumirejo, Banjaroyo, Kebonrejo dan Kaligintung, dengan dukungan APBD senilai Rp. 1.014.300.000,00 – dan sesuai SPPH Nomor S-210 Mk.7.2020 tanggal 12 Juni 2020, jumlah nilai yang dapat di reimburse dengan ketentuan masing-masing Rp. 3.000.000,00- per Tangki Septik terbangun, senilai Rp. 690.000.000,00-.

 

Gambar 1. Informasi Awal Pelaksanaan Uji Petik (Reviu)

 

Pelaksanaan Uji Petik Verifikasi oleh BPKP Perwakilan Provinsi DIY

Kegiatan uji petik dilaksanakan oleh BPKP perwakilan provinsi DIY setelah penerbitan berita acara verifikasi. Pelaksanaan uji petik dilaksanakan di kabupaten Kulon Progo sebagai penerima hibah dengan cara sampling. Adapun Mekanisme pelaksanaan uji petik adalah sebagai berikut :

  1. SKPD/OPD akan menyampaikan surat permohonan reviu pelaksanaan verifikasi dari PIU Kabupaten Kulon Progo ke BPKP perwakilan Provinsi DIY dengan melampirkan dokumen Berita Acara Verifikasi dan Lampiran BA verifikasi.
  2. BPKP perwakilan provinsi DIY melaksanakan uji petik secara sampling berdasarkan berita acara hasil verifikasi dari Tim Verifikasi/konsultan;
  3. BPKP menyampaikan laporan hasil uji petik ke BPKP pusat kemudian diteruskan ke CPMU;
  4. PPMU berdasarkan laporan hasil reviu BPKP dan laporan hasil verifikasi konsultan, akan menyampaikan surat laporan hasil pelaksanaan verifikasi kepada CPMU, yang akan digunakan sebagai dasar penerbitan rekomendasi teknis ke Kementerian Keuangan; dan
  5. CPMU mengeluarkan surat rekomendasi jumlah dana yang dapat dicairkan kepada kabupaten/kota berdasarkan hasil verifikasi. Surat rekomendasi tersebut menjadi dokumen pendukung teknis dalam pencairan dana hibah.

 

Gambar 2. Uji Petik (sampling) di Kalurahan Kebonrejo

 

Adapun untuk Proses Uji Petik diajukan oleh Ketua PIU Kab Kulon Progo, yakni Kepala BAPPEDA Kab Kulon Progo kepada Kepala BPKP Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap 229 Tangki Septik yang dinyatakan eligible. Uji Petik terhadap tangki septik terbangun dan terverifikasi eligible oleh konsultan teknis , dilaksanakan pada hari Senin-Selasa , tanggal 16-17 November 2020 pada 40 titik sampling dari 229 tangki septik yang tersebar di 8 kalurahan di Kulon Progo, yakni :

  1. Kaligintung – 5 KK;
  2. Kebonrejo – 5 KK;
  3. Bumirejo – 5 KK;
  4. Tuksono – 5 KK;
  5. Kaliagung – 5 KK;
  6. Sukoreno – 5 KK;
  7. Wijimukyo – 5 KK; dan
  8. Kembang – 5 KK;

 

Gambar 3. Alur Mekanisme Verifikasi Hibah ALS 2020

 

Mekanisme Proses Verifikasi Program Hibah ALS ini seperti dijelaskan pada bagan alur di atas. (Finoriz)