Perhitungan Struktur Bangunan : Landasan Teknis Perencanaan dan Perancangan Bangunan

Ritme pembangunan bangunan di Kabupaten Kulon Progo pada beberapa waktu ini masuk dalam kategori pesat dan tinggi secara kuantitas. Namun perlu masyarakat ketahui secara teknis dan administrasi perijinan IMB, bahwa persyaratan Perhitungan Struktur oleh ahli konstruksi/ sipil maupun oleh konsultan menjadi sangat penting jika bangunan yang akan didirikan merupakan bangunan bertingkat, minimal 2 lantai.

 

Struktur bangunan adalah penopang dari pertimbangan kenyamanan sebuah bangunan. Tentunya anda akan merasa khawatir dan tidak nyaman memiliki sebuah bangunan yang mana anda tidak mengetahui seberapa kuat bangunan anda untuk menopang beban orang, peralatan rumah tangga, furniture, kondisi gempa, dan penurunan tanah yang mengakibatkan miringnya posisi bangunan, retak, atau muncul perbedaan elevasi lantai yang berakibat pada pecahnya keramik atau lantai marmer anda.

 

Mari kita mengenal sepenting apa perhitungan struktur bangunan. Struktur bangunan yang baik memiliki 3 (tiga) kategori dasar, yaitu:

  1. Kuat
  2. Aman, dan
  3. Ekonomis

Struktur sebuah bangunan berkisar pada Struktur Bawah, yaitu pondasi, dan Struktur Atas yaitu:

  • Kolom
  • Balok
  • Pelat
  • dan lain-lain

Pada sebuah bangunan terdapat beberapa macam beban yang berpengaruh terhadap kestabilan dan kekuatan bangunan, antara lain:

  • Beban Hidup (Beban Orang, Beban Kendaraan, Beban lain yang sifatnya dapat berubah-ubah besarannya)
  • Beban Mati (Berat Sendiri Bangunan, Beban yang terproyeksi besar bebannya cenderung tetap)
  • Beban Gempa (Beban akibat terjadinya gempa berkaitan dengan ketinggian dan berat bangunan secara keseluruhan)
  • Beban Angin (Beban yang ditimbulkan akibat gerakan angin. Pada bangunan tinggi, beban angin ini sangat berpengaruh karena beban angin diketinggian tertentu tidak akan sama dengan beban angin di ketinggian 1 m)
  • Beban Hujan (Beban yang akan memepengaruhi atap)
  • Beban Gelombang Air Laut (Beban yang berpengaruh terhadap kestabilan bangunan yang diakibatkan air laut. Seperti bangunan dermaga atau breakwater)
  • dan Beban-Beban lain

 

Beban ini akan ditopang oleh struktur atas dan disalurkan menuju struktur bawah. Struktur bawah akan berkaitan dengan kondisi tanah. Tanah sebagai penopang bangunan harus diketahui kemampuannya dengan pengujian tanah. Pengujian tanah menggambarkan daya dukung tanah dan variabel-variabel dukung tanah untuk menentukan dimensi struktur bawah terhadap beban yang dimiliki bangunan. Apakah harus menggunakan struktur pondasi dalam (Pancang atau tiang bor) atau cukup menggunakan pondasi pelat.

 

Sedikit gambaran tentang perhitungan struktur adalah perhitungan untuk menganalisa beban-beban yang bekerja pada bangunan atau yang mempengaruhi kestabilan bangunan dan menghasilkan output berupa kebutuhan dimensi struktur (baik dimensi balok, kolom, pondasi, tebal pelat beton, kebutuhan penulangan, posisi titik-titik kolom dan grid balok, titik-titik pondasi, apakah perlu menggunakan pondasi telapak atau pondasi pancang, kedalaman pondasi yang efektif, dan lain-lain) yang menghasilkan desain struktur yang Kuat, Aman, dan Ekonomis.

 

Struktur bangunan tanpa perhitungan yang tepat akan menghasilkan pemborosan biaya dikarenakan dimensi struktur bangunan yang terlalu besar. Namun yang lebih berbahaya adalah kelemahan bangunan terhadap beban-beban yang bekerja pada bangunan. Oleh karena itu, hindari kontraktor atau konsultan arsitek yang tidak dapat menunjukkan laporan perhitungan struktur bangunan yang akan anda bangun.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai perlu dan pentingnya Proses perhitungan dan Dokumen Perhitungan Struktur pada bangunan yang akan dibangun, sejak proses perencanaan, perijinan IMB dan dalam aplikasi perancangan dan pelaksanaan pembangunan.

 

Y.A.W.W_CK_DPUPKP_2020