PENGURASAN KANTONG LUMPUR

Pengaliran air dari sumber air berupa sungai atau danau ke jaringan irigasi untuk keperluan irigasi pertanian, pasokan air baku dan keperluan lainnya yang memerlukan suatu bangunan disebut dengan bangunan utama. Untuk kepentingan keseimbangan lingkungan dan kebutuhan daerah di hilir bangunan utama, maka aliran air sungai tidak diperbolehkan disadap seluruhnya. Namun harus tetap dialirkan sejumlah 5% dari debit yang ada.

Bangunan utama pada jaringan irigasi dapat didefinisikan sebagai: “semua bangunan yang direncanakan di sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi, biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen yang berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur dan mengatur air yang masuk”.

Bangunan kantong lumpur merupakan bangunan pelengkap atau bagian dari bangunan utama yang berfungsi untuk mengelakkan angkutan sedimen dasar dan layang terutama fraksi pasir dan yang lebih besar agar tidak masuk ke jaringan pengairan. Bangunan kantong lumpur pada umumnya dibangun di hilir bangunan pengambil (intake) sebelum masuk ke saluran induk.

Kantong lumpur mengendapkan fraksi-fraksi sedimen yang lebih besar dari fraksi pasir halus tetapi masih termasuk pasir halus dengan diameter butir berukuran 0,088 mm dan biasanya ditempatkan persis di sebelah hilir pengambilan. Bahan-bahan yang lebih halus tidak dapat ditangkap dalam kantong lumpur biasa dan harus diangkut melalui jaringan saluran ke sawah-sawah. Bahan yang telah mengendap di dalam kantong kemudian dibersihkan secara berkala. Pembersihan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan aliran air yang deras untuk menghanyutkan bahan endapan tersebut kembali ke sungai. Dalam hal-hal tertentu, pembersihan ini perlu dilakukan dengan cara lain, yaitu dengan jalan mengeruknya atau dilakukan dengan tangan.

Gambar 1. Kantong Lumpur Bendung Pengasih, Kulon Progo

Bendung Pengasih merupakan salah satu bendung di Kabupaten Kulon Progo yang di bangun pada tahun 1976 dan masuk kedalam sistem interkoneksi pada Daerah Irigasi Kalibawang Sistem dengan kapasitas debit yang dialirkan sebesar 3.000 liter/detik untuk mengairi sawah seluas 2.291 hektar. Bendung Pengasih memiliki beberapa bangunan utama, salah satunya adalah bangunan kantong lumpur yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen. Kondisi bangunan masih baik sekali karena terawat dengan baik, perawatan bangunan kantong lumpur yang utama adalah pengurasan lumpur /  sedimen yang mengendap di kantong lumpur. Kegiatan pengurasan kantong lumpur dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali pada kondisi normal, sedangkan pada musim hujan dengan intensitas lebat bisa dilakukan sebulan 2 kali karena air aliran dari hulu saat hujan banyak membawa sedimen dan mengendap di kantong lumpur. Sebelum melakukan pengurasan kantong lumpur ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Air sedang tidak digunakan oleh petani (bisa dilakukan pada saat di sawah sudah dalam kondisi banyak air, atau saat sedang dilakukang pengeringan lahan sawah untuk persiapan masa tanam yang akan datang.
  2. Volume cadangan air di hulu / bendung masih cukup banyak dan dalam kondisi aman.
  3. Kondisi sedimen memang sudah cukup banyak menumpuk di kantong lumpur.

Berikut di bawah ini adalah kegiatan pengurasan kantong lumpur di Bendung Pengasih, Kulon Progo.

Gambar 2. Petugas Penjaga Bendung Sedang Membuka Pintu Penguras

 

Gambar 3. Kondisi Kantong Lumpur Saat Sedang Dilakukan Pengurasan

 

Gambar 4. Foto Sebelum dan Sesudah Dilakukan Pengurasan Kantong Lumpur

 

(Andri_SDA)