PELAKSANAAN PROGRAM HIBAH AIR LIMBAH SETEMPAT DI KAB. KULON PROGO

Sebagai salah satu upaya pemenuhan akses sanitasi layak yang aman, pada Tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk pertama kalinya mengikuti program Hibah Sanitasi Air Limbah Setempat dengan jumlah tangki septik 230 TS. Pelaksanaannya dengan metode swakelola, yang didampingi oleh tenaga fasilitator lapangan (TFL).

Adapun titik lokasi bantuan hibah ini tersebar di 10 Kalurahan, yakni:

  1. Kaliagung;
  2. Tuksono;
  3. Sukoreno;
  4. Gerbosari;
  5. Wijimulyo;
  6. Kembang;
  7. Bumirejo;
  8. Banjaroyo;
  9. Kebonrejo; dan
  10. Kaligintung.

 

Program Hibah tangki Septik (Hibah Air Limbah Setempat) ini didanai dengan dukungan APBD terlebih dahulu senilai Rp. 1.014.300.000,00 seperti tercantum dalam rekening hibah dokumen DPA SKPD Pemerintah kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) Nomor S-210 Mk.7.2020 tanggal 12 Juni 2020, total nilai yang dapat di reimburse dengan ketentuan masing-masing Rp. 3.000.000,00- per Tangki Septik terbangun, senilai Rp. 690.000.000,00- (enam ratus sembilan puluh juta rupiah).

 

Program Hibah Air Limbah Setempat ini merupakan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output based), dimana Pemerintah Daerah diwajibkan melakukan investasi terlebih dahulu untuk meningkatkan layanan air limbah setempat, yang akan dilanjutkan dengan pencairan dana hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Teknis. Program hibah air limbah setempat mempunyai keluaran yaitu terbangun dan berfungsinya tangki septik yang bersinergi dengan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) khususnya di kabupaten/kota yang memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) atau kerjasama IPLT.

 

Tujuan Kegiatan

Program Hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan dengan penyediaan prasarana bidang air limbah berupa tangki septik yang sesuai dengan persyaratan teknis untuk mendukung Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), serta mendorong Pemerintah Daerah  agar meningkatkan investasinya dalam penyediaan prasarana air limbah sehingga terjadi peningkatan layanan terhadap masyarakat yang mendapatkan akses sistem pengelolaan air limbah.

 

Kriteria Pemerintah Daerah Penerima Hibah

  1. Kriteria Pemerintah Daerah Penerima Hibah mencakup:
  2. Memiliki dokumen Strategi Sanitasi kabupaten/kota (SSK) dan RPIJM bidang Cipta Karya yang disetujui oleh Kepala Daerah masing-masing dan masih berlaku pada tahun pelaksanaan program hibah ini;
  3. Memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan atau memiliki kerjasama dengan kabupaten/kota terdekat dalam pengelolaan lumpur tinja, serta memiliki truk tinja/kerjasama pengoperasian truk tinja;
  4. Memiliki Institusi Pengelola Air Limbah, misalnya Dinas, UPTD, UPTD PPK BLUD, atau BUMD;
  5. Memiliki atau siap membuat peraturan terkait pengelolaan air limbah domestik, yang dapat berupa Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati/ Walikota;
  6. Memiliki dan siap membuat rencana kerja pengembangan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT); dan
  7. Mempunyai Daftar Pemenerima Manfaat.
  8. Kriteria Masyarakat Penerima Manfaat antara lain:
  9. Rumah tangga yang belum memiliki tangki septik atau sudah memiliki tangki septik tetapi tidak memenuhi persyaratan teknis;
  10. Rumah tangga yang bersedia memenuhi persayaratan sebagai pelanggan LLTT;
  11. Mengutamakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR);
  12. Rumah berlokasi pada wilayah administrasi kabupaten/kota peserta program hibah air limbah dan bukan termasuk wilayah administrasi kabupaten/kota lain; dan
  13. Bukan merupakan fasilitas umum/sosial;
  14. Kriteria Teknis Tangki Septik.

 

Kriteria teknis tangki septik terbangun yang tersambung dengan Rumah Terlayani (RT) terdiri dari:

  1. Tangki Septik dibangun setelah tanggal penerbitan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dari Kementerian Keuangan dan sudah dilakukan baseline survey; dan
  2. Tangki septik yang dibangun harus memenuhi standar teknis sesuai Norma, Standar, Petunjuk, dan Kriteria (NSPK) yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

 

Besaran dan Peruntukan Dana Hibah

Dana hibah untuk Program Hibah Air Limbah Setempat telah ditetapkan besaran serta peruntukannya oleh pemerintah pusat, sebagai berikut:

  1. Besaran Dana Hibah

Dana hibah akan diberikan berdasarkan jumlah rumah yang terlayani oleh tangki septik yang dibangun dan berfungsi dengan baik. Besaran dana hibah ini akan akan dihitung secara progresif dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tangki Septik dibangun setelah tanggal penerbitan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dari Kementerian Keuangan dan sudah dilakukan baseline survey; dan Jumlah rumah terlayani < 3.000 unit, sebesar Rp. 3.000.000,-/unit rumah.
  2. Rumah terlayani ke-3.001 dan seterusnya, sebesar Rp. 3.500.000,-/unit Rumah
  3. Peruntukan Dana Hibah
  4. Dana hibah yang diberikan merupakan penggantian atas biaya investasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah untuk pembangunan sistem pengelolaan air limbah setempat sampai penerima manfaat memperoleh pelayanan air limbah;
  5. Dana hibah yang diterima Pemerintah Daerah selanjutnya diharapkan dialokasikan kembali untuk pembangunan prasarana dan sarana air limbah setempat yang dinyatakan dalam APBD kabupaten/kota melalui SKPD/OPD yang terkait.

 

Adapun alur-alur dan mekanisme kegiatan program Hibah Air Limbah Setempat seperti dijelaskan pada gambar-gambar di bawah ini :

 

Gambar 1. Struktur Organisasi Pengelola Program Hibah Air Limbah Setempat

 

 

Gambar 2. Mekanisme Pelaksanaan Program Hibah Air Limbah Setempat

 

 

Gambar 3. Mekanisme Pencairan Dana Hibah

 

 

Sumber :

  1. Dokumen Pedoman Pengelolaan Program Hibah Air Limbah Setempat; DJCK KemenPUPR;2017
  2. Dokumentasi Langsung (Finoriz)