RAPAT PEMETAAN DRAINASE DI WILAYAH KALURAHAN (WILAYAH SELATAN)

Seperti kita tahu, perairan di Indonesia khususnya sungai termasuk anak-anak sungainya semua adalah wewenang dari Pemerintah Pusat, namun tak jarang anak-anak sungai atau bahkan sungai itu sendiri terutama yang ada di wilayah Kulon Progo memunculkan suatu masalah entah itu membanjiri wilayah tertentu di Kulon Progo atau perlu adanya tanggul dan sistem drainase atau masalah dan keperluan lainnya.

Bisa dibayangkan Pemerintah pusat harus mengurus semua wilayah sungai di Indonesia beserta anak sungainya tentu saja memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak, tidak jarang usulan yang diajukan kurang diprioritaskan dan terbengkalai.

Maka dari itu Pemerintah Daerah Kulon Progo berencana akan mengadakan pemetaan drainase irigasi yang ada di wilayah Kulon Progo. Dengan adanya pemetaan ini diharapkan akan mempermudah Pemerintah Pusat dalam menyelesaikan tugasnya sehingga apabila terjadi suatu masalah yang melibatkan sungai dan anak sungainya data yang didapat lebih kongkret, seperti tempat dan titik koordinat yang akan diusulkan untuk perbaikan atau pembangunan baru.

Setelah peta drainase tersebut terbentuk nantinya akan dijadikan sebuah bahan untuk diadakan  musyawarah dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang diwakilkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak. Hasil dari musyawarah tersebut diharapkan didapatkan kesepahaman bersama terkait pengelolaan drainase yang ada.

Dalam tercapainya program pemetaan tersebut Pada Hari Selasa, 8 September 2020 dan Rabu, 9 September 2020 diadakan Rapat Pemetaan Drainase Irigasi masing-masing di Kalurahan Kedundang dan Kalurahan Tayuban dimulai dari wilayah selatan Kulon Progo. Rapat Dihadiri oleh Kapanewon-kapanewon terkait dan Kalurahan-Kalurahan. Rapat dibuka dengan penjelasan terkait pelaksanaan pemetaan dan dilanjutkan paparan peta melalui google earth, selanjutnya pihak kalurahan menyerahkan peta drainase yang ada diwilayahnya dan dimasukan dalam peta.

–WidyaSDA-