Mengenal Bangunan Irigasi: Bangunan Utama

Kegiatan pengaliran air untuk keperluan irigasi, pasokan air baku maupun keperluan lainnya membutuhkan suatu bangunan yang disebut Bangunan Utama. Dalam Kriteria Perencanaan Irigasi (KP-02), Bangunan Utama didefinisikan sebagai “semua bangunan yang direncanakan di sungai atau aliran air untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi, biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen yang berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur dan mengatur air yang masuk”.

Terdapat bagian-bagian dalam Bangunan Utama, antara lain:

  1. Bangunan Bendung

Bendung merupakan bangunan yang dibangun melintang sungai sehingga dapat membelokkan air menuju jaringan irigasi. Adanya bendung akan membentuk genangan pada hulu bangunan, selain itu bendung juga dapat berfungsi sebagai penghalang banjir. Lalu apa bedanya dengan Bendungan? Belum baca artikel tentang Bendung dan Bendungan? Langsung klik saja https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/246/mengenal-bangunan-irigasi-bendung-atau-bendungan.

  1. Pengambilan

Bangunan ini berfungsi untuk mengelakkan air dari sungai atau sumber air lainnya dalam jumlah yang diinginkan. Penempatan bangunan pengambilan sebaiknya dibuat sedekat mungkin dengan pembilas sehingga memudahkan dalam pembersihan sedimen. Bangunan pengambilan dilengkapi dengan pintu air yang berfungsi untuk mengatur besarnya bukaan pengambilan serta pengendalian saat terjadi banjir.

  1. Pembilas

Bangunan ini berfungsi untuk meminimalisir benda dan sedimen kasar yang terbawa masuk ke dalam saluran irigasi. Benda dan sedimen kasar akan tertampung dan mengendap pada lantai pembilas. Saat pintu pembilas dibuka maka aliran akan terkonsentrasi pada bangunan pembilas sehingga benda dan sedimen kasar akan hanyut terbilas.

  1. Kantong Lumpur

Bangunan ini berfungsi untuk mengendapkan sedimen halus yang terbawa masuk ke dalam saluran irigasi. Biasanya kantong lumpur ditempatkan setelah bangunan pengambilan. Kantong lumpur dibuat lebih lebar daripada saluran irigasi dengan panjang tertentu agar tercipta kecepatan aliran yang lebih lambat sehingga memberikan kesempatan kepada sedimen halus untuk mengendap. Dasar saluran kantong lumpur juga dibuat lebih rendah yang berfungsi sebagai tempat penampungan endapan sedimen halus tersebut. Pembersihan kantong lumpur dapat dilakukan dengan membuka pintu penguras kantong lumpur sehingga endapan terbuang kembali ke sungai. Dalam kondisi tidak terdapat pintu penguras kantong lumpur maka pembersihan dilakukan dengan pengerukan baik secara manual maupun menggunakan alat.

  1. Bangunan Perkuatan Sungai

Adanya bangunan bendung yang melintang sungai akan mengubah pola aliran yang dapat minimbulkan sedimentasi maupun penggerusan pada dasar dan tepi sungai. Gerusan dapat membahayakan konstruksi bangunan sehingga diperlukan bangunan perkuatan sungai. Perlindungan terhadap gerusan di hulu tubuh bendung dapat dilakukan dengan membuat pasangan batu atau lantai beton di depan bangunan bendung. Selain pada hulu bendung, sisi hilir bendung juga rawan terhadap gerusan. Gerusan pada hilir dapat diatasi dengan membuat lapisan batu kosong atau menggunakan bronjong yang ditempatkan setelah kolam olak.

Gerusan juga dapat terjadi terhadap tanggul sungai baik di hulu maupun di hilir bendung. Perkuatan taggul sungai dapat menggunakan bronjong, pasangan batu kosong, pasangan batu maupun beton. Dalam kondisi sungai pada hilir bendung yang lebar dan dalam dapat digunakan krib yang dibangun tegak lurus terhadap tanggul.

  1. Bangunan Pelengkap

Bangunan pelengkap yang berfungsi untuk mendukung kinerja bangunan utama antara lain:

    1. Alat ukur debit dan tinggi muka air baik di sungai maupun di saluran.
    2. Rumah operasi pintu.
    3. Peralatan komunikasi.
    4. Jembatan diatas bendung. Adanya jembatan akan memudahkan akses ke bagian-bagian bangunan utama.
    5. Instalasi mikro hidro dan tangga ikan jika diperlukan. (faisal-sda)