Mengenal Bangunan Irigasi: Bendung atau Bendungan?

Melaui artikel ini kita akan belajar bersama mengenal bangunan irigasi. Kali ini kita akan membahas dua bangunan irigasi yang memiliki nama mirip dan sering menimbulkan pertanyaan: bendung dan bendungan sama nggak sih?

Bendung (weir) dan bendungan (dam) adalah dua bangunan yang berbeda. Bendung menurut Direktorat SDA Kementerian PUPR adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Bendung dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai.

Bendung merupakan bangunan utama dalam irigasi dan memiliki bobot yang tinggi dalam mempengaruhi nilai kinerja sistem irigasi lho. Dalam melakukan penilaian kinerja sistem irigasi sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, bendung dibagi menjadi beberapa jenis yakni:

1. Bendung Tetap.  Adalah bangunan yang dipergunakan untuk meninggikan muka air di sungai sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier. Ditinjau dari bahan yang dipergunakan, maka bendung tetap dapat dibagi menjadi : Bendung tetap permanen (misalnya beronjong dari beton, pasangan batu, beronjong dengan mantel); Bendung tetap semi permanen (misalnya dari Beton, pasangan batu, beronjong dengan mantel);  Bendung tetap tidak Permanen (misalnya dari kayu, tumpukan batu).

2. Bendung Gerak. Adalah bangunan yang sebagian besar konstruksinya terdiri dari pintu yang dapat digerakan untuk mengatur ketinggian muka air di sungai.

3. Bendung Gerak Karet. Adalah bendung gerak yang terbuat dari tabung karet yang mengembang sebagai sarana operasi pembendungan air. Dikategorikan bendung gerak karena karet yang digunakan untuk membendung dapat dikembangkan dan dikempiskan tergantung pada kebutuhan. Bendung gerak karet dilihat dari jenis media pengisi karet terdiri dari dua jenis yakni bendung karet isi udara dan bendung karet isi air.

4. Pengambilan Bebas. Adalah bangunan yang dibuat ditepi sungai yang mengalirkan air sungai ke dalam jaringan irigasi, tanpa mengatur tinggi muka air di sungai. Termasuk sebagai bagian dari pengambilan bebas ialah bangunan pengarah arus. Di tinjau dari bahan yang dipergunakan, maka pengambilan bebas dapat di bagi pula menjadi tiga jenis seperti pada bendung tetap di atas.

Sedangkan bendungan menurut Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan mendefinisikan bendungan adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, dan beton, yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk.

Setelah terbentuk waduk maka akan memiliki berbagai fungsi dan manfaat. Pendayagunaan waduk meliputi pendayagunaan ruang waduk untuk penyimpanan air dan pengendalian banjir. Selain itu dapat juga digunakan untuk budi daya perikanan, olahraga dan juga pariwisata. Di Kabupaten Kulon Progo sendiri terdapat bendungan yang membentuk waduk terkenal, yakni Waduk Sermo. Jadi kapan kita jalan-jalan ke Waduk Sermo? (faisal-sda).

Pustaka:
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan
- BIK, PUSDATA Dep. PU, 1994 diakses melalui www.pu.go.id/glossary