Konsolidasi Lahan, Solusi Menata Ruang untuk Permukiman yang Lebih Baik

Konsolidasi Lahan, Solusi Menata Ruang

untuk Permukiman yang Lebih Baik

 

Terbatasnya lahan di perkotaan menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. Semakin maraknya pembangunan gedung dan perkantoran, maupun infrastruktur di perkotaan  guna menunjang aspek perekonomian, mengakibatkan semakin terkikisnya ketersediaan lahan yang dapat digunakan untuk hunian warga. Selain menyebabkan kelangkaan, hal ini juga menjadikan harga tanah semakin naik dengan tajam sehingga daya beli masyarakat atas tanah menurun. Disamping itu angka pertumbuhan penduduk dan tingkat urbanisasi terus terjadi di kota – kota besar dan mengakibatkan jumlah permintaan akan perumahan semakin tinggi. Naiknya permintaan akan perumahan tersebut pastinya juga menuntut ketersediaan lahan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Hal ini apabila dibiarkan terjadi secara terus menerus akan memiliki dampak yang buruk seperti munculnya permukiman kumuh di kawasan pinggiran kota. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan suatu alternatif solusi yang dapat mengolah lahan – lahan yang sudah tersedia agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan di kawasan perkotaan. Salah satu alternatif yang mungkin dapat diterapkan yaitu konsep konsolidasi lahan untuk permukiman.

Apa itu konsolidasi Lahan? Konsolidasi lahan menurut Peraturan Kepala Badan pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1991 tentang Konsolidasi Tanah, Konsolidasi tanah adalah kebijaksanaan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan dan penggunaan serta usaha pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan, untuk peningkatan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Secara umum konsolidasi lahan bertujuan untuk menata kembali penguasaan tanah oleh masyarakat agar tercipta suatu pemanfaatan kondisi lingkungan yang lebih baik. Hal ini dapat berupa penambahan atau penataan fasum jalan, penataan ruang terbuka hijau, penataan kavling – kavling tanah milik masyarakat sehingga tercipta pengembangan  lingkungan hunian yang lebih berkualitas.

                                        

    Gambar perbedaan pengembangan lingkungan dengan konsolidasi lahan

Sumber : ditjenpkp2trans.kemendesa.go.id

 

Mekanisme konsolidasi lahan yaitu menggabungkan atau menata kavling – kavling milik warga untuk dijadikan satu kesatuan rencana desain yang terukur. Dimana para pemilik tanah atau kavling akan dimasukan ke dalam suatu kelompok kemitraan sebagai sarana sharing dan diskusi bersama untuk menentukan arah rencana pengembangan dan skema pembagian manfaat dibagi rata antara pemilik tanah. Setiap pemilik lahan akan menyumbangkan sebagian dari tanahnya untuk dijadikan fasilitas umum seperti penataan atau pelebaran jalan, penambahan ruang terbuka hijau, dll. Tentu saja hal ini akan mengurangi luas lahan yang dimiliki sebelumnya, Akan tetapi pemilik tanah akan menerima kembali kontribusi sumbangan tanahnya berupa kenaikan harga jual dari tanah tersebut sehingga memberikan manfaat atau keuntungan yang lebih baik. Kenapa nilai jual tanah bisa menjadi naik? hal ini dikarenakan kualitas lingkungan hunian tersebut menjadi lebih baik akibat penambahan fasilitas umum berupa penataan atau pelebaran jalan, penambahan ruang terbuka hijau, tertatanya kavling – kavling menjadi lebih rapi dan terarah.  Pengaturan bidang tanah dalam konsolidasi lahan ini dapat berupa pergeseran letak, penggabungan, pemecahan, pertukaran, penghapusan ataupun pengubahan.

Bagaimana dengan biaya yang dibutuhkan untuk konsolidasi lahan? Terdapat dua sumber pembiayaan konsolidasi lahan, yaitu pembiayaan dari swadaya masyarakat dan pembiayan dari pemerintah baik itu APBD maupun APBN. Untuk pembiayaan dari swadaya masyarakat yaitu berupa sumbangan tanah untuk pemerintah ( STUP ), Bagian tanah ini sering disebut juga dengan istilah Tanah Pengganti Biaya Pelaksanaan ( TPBP ) akan dipergunakan untuk pembangunan prasarana jalan dan fasilitas umum lainnya serta pembiayaan Konsolidasi tanah. TPBP ini diserahkan penggunaannya kepada masyarakat yang memiliki tanah terlalu kecil atau pihak lain dengan pembayaran kompensasi berupa uang atau bentuk lain yang jumlahnya telah disetujui oleh masyarkat peserta konsolidasi tanah yang lain.

                                                             Gambar Skema Konsolidasi Lahan

Sumber : harapan rakyat.com

Adapun beberapa point penting dalam konsolidasi lahan yaitu sekelompok kavling tanah dikonsolidasikan untuk disatukan, pembagian kavling tanah menjadi tata letak prasarana lingkungan dan plot bangunan, penjualan beberapa plot bangunan untuk pemulihan biaya (penataan ulang), peningkatan nilai jual tanah sebagai hasil dari skema konsolidasi dan perencanaan konsolidasi lahan yang berbasis masyarakat. ( Perkim )