KOORDINASI PERSIAPAN PELAKSANAAN PROGRAM DAK SANITASI REGULER TA 2020

KULON PROGO - Pada Hari Kamis, 30 April 2020, telah dilaksanakan rapat terbatas untuk koordinasi persiapan di 3 (tiga) lokasi kalurahan program DAK Fisik Sanitasi Reguler TA 2020, yakni Kelurahan Wates Kapanewon Wates, Kalurahan Brosot Kapanewon Galur, dan Kalurahan Kebonrejo Kapanewon Temon. Koordinasi dilaksanakan sebagai langkah awal untuk pelaksanaan Program DAK Fisik 2020 setelah Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dinyatakan approved, khususnya untuk kegiatan DAK Fisik Sanitasi Reguler, Sanitasi Penugasan dan Air Minum Penugasan.

Gambar 1. Koordinasi Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik Sanitasi di Kalurahan Brosot, Galur


Adapun Seksi Penyehatan Lingkungan, Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum sebagai Dinas Pengampu untuk 3 (tiga) kegiatan DAK tersebut. Dalam Koordinasi yang dilaksanakan hari Kamis Tanggal 30 April 2020, yang diwakili oleh Ibu Silvi Irvi Yanti, S.T., M.Eng. selaku PPTK Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar, serta Tim Teknis dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), menyatakan kesiapannya untuk segera take action pelaksanaan program ini.

 

Gambar 2. Koordinasi Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik Sanitasi di Kelurahan Wates, Wates

Seluruh Pelaksanaan Program DAK di Seksi Penyehatan Lingkungan adalah dengan metode pelaksanaan swakelola, sehingga TFL sebagai garda terdepan pendamping kegiatan, akan bersama-sama dengan Pemerintah Kalurahan dan KSM (Kelompok Keswadayaan Masyarakat) untuk menyukseskan program kegiatan ini. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) yakni Pembangunan tangki septik skala komunal (5-10 KK). Adapun masing-masing rinciannya adalah sebagai berikut :

No

Lokasi

Kapanewon

Jumlah Tangki Septik Komunal

Volume

(SR)

Alokasi Dana

(Rp)

1

Kebonrejo

Temon

5

25

249.953.000

2

Wates

Wates

10

50

500.140.000

3

Brosot

Galur

7

35

343.973.000

 

Total Kebutuhan Dana Fisik

1.094.066.000

 

Dengan dilaksanakannya koordinasi awal kepada Pemerintah Kelurahan penerima program, agar kemudian untuk segera menyiapkan pelaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Penerima atau perwakilan (dalam jumlah terbatas), dengan tetap mengedepankan kaidah physical distancing (pembatasan jarak fisik antar masyarakat) untuk mencegah peyebaran Covid-19. Kemudian nantinya, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dibantu dengan pendamping/ TFL DAK Sanitasi Reguler ini menyusun RKM (Rencana Kerja Masyarakat) sebagai syarat awal pelaksanaan program secara swakelola. (Fino)