PROTOKOL PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DALAM PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI

Berdasarkan Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 02/IN/M/2020 tanggal 27 Maret 2020, tentang PROTOKOL PENCEGAHAN COVID-19 DALAM PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI, isi dari Skema Protokol Tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pembentukan Satuan tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19
  • Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa wajib membentuk Satgas Pencegahan COVID- 19 yang menjadi bagian dari Unit Keselamatan Konstruksi;
  • Satgas Pencegahan   COVID-19  sebagaimana  dimaksud  dibentuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut;
  • Satgas Pencegahan  COVID-19  sebagaimana  dimaksud   pada  huruf  a berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang yang terdiri atas: 1 (satu) Ketua merangkap anggota; dan 4 (empat) Anggota yang mewakili Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa. Satgas Pencegahan COVID-19 memiliki tugas, tanggung jawab , dan kewenangan untuk melakukan:
    • sosialisasi;
    • pembelajaran (edukasi);
    • promosi teknik;
    • metode/ pelaksanaan pencegahan COVID-19 di lapangan;
    • berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan COVID-19 Dinas Terkait melakukan Identifikasi Potensi Bahaya COVID- 19 di lapangan;
    • pemeriksaan kesehatan terkait potensi terinfeksi COVID-19 kepada semua pekerja dan tamu proyek;
    • pemantauan kondisi       kesehatan pekerja dan pengendalian mobilisasi/ demobilisasi pekerja;
    • pemberian  vitamin   dan  nutrisi  tambahan  guna  peningkatan imunitas pekerja;
    • pengadaan Fasilitas Kesehatan di lapangan;
    • melaporkan kepada PPK dalam hal telah ditemukan pekerja yang positif dan/ atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan merekomendasikan dilakukan penghentian  kegiatan sementara.
  1. Identifikasi Potensi Bahaya COVID-19 di lapangan

Satgas Pencegahan COVID-19 berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan COVID-19 untuk menentukan:

  • ldentifikasi potensi risiko lokasi proyek terhadap pusat sebaran penyebaran COVID-19 di daerah yang bersangkutan;
  • Kesesuaian fasilitas kesehatan di Lapangan dengan protokol penanganan COVID-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah;
  • Tindak lanjut terhadap Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Dalam hal Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut teridentifikasi:

  • Memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran;
  • Telah ditemukan pekerja yang positif dan/ atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP); atau
  • Pimpinan Instansi/Kepala Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar;

Maka Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut dapat diberhentikan sementara akibat Keadaaan Kahar;

  • Penghentian Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sebagaimana di maksud huruf b diatas dilakukan sesuai ketentuan pada Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Instruksi Menteri ini.
  • Dalam hal Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut karena sifat dan urgensinya tetap harus dilaksanakan sebagai bagian dari penanganan dampak sosial dan ekonomi dari COVID-19, maka Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut dapat diteruskan dengan ketentuan:
    • Mendapatkan persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
    • Melaksanakan protokol pencegahan COVID-19 dengan disiplin tinggi dan dilaporkan secara berkala oleh Satgas Pencegahan COVID-19;
    • Menghentikan sementara ketika terjadi kejadian covid untuk melakukan penanganan sesuai protokol Pemerintah.
  1.  
  2. Penyediaan Fasilitas Kesehatan di Lapangan
  • Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan ruang klinik kesehatan di lapangan yang dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai, antara lain tabung oksigen, pengukur suhu badan nir-sentuh (thermoscan), pengukur tekanan darah, obat-obatan, dan petugas medis.
  • Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib memiliki kerjasama operasional perlindungan kesehatan dan pencegahan COVID-19 dengan rumah sakit dan/atau pusat kesehatan masyarakat terdekat untuk tindakan darurat (emergency);
  • Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan fasilitas tambahan antara lain: pencuci tangan (air, sabun dan hand sanitizer), tisu, masker dikantor dan lapangan bagi seluruh pekerja dan tamu; dan
  • Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan vaksin, vitamin dan nutrisi tambahan guna peningkatan imunitas pekerja

 Gambar 1. Bagan Mekanisme Protokol Pencegahan COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

 

Pelaksanaan Pencegahan COVlD-19 di lapangan

  • Satgas Pencegahan COVlD-19 memasang poster (flyers) baik  digital maupun fisik tentang himbauan/anjuran pencegahan COVlD-19 untuk disebarluaskan atau dipasang di tempat-tempat strategis di lokasi proyek;
  • Satgas Pencegahan COVID-19 bersama petugas medis harus menyampaikan penjelasan, anjuran, kampanye, promosi teknik pencegahan COVID-19 dalam setiap kegiatan penyuluhan K3 pagi hari (safety morning talk);
  • Petugas medis bersama para Satuan Pengaman (Security Staff) melaksanakan pengukuran suhu tubuh kepada seluruh pekerja, dan karyawan setiap pagi, siang, dan sore;
  • Satgas Pencegahan COVID-19 melarang orang (seluruh pekerja dan tamu) yang terindikasi memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius datang ke lokasi pekerjaan;
  • Apabila ditemukan pekerja di lapangan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVlD-19, pekerjaan harus diberhentikan sementara oleh Pengguna Jasa dan/atau Penyedia Jasa paling sedikit 14 hari kerja.
  • Petugas Medis dibantu Satuan Pengaman (Security Staff) melakukan evakuasi dan penyemprotan disinfektan pada seluruh tempat, fasilitas dan peralatan kerja; dan
  • Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan , serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi tenaga kerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan tenaga kerja yang terpapar telah selesai. (Amri)