Sambungan Listrik Rumah Tangga

          Program bantuan pemerintah untuk individu, keluarga, dan kelompok tidak mampu telah banyak direalisasikan kepada masyarakat Indonesia. Program bantuan sosial (bansos) tersebut menyentuh berbagai lini kehidupan, baik di bidang pangan, pendidikan, kesehatan, energi, ekonomi dan sosial, perumahan, pertanian, dan juga kelautan/perikanan. Program tersebut bentuknya pun beragam mulai dari bantuan yang diterimakan secara langsung seperti bantuan tunai yang disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun berupa jaminan asuransi/premi kesehatan, bantuan usaha, beasiswa pendidikan, subsidi listrik dan elpiji maupun bantuan berupa perbaikan maupun bantuan fisik berupa stimulan perumahan swadaya serta perbaikan rumah tidak layak huni, dan juga pemenuhan kebutuhan akan sarana prasarana dasar rumah tangga seperti sanitasi, air limbah, dan seterusnya. Dengan menyentuh berbagai lini kehidupan diharapkan program ini dapat menjadi bantuan sosial yang terintegrasi dan terpadu dalam upayanya mengatasi kemiskinan.

          Bantuan sambungan listrik rumah tangga merupakan salah satu jenis program bantuan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu di kabupaten Kulon Progo. Program bantuan ini merupakan bantuan di bidang energi. Harapannya dengan adanya fasilitas listrik dalam rumah tangga tidak mampu dapat menunjang kegiatan produktif dalam rumah tangga yang berdampak pada pendapatan rumah tangga atau keluarga itu sendiri. Pemerintah Daerah Kulon Progo bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara melaksanakan program bantuan sosial sambungan listrik rumah tangga sejak tahun 2016. Per tahunnya kurang lebih 100 – 150 rumah tangga di kabupaten Kulon Progo yang mendapatkan bantuan sosial ini. Sasarannya adalah warga yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dimana data tersebut kemudian dikroscekan dengan data KK miskin yang belum memiliki sambungan listrik rumah tangga di PLN. Bantuan sosial sambungan listrik rumah tangga ini berupa pemasangan jaringan awal rumah tangga dengan daya 450 watt dengan biaya bulanan bebentuk token pra bayar bersubsidi. Dan pada tahun 2020 ini terdapat kurang lebih 150 rumah tangga yang rencananya akan dipasang sambungan listrik rumah tangga bersubsidi yang telah diverifikasi ulang oleh pihak terkait berdasar data BDT dan data PLN. Sehingga harapannya adalah semua rumah tangga terfasilitasi akan listrik dan tidak memberatkan rumah tangga itu sendiri. (perkim)