HIDUP SEHAT, HIDUP HEMAT

Virus Corona menyita perhatian dunia. Virus yang ditetapkan sebagai pandemi ini mengalami penyebaran yang cepat serta menjangkit banyak negara termasuk Indonesia. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kasus corona berbagai langkah pun dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menanganinya. Salah satu yang selalu digencarkan adalah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin.

Gerakan cuci tangan pun mendapat respon yang positif dari masyarakat. Saat ini banyak tempat-tempat umum yang secara mandiri menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, tak terkecuali Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman. Setiap orang yang akan masuk ke Kantor DPUPKP Kulon Progo diwajibkan cuci tangan terlebih dahulu di tempat yang disediakan.

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap cuci tangan ini tentu sangatlah baik karena dapat mengurangi penyebaran Virus Corona. Akan tetapi semakin banyak serta semakin sering cuci tangan tentu semakin banyak pula air yang dipakai, bukan? Lalu berapa air yang terbuang? Apakah cuci tangan membuat boros air?

Ah, artikel ini tentu saja bukan bermaksud untuk melarang cuci tangan. Kita tetap harus mengikuti anjuran pemerintah, akan tetapi kita dapat menyikapinya secara bijak: tetap rajin cuci tangan tetapi dengan tidak melakukan pemborosan air. Berikut hal yang bisa kita lakukan agar air tidak terbuang percuma:

  1. Buka kran secukupnya. Tidak perlu membuka kran secara penuh. Membuka kran secara penuh membuat semprotan air semakin kencang dan semakin banyak pula air yang terbuang.
  2. Lakukan cuci tangan secara efektif. Selain berdampak pada kondisi fisik, Virus Corona ini juga dapat berdampak pada kondisi psikis. Tidak sedikit orang yang paranoid hingga melakukan hal-hal yang berlebihan, termasuk cuci tangan yang dilakukan berkali-kali. Kenali kapan saja waktu utama serta bagaimana cara yang tepat untuk cuci tangan.
  3. Lakukan cuci tangan secara efisien. Jangan biarkan air mengalir terus menerus selama mencuci tangan. Berikut ilustrasi yang dapat membantu:
  1. Buka kran dan basahi tangan.
  2. Tutup kran terlebih dahulu.
  3. Lakukan cuci tangan dengan sabun, sesuai dengan tata cara cuci tangan yang benar.
  4. Buka kran kembali.
  5. Bilas tangan hingga bersih termasuk kepala kran.
  6. Tutup kran. Pastikan tertutup secara rapat.

Mari saling mengingatkan dan bersama lakukan perubahan kecil ini. Meskipun terlihat sederhana tetapi jika dilakukan oleh banyak orang tentu mempunyai dampak yang besar. Cuci tangan tentu hanya salah satu contoh, aktivitas lain seperti mandi, mencuci, menyiram tanaman dan lain-lain pun tetap dapat dilakukan secara hemat air. Semoga pandemi ini segera berakhir dan semoga kita tetap bisa bijak dalam menggunakan air. (faisal-sda).