Kegiatan Uji Kelayakan Struktur Masjid Agung Kulon Progo

Masjid Agung Kulon Progo yang terletak di Jl.KH.A.Dahlan No.1 Kedunggong Wates, dibangun pada tahun 1990, dengan status tanah milik Pemda DIY. Namun semenjak tanggal 22 Juni 2015, Masjid Agung Kulon Progo Resmi Dikelola Pemkab. Masjid Agung Kulon Progo sendiri sudah direnovasi atau dilakukan perawatan beberapa kali, termasuk tahun 2019 lalu ada perencanaan melalui jasa konsultan PT. Pola Data Consultant untuk memperbaiki keseluruhan atap, sound system serta akustik tata ruangnya. Namun kini usia bangunan sudah mencapai 30 tahun sehingga dirasa perlu untuk dilakukan pengecekkan struktur untuk menjamin keamanan dan kelayakan bangunan tersebut.

Pengujian struktur telah terlaksana bulan Februari 2020 lalu tepatnya tanggal 25 hingga 27 dan dilakukan oleh tim uji struktur dari Lembaga yang mumpuni dan memiliki peralatan untuk melakukan proses pengujian yaitu dari  Laboratorium Bahan Kontruksi Teknik Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (UII) di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulo Progo. Metode yang dipilih ialah non-destructive test, yaitu tanpa merusak struktur yang ada.

                Terdapat 3 Tipe Pengujian Struktur yang dilakukan, yaitu :

  1. Pengujian Hammer Test

Dilakukan untuk mengetahui keseragaman kuat tekan beton (f’c) dari permukaan struktur.

  1. Pengujian Profometer (Rebar Locator)

Dilakukan untuk mengetahui konfigurasi tulangan dan diameternya.

  1. Pengujian Ultrasonic Pulse Velocity (UPV)

Dilakukan untuk mengetahui kualitas beton berdasarkan kecepatan rambatan gelombang.

Pengujian dilakukan di perwakilan setiap jenis struktur yang menyusun keseluruhan kerangka pokok bangunan Masjid Agung Kulon Progo meliputi kolom, balok maupun struktur lain yang dianggap perlu. Setelah hasil pengujian keluar, data kemudian dianalisa oleh pihak Konsultan Perencana. Dari hasil analisa yang dilakukan Konsultan Perecana didapatkan bahwa kapasitas balok dan kolom Masjid Agung Kulon Progo masih mampu dalam menahan gaya – gaya yang terjadi. Bahkan  hasil UPV yang dilakukan juga menunjukkan hasil yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa selama masa layanan gedung Masjid ini, kualitas betonnya masih dalam kategori yang layak atau aman. Hal ini menjadi dasar bahwa perencanaan rehabilitasi yang telah direncanakan sebelumnya dapat dilanjutkan. (Hana-CK)