Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Rumah Layak Huni

Setiap individu berharap memiliki hidup yang berkualitas. Kualitas hidup tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesehatan dan kebahagiaan pribadi, tetapi juga oleh faktor eksternal, termasuk kondisi lingkungan tempat tinggal. Salah satu elemen kunci dalam meningkatkan kualitas hidup adalah mencapai standar rumah layak huni.

Rumah layak huni adalah tempat tinggal yang memenuhi standar tertentu dalam hal kualitas dan kenyamanan. Kriteria tersebut melibatkan aspek-aspek seperti keamanan, kesehatan, keberlanjutan, dan aksesibilitas. Sebaliknya rumah tak layak huni (RTLH) adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, luas minimum bangunan, dan kesehatan penghuni. Memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan memberikan sejumlah keuntungan, seperti perlindungan, pemeliharaan kesehatan, tingkat kenyamanan yang optimal, dukungan terhadap pembangunan ekonomi, dan perbaikan lingkungan sekitar. Dengan mencapai kriteria untuk tempat tinggal yang sesuai, baik individu maupun keluarga dapat merasakan keamanan, kesehatan, kenyamanan, serta perlindungan yang memadai. Semua hal ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan secara menyeluruh dalam kualitas hidup.

Kriteria rumah layak huni terdapat 4 indikator, diantaranya: 

Ketahanan Bangunan 
Mencakup pemenuhan persyaratan keandalan pada elemen struktural dan kualitas unsur non-struktural dari suatu bangunan. Elemen struktural termasuk elemen pondasi, sloof, kolom, balok, dan rangka atap. Sementara itu, kualitas elemen struktural mencakup ukuran, campuran atau bahan bangunan, dan hubungan antara elemen struktural. Sementara elemen non-struktural dari bangunan mencakup lantai, dinding, kusen dan daun pintu serta jendela, serta penutup atap.

Kecukupan Luas Tempat Tinggal 
Mengenai pemenuhan standar ruang gerak minimal per individu untuk memberikan tingkat kenyamanan dalam tempat tinggal. Kriteria minimal luas per orang dihitung sebesar 7,2 meter persegi dengan ketinggian minimal ruang sebesar 2,8 meter. Penetapan luas rumah mempertimbangkan ketersediaan lahan serta kemampuan untuk melakukan pengembangan mandiri.

Akses Sanitasi Layak 
Mengenai struktur untuk keperluan mandi, mencuci, dan toilet beserta sistem septik tank yang memadai, tempat pembuangan sampah, saluran untuk air kotor, dan sistem pembuangan air limbah. Fasilitas sanitasi dapat ditempatkan di dalam rumah, di halaman rumah, atau bersifat komunal dengan jarak yang mudah dijangkau dan mampu melayani semua anggota keluarga.

Akses Air Minum Layak
Meliputi adanya akses mudah terhadap air minum yang dapat dijangkau dengan cepat dari segi waktu atau jarak.

 

_Perkim_

 

Referensi 

Desa Bhuanajaya. (2023). Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Pemenuhan Kriteria Rumah Layak Huni . URL: https://www.bhuanajaya.desa.id/peningkatan-kualitas-hidup-melalui-pemenuhan-kriteria-rumah-layak-huni/ . Diakses pada 17 Januari 2024.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). 4 Indikator Rumah Layak Huni . URL: http://nahp.pu.go.id/publikasi/artikel/4-indikator-rumah-layak-huni.  Diakses pada 17 Januari 2024.