STRUKTUR LAPORAN KAJIAN TEKNIS PEMERIKSAAN KELAIKAN FUNGSI BANGUNAN MENARA TELEKOMUNIKASI

 

PENGERTIAN TOWER

Tower Jaringan Telekomunikasi  adalah menara yang terbuat dari rangkaian besi profil atau pipa baik segi empat atau segi tiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat) yang bertujuan untuk menempatkan antenna dan radio pemancar maupun sebagai penerima gelombang telekomunikasi dan informasi. Pada prinsipnya Tower BTS berfungsi untuk menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan yang menuju jaringan lain.

Tower juga dapat diartikan bangunan khusus yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk menempatkan peralatan komunikasi yang desain atau bentuk konstruksinya disesuaikan dengan keperluan penyelenggaraan telekomunikasi. Selanjutnya disebut BTS (Base Transceiver Station), adalah perangkat stasiun pemancar dan penerima telepon seluler untuk melayani suatu wilayah cakupan (cell coverage).

Untuk menunjang kelancaran operasional jaringan tersebut maka struktur bangunan ini harus tetap kokoh dan aman dalam jangka waktu tertentu. Investigasi tentang kondise kelayakan struktur menara sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi struktur tower secara keseluruhan.

 

JENIS JENIS TOWER

Untuk menbedakan satu dengan yang lainnya, tower juga dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan kriteria yang disebutkan sebagai berikut ini:

 

Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan penempatannya, tower jaringan telekomunikasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Rooftop : Tower yang berdiri di atas sebuah gedung.
  • Greenfield : Tower yang berdiri langsung di atas tanah.

 

Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, tower jaringan telekomunikasi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Tower Mono Pole (Pipe Tower)

Tower ini berbentuk Pole/Pipe. Tower jenis ini berupa tiang tunggal atau memiliki satu kaki. Material struktur tower ini biasanya berupa baja profil berbentuk pipa.

  1. Tower 3 Kaki (Triangle Tower)

Tower ini berbentuk segi tiga dengan tiga kaki. Material struktur tower ini bisa berupa baja profil berbentuk siku atau pipa.

  1. Tower 4 Kaki (Rectangular Tower)

Tower ini berbentuk segi empat dengan empat kaki. Tower jenis ini memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan kedua jenis tower lainnya. Materual struktur tower ini biasanya berupa baja profil berbentuk siku.

 

Berdasarkan Penggunaan Tower

Berdasarkan penggunaannya, tower jaringan telekomunikasi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Telekomunikasi Seluler

Menara telekomunikasi seluler berfungsi sebagai jaringan utama dan jaringan pelayanan pengguna untuk mendukung proses komunikasi termasuk peluasan jaringan (coverage area).

  1. Penyiaran (broadcasting)

Menara penyiaran digunakan untuk menempatkan peralatan yang berfungsi mengirim sinyal ke berbagai lokasi, yang meliputi pemancar televise dan pemancar radio

  1. Telekomunikasi Khusus

Menara telekomunikasi khusus berfungsi sebagai pelayanan komunikasi yang bersifat terbatas dan memungkinkan untuk dikendalikan secara sepihak oleh pihak tertentu, misal militer/pertahanan dan keamanan, polisi, dan pihak swasta.

 

Struktur Bangunan Tower

Dalam hal ini tower dibedakan menjadi 3 sesuai dengan fungsi ddan bentuknya

  1. Menara Mandiri (Self Supporting Tower)

Menara mandiri merupakan menara dengan struktur rangka baja yang berdiri sendiri dan kokoh, sehingga mampu menampung perangkat telekomunikasi dengan optimal. Menara ini dapat didirikan di atas bangunan dan di atas tanah. Menara jenis ini biasanya berbentuk menara berkaki 4 (Rectangular Tower) dan menara berkaki 3 (Triangle Tower).

Menara ini memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Komunikasi bergerak/seluler di darat (land mobile/celluler communication), mencakup komunikasi seluler dengan teknologi GSM, CDMA dan variannya.
  2. Komunikasi titik ke titik (point to potint communication);
  3. Penyiaran televise (UHF, VHF); dan
  4. Penyiaran radio (AM,FM).

2. Menara Teregan (Guyed Mast Tower)

Menara teregan merupakan menara dengan struktur rangka baja yang memiliki penampang lebih kecil dari menara mandiri dan berdiri dengan bantuan perkuatan kabel yang diangkurkan pada tanah dan di atas bangunan. Menara jenis ini biasanya berbentuk menara berkaki 4 (Rectangular Tower) dan menara berkaki 3 (Triangle Tower).

Menara ini memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Komunikasi bergerak/seluler di darat (land mobile/celluler communication), mencakup komunikasi seluler dengan teknologi GSM, CDMA dan variannya.
  2. Komunikasi titik ke titik (point to potint communication);
  3. Jaringan telekomunikasi nirkabel;
  4. Penyiaran televise (UHF, VHF); dan
  5. Penyiaran radio (AM,FM).

3. Menara Tunggal (Monopole Tower)

Menara tunggal merupakan menara yang hanya terdiri dari satu rangka batang/tiang yang didirikan atau ditancapkan langsung pada tanah dan tidak dapat didirikan di atas bangunan. Berdasarkan penampangnya, menara monopole terbagi menjadi menara berpenampang lingkaran (circular pole) dan menara berpenampang persegi (tapered pole).

Menara tunggal berfungsi untuk:

  1. Komunikasi bergerak/seluler di darat (land mobile/celluler communication), mencakup komunikasi seluler dengan teknologi GSM, CDMA dan variannya.
  2. Komunikasi titik ke titik (point to potint communication);
  3. Jaringan telekomunikasi nirkabel;
  4. Jaringa transmisi; dan komunikasi radio gelombang mikro.

 

Bagian-Bagian Tower

Didalam sebuah tower terdapat berbagai bagian yang memiliki berbagai jenis:

  1. Facepanel

Face  panel  adalah  sisi-sisi  pada  menara/tower  di  setiap  panel.  Tersusun  aatas Bracing,  Plan  bracing,  Redundan  dan Leg.  Adapun  bentuk  dari Face  panel  ada beberapa jenis antara lain:

  • X Face panel

X Face panel adalah sisi menara atau tower yang berbentuk  X dengan posisi Bracing menyilang menyerupai huruf X.

  • K Face panel

K Face panel adalah sisi menara atau tower yang berbentuk  K dengan posisi Bracing menyatu di bagian atas, menyerupai huruf K.

  • M dan W Face panel

M dan  W Face  panel  adalah  sisi menara  atau  tower  yang  berbentuk huruf M dan W.

  1. Plan Bracing

Plan  bracing  adalah  kerangka  di  dalam  menara/tower   yang  membentuk gugus sendiri.

  1. Hip Bracing

Hip Bracing adalah kerangka antara bracing dengan bracing.

  1. Nack

Nack adalah leher tower/menara,  merupakan perubahan bentuk leg menyudut ke lurus

  1. Bordes

Bordes adalah tempat peristirahatan  pada tangga

  1. Ring Mounting

Ring Mounting  adalah  tempat antena agar antena dapat terpasang  antena dalam jumlah banyak

  1. Base Plate

Base Plate adalah plat penghubung  antara leg menara dengan pedestal

  1. Pedestal

Pedestal   adalah   struktur   tegak   penghubung    antara   menara   dengan pondasi.

  1. Pondasi

Pondasi adalah bagian dari struktur bangunan bagian bawah yang berfungsi untuk meneruskan  beban bangunan ke tanah dasar.

Pondasi  pendukung  tower  atau  menara  terdiri  dari  beberapa  jenis  antara lain:

  • Pondasi Raft

Pondasi raft adalah plat beton yang berbentuk  rakit melebar ke seluruh bagian  dasar  bangunan,  jenis pondasi  ini biasanya  dipakai  pada  jenis tanah yang mempunyai daya dukung rendah.

  • Pondasi Bor pile

Bore pile adalah jenis pondasi dalam dengan material beton semen yang dibuat secara langsung di lokasi.

  • Pondasi Telapak

Pondasi telapak adalah jenis pondasi dangkal yang letaknya langsung di bawah kolom dengan menggunakan  struktur beton bertulang.

  1. Antenna

Antena  pada  tower  Telekomunikasi  yang  biasa  kita  jumpai  di  lapangan terdapat dua jenis, yaitu:

  • Antenna parabola (Microwave)

Antenna  ini disebut  juga dengan  antenna  parabola.  Antenna  parabola ini   memiliki    radiasi   gelombang    elektromagnetik   yang   menyempit sehingga bisa menjangkau  jarak yang jauh. Sehingga antenna parabola ini dipakai  untuk  menghubungkan antar  tower  seolah-olah  kabel  yang tak terlihat.  Antenna  ini ada di berbagai  macam  ukurannya,  dari yang paling  kecil 0.2m,  0.3m,  0.6m,  0.9m,  1.2m,  1.8m,  2.7m,  3.0m,  sampai yang terbesar berdiameter  3.7m bahkan 4.5m .

Makin besar antenna  makin sempit  radiasinya,  sehingga  semakin  jauh jangkauannya.  Istilah  telconya  adalah  makin  tinggi  Gainnya (Penguatannya). Tapi kalau memakai  antenna besar perlu diperhatikan ruang di tower apakah mencukupi dan juga kekuatan tower.

 

Dalam dunia telco, Antenna  yang bundar  ini atau antenna  parabola  ini dipakai oleh perangkata yang dinamai perangkat transmisi microwave (gelombang mikro).

  • Antenna sektoral yang berbentuk persegi panjang

Antenna  ini disebut  antenna  sektoral.  Karakteristik  antenna  ini memiliki radiasi yang lebih lebar yang berguna untuk menangkap sinyal dari handphone di sekitar tower.

 

DASAR HUKUM DAN PEDOMAN PEMERIKSAAN KELAIKAN BANGUNAN MENARA

Dalam pelaksanaan Kegiatan Pemeriksaan Kelaikan tower, tentunya memiliki pedoman- pedoman dan acuan yang dijadikan sebagai dasar dari seluruh konsep dan metode pelaksanaan. Dasar hukum tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi;
  2. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
  3. Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
  4. Undang-Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan;
  5. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
  6. Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil;
  7. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;
  1. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
  2. Undang-Undang   No.   1   Tahun   2011   tentang   Perumahan   dan   Kawasan Permukiman; Penyelenggaraan Telekomunikasi;
  1. Peraturan  Pemerintah  No.  36  Tahun  2005  tentang  Peraturan  Pelaksanaan  Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung;
  2. Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
  3. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
  4. Peraturan  Pemerintah  No.  26  Tahun  2008  tentang  Rencana  Tata  Ruang  Wilayah Nasional;
  1. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
  2. Peraturan  Pemerintah  No.  68  Tahun  2010  tentang  Bentuk  dan  Tata  Cara  Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang;
  1. Peraturan     Menteri     Komunikasi     dan     Informatika     Republik     Indonesia     No. 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi;
  2. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No.18 Tahun  2009, No.07/PRT/M/2009, No.19/PER/M.KOMINFO/03/2009, No.3/P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi.
  3. Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  16  Tahun  2021  tentang  Peraturan  Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

PENGERTIAN LAIK FUNGSI

Laik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau yang harus ada. Jadi bisa dikatakan kelaikan adalah keadaan yang  memenuhi  persyaratan  yang  ditentukan  atau  yang  harus  ada.  Sedangkan kelaikan  bangunan  adalah  keadaan  bangunan yang  harus  memenuhi  persyaratan yang telah ditentukan dalam hal ini ditentukan oleh pemerintah. Tingginya permintaan layanan telekomunikasi dan informasi yang diikuti dengan keberadaan fasilitas pendukung menara telekomunikasi dihadapkan pada masalah lokasi menara telekomunikasi yang berdampak negatif terhadap lingkungan, kualitas visual ruang, serta keamanan dan keselamatan akibat ketidakteraturan lokasi menara.

Dalam rangka penataan menara telekomunikasi, telah ditetapkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No.02/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi dan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, No.18

Tahun 2009, No.07/PRT/M/2009, No.19/PER/M.KOMINFO/03/2009, dan No.3/P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi. Muatan yang ada pada peraturan perundang-undangan tersebut menunjukkan bahwa lokasi pembangunan menara telekomunikasi wajib mengikuti rencana tata ruang untuk mencapai  efektifitas,  efisiensi,  dan  estetika  ruang.  Berkaitan  dengan  hal  tersebut, untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang) Dan Peraturan Pemerintah (PP)  Nomor  16 Tahun 2021 tentang  Peraturan  Pelaksanaan  Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

 

SKUP PEKERJAAN

Investigasi dan pengujian struktur tower yang dilakukan di lapangan meliputi:

  1. Pengamatanlangsung atau rapid visual screenin
  2. Ujikekuatan beton pedestal dengan Hammer Test.
  3. Eksiting struktur survey,measurement and material testing, dengan cara uji kemiringan yang terjadi (verticality), uji kekencangan baut (torsi), dan uji grounding kelistrikan.
  4. Monitoringkerusakan bangunan.
  5. Structural analysistower eksisting 
  6. Kesimpulandan rekomendasi.

 

PROSEDUR INVESTIGASI DAN ASSESSMENT

Bagian ini mencakup prosedur-prosedur penialaian, peralatan, penjelasan singkat dari obsevasi dan uji lapangan.

  1. Survei dan mengumpulkan data visual bangunan.
  2. Melakukan Uji Hammer Test.
  3. Melakukan Uji Kekencangan Baut.
  4. Melakukan Uji Vertikality/ kemiringan.
  5. Melakukan Uji Grounding pada kelistrikan area site.
  6. Melakukan RVS dari luar dan dalam area, mengambil foto.
  7. Melakukan analisis struktur untuk mengevaluasi kondisi eksisting bangunan masih aman atau tidak dengan software MS Tower.
  8. Membuat kesimpulan dan rekomendasi.

 

Berikut adalah alat alat yang dihunakan dalam pengujian lapangan antara lain

  1. Hammer Test Proceq

Pengujian  mutu  beton dengan cara memukul permukaan beton yang akan diuji. Dari aksi tersebut, akan memberikan nilai akibat pemukulan balik  dari piston yang disebut Rebound Value (R).

  1. Kunci Torsi Digital Krisbow

Untuk mengencangkan baut pada kekencangan atau tension/tegangan yang presisi.

  1. Digital Earth Grounding Tester Kyoritsu

Untuk mengukur nilai resistansi  dari  grounding, baik  grounding  instalasi listrik maupun grounding untuk penangkal petir.

  1. Kamera Digital

Untuk mengambil gambar

  1. Theodolite

Untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak.

  1. Meteran Laser, Meteran Roda/ Meteran Manual Krisbow

Untuk mengetahui dimensi panjang, lebar, tinggi.

 

RINGKASAN KESIMPULAN DAN SARAN

TUJUAN KEGIATAN

Semua  rangkaian  kegiatan  baik  berupa  kegiatan  pengecekan   fisik  di  lapangan, survei pengukuran kemiringan dan analisis struktur tower bertujuan untuk mengetahui kondisi  riil  struktur  tower  eksisting,  yang  pada  akhirnya  dari  semua  rangkaian kegiatan    tersebut    hasilnya    dipakai    sebagai    bahan    pertimbangan     dalam menerbutkan  “Sertifikat Laik Fungsi” dari bangunan tower tersebut.

WAKTU PELAKSANAAN

Pengecekan    fisik   serta   survei   di   lapangan   merupakan   salah   satu   kegiatan penunjang  pokok dalam menganalisa  konstruksi  rangka baja khususnya  Tower ke tahap selanjutnya, dengan demikian dalam pelaksanaan pengambilan data dilakukan sesuai  standar  prosedur  operasional  yang meliputi:  Personal,  Alat, Software  serta pendukung lainnya.

LOKASI MENARA

Lokasi  survei  dan  pengecekan  fisik  dilakukan  di  lokasi  Menara  dengan  identitas sebagai berikut:

Nama Site :         

Site ID :                

Alamat :                

Tinggi Tower :       

Tipe Tower   :

 

 

BAB LINGKUP PEKERJAAN

LINGKUP PEKERJAAN

Kegiatan pengecekan  struktur menara meliputi pekerjaan di lapangan dan pekerjaan di laboratorium.

KEGIATAN DI LAPANGAN

  1. Pengujian Hammer Test

Pengujian   Hammer   dilakukan   pada  elemen   struktur   pondasi   beton/tumpuan masing-masing kaki menara (tower) di bagian permukaannya. Metode pengujian dengan merujuk pada SNI 03-4430-1997.  Alat yang dipakai Hammer Test.

  1. Pengecekan  Kekencangan Baut/Torsi

Pengujian torsi dilakukan pada sebagian sambungan baut dengan beberapa tempat yang mewakili nilai kekencangan  torsi pada sambungan  baut.

  1. Pengukuran  Kemiringan/Verticaly

Pengujian  kemiringan/verticaly dilakukan  pada  sisi  struktur,  Alat  yang  dipakai adalah Theodolit Merek Topcon Type DT502 dengan diagonal Eye Peace

  1. Pengecekan Grounding

Pengecekan Grounding dilakukan pada beberapa bagian sistem pembumian, diantaranya disetiap kaki tower dan beberapa tempat sistem pembumiannya.

  1. Pengamatan Visual

Pengamatan  visual dilakukan  di lokasi site, kondisi lingkungan  site serta kondisi fisik tower.

 

KEGIATAN DI LABORATORIUM

Kegiatan di laboratorium  meliputi kegiatan analisis hasil survei dan Analisa  struktur tower.  Analisis  perhitungan   tower  pada  proyek  ini  menggunakan   software   MS Tower.

 

HASIL PEKERJAAN

PENGEUJIAN HAMMER TEST

Tujuan penyelidikan kuat tekan beton (Hammer Test) untuk memperoleh data kondisi kuat tekan beton dan kualitas beton pada struktur. Pengujian Hammer Test ini, merupakan salah satu jenis pengujian non destruktif pada permukaan struktur beton untuk mendeteksi kuat tekan material beton.

Menentukan kekencangan baut yang pas. Kegunaan Kunci torsi adalah sebuah alat yang  digunakan  untuk  mengencangkan  baut pada  kekencangan  atau tension/tegangan  yang  presisi.  Kekencangan  baut  yang  terpasang  diiukur  dalam satuan Newton meter (N.m) atau Kilogram meter (Kg.m) atau Foot pound (Ft.Lb). Dengan menggunakan kunci torsi, kita bisa mengencangkan baut dengan kekencangan yang kita mau dan kita perlu, tidak lebih dan tidak kurang.

Mengukur  kemiringan  vertical  maupun  horizontal  yang  terjadi.  Theodolite  atau theodolit adalah instrument / alat yang dirancang untuk menentukan tinggi tanah pengukuran sudut yaitu sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertical. Dimana sudut – sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan. Theodolit merupakan salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan sudut mendatar dan sudut tegak. Sudut yang dibaca bisa sampai pada satuan sekon (detik).

pengujian kekuatan beton menggunakan alat uji Hammer Test disajikan pada tabel berikut;

Bagian

Fc(Mpa)

 

Fc(Mpa)

K….

Kolom Padestal

 

>

 

Beton APCBD

 

>

 

 

 

PENGUJIAN TORSI/KEKENCANGAN BAUT

Uji Torsi

Nm

 

Nm

Plan Bracing

 

>

 

 

 

 

 

 

Lokasi Pengukuran

UJI TORSI BAUT

No

Ukuran Baut (mm)

 

MAX Moment Torsi (Nm)

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai torsi maksimal (Nm)

 

 

 

PENGUJIAN KEMIRINGAN/VERTICALITY

Kemiringan  maksimum  tower  dihitung  berdasar  rumus  H (mm)  / 200  mm. Dengan H adalah ketinggian tower dalam satuan millimeter.

Kemiringan maksimum tower adalah 40000 mm / 200mm = 200 mm.

Table pengukuran

no

Item

cm

1

 

 

Setelah mengisi table di atas anda dapat menyimpulkan bahwa tower tersebut memiliki kemiringan yang sesuai.

Elevasi

Kemiringan

Arah

Selisih

 

 

 

 

 

PENGUJIAN GROUNDING

Pengukuran  tahanan pembumian disajikan pada Tabel berikut:

No

Item Pembumian

Ohm

Standaed NEC

Keterangan

1

 

 

 

 

 

 

UJI NON DESTRUCTIVE SLF TOWER

 

No

Lokasi

Pengukuran

UJI GROUNDING

(ohm)

Rata-

Rata

STANDART NEC

 

KET

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 5 Ohm

 

 

 

NILAI RATA-RATA UJI GROUNDING

 

 

 

Panel ACPDB (Alternate Current Power Distribution Box)

Alternate Current Power Distribution Box adalah Kotak Distribusi yang Membagi Arus ke beberapa Peralatan Seperti Rectifire, Air Conditioner, Lampu Indoor, Lampu Outdoor, Socket Outlet. Alat ini harus di cek  agar tower bisa berfungsi sebagaimana semestinya

 

BTS (Base Transceiver Station)

BTS disebut juga stasiun pemancar adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator. Peralatan ini juga harus di cek agar tower dapat berfungsi sebagaimana semstinya.

Setelah melakukan berbagai pengujian yang telah dilakukan anda dapat menyimpulkan bahwa tower tersebut layak atau tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

CK_2023