Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo
Rubrik : Artikel
RAWAN GEMPA INDONESIA
2019-07-29 14:03:24 - by : admindpu

RAWAN
GEMPA INDONESIA


 


Gempa adalah salah satu
fenomena alam yang tidak dapat kita hindari atau tidak dapat dicegah.
Kemunculan peristiwa gempa sangatlah sulit untuk diprediksi secara akurat. Oleh
karena itu, hal ini menempatkan gempa sebagai salah satu bencana terbesar di
Indonesia karena resiko yang dapat ditimbulkan. Sebagaimana diketahui seluruh
wilayah Indonesia berada pada kawasan Cincin Api Pasifik, yaitu suatu kawasan
yang paling sering mengalami gempa. Oleh karena itu dapat dikatakan, Indonesia
selalu berhadapan dengan ancaman goncangan akibat pergerakan lempeng tektonik.
Goncangan ini setidaknya dapat terjadi hampir setiap hari dengan kekuatan
sekitar magnitudo 5 atau 6. Kekuatan yang lebih tinggi di atas magnitudo 7 juga
berpotensi muncul yang diprediksi setiap tahunnya dapat terjadi dua hingga tiga
kali. Resiko bahaya yang ditimbulkan sungguh luar biasa, baik berdasarkan
korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur dan terganggunya lingkungan hidup. 


 



Gambar 1 Peta Zonasi Gempa Indonesia


Sumber : www.google.com


 


Tsunami yang terjadi di Propinsi Nangroe Aceh
Darussalam pada 26 Desember 2004 diawali dengan gempa. Kekuatan gempa yang
terjadi berada di Samudra Hindia pada kedalaman sekitar 10 kilometer di dasar
laut. Wilayah sumber gempa berjarak sekitar 149 kilometer sebelah barat
Meulaboh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (namanya saat itu). Gempa yang
berlangsung selama kurang lebih 10 menit ini tercatat mempunyai magnitudo
sekitar 9,0. Setelah itu gelombang tsunami mulai memberikan dampaknya pada
wilayah Aceh dan sebagian di Sumatera Utara.
Kerusakan parah terjadi di wilayah
Aceh dengan kurang lebih sekitar 170.000 orang tewas. Semua bangunan hancur
yang berada di sekitar pantai dan ratusan orang kehilangan tempat tinggalnya.
Begitu pula dengan gempa yang mengguncang
D.I Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5.9 SR dengan pusat gempa
berada di 8.03 
LS dan 110,32 BT(update ke tiga) pada kedalaman 11,3 km
dan berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta
.
Gempa ini menimbulkan korban sebanyak 4.983 jiwa dengan korban luka mencapai 36.000
orang. Infrastruktur baik jalan, jaringan listrik, air mati tidak bisa digunakan.
Bangunan berupa rumah maupun fasilitas publik banyak yang rusak bahkan roboh.
Peristiwa gempa besar lainnya yang terjadi di Indonesia adalah gempa Lombok
yang terjadi pada 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA. Pusat gempa berada di 47 km
timur laut 
Kota MataramNusa Tenggara Barat dengan kedalaman
24 km dengan kekuatan 5.7 SR. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 20
orang dan 401 orang luka-luka.


 


Belum hilang kesedihan
akibat gempa yang melululantakkan KotaLombok, Nusa Tenggara Barat, 
gempa dahsyat kembali mengguncang wilayah Tanah Air, Jumat 28
September 2018. Gempa magnitudo 7,4 yang diikuti tsunami dahsyat membuat
sebagian wilayah Palu dan Donggala rata dengan tanah. Jumlah korban meninggal
gfempa itu mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar
1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang
mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berad di luar
Sulawesi. Dan mungkin masih banyak lagi peristiwa gempa yang terjadi di
Indonesia.


 



Gambar.2 Dampak yang ditimbulkan gempa di aceh


Sumber : www.google.com 


 


Dengan letak atau kondisi
wilayah Indonesia yang rawan gempa, seluruh stakeholder, baik pemerintah dan
masyarakat dituntut untuk selalu waspada dengan melakukan berbagai tindakan
pencegahan. Melalui “kesiapsiagaan” berbagai dampak atau resiko yang mungkin timbul
dapat diminimalkan. Untuk itu, semua informasi sumber gempa, penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk penanganan pencegahan, penelitian dan penyiapan
standar pedoman manual mitigasi bencana harus disebarkan ke seluruh masyarakat
Indonesia. Segala upaya untuk mengurangi resiko bahaya gempa perlu dilakukan
dengan tindakan pencegahan sebagai tindakan preventif penanggulangan bencana.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyusunan Buku Peta Sumber dan
Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional
Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Buku ini diharapkan dapat
menjadi rujukan, referensi, serta salah satu upaya mitigasi terhadap rawan
gempa di Indonesia.


 


Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 dapat diunduh pada tautan llink dibawah ini


https://drive.google.com/file/d/1rOxdOXKBvdAjS7BzuptKdNlP_2J6XJfm/view

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo : http://dpu.kulonprogokab.go.id
Versi Online : http://dpu.kulonprogokab.go.id/article/87/rawan-gempa-indonesia.html