RAWAN GEMPA INDONESIA

Senin, 29 Juli 2019 14:03:24 - Oleh : Bidang Perumahan dan permukiman

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017

Rupiah untuk sampah di Kulon Progo

Pedoman dan Skema Tata Cara Mengurus IMB Kabupaten Kulon Progo tahun 2019

PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA KALINTUNG, TEMON

PENYUSUNAN DATABASE KEGIATAN SANITASI DI KELURAHAN WATES

Ruang Belajar Komunal Ramah Anak Di Rusunawa Tuksono

RAWAN GEMPA INDONESIA

 

Gempa adalah salah satu fenomena alam yang tidak dapat kita hindari atau tidak dapat dicegah. Kemunculan peristiwa gempa sangatlah sulit untuk diprediksi secara akurat. Oleh karena itu, hal ini menempatkan gempa sebagai salah satu bencana terbesar di Indonesia karena resiko yang dapat ditimbulkan. Sebagaimana diketahui seluruh wilayah Indonesia berada pada kawasan Cincin Api Pasifik, yaitu suatu kawasan yang paling sering mengalami gempa. Oleh karena itu dapat dikatakan, Indonesia selalu berhadapan dengan ancaman goncangan akibat pergerakan lempeng tektonik. Goncangan ini setidaknya dapat terjadi hampir setiap hari dengan kekuatan sekitar magnitudo 5 atau 6. Kekuatan yang lebih tinggi di atas magnitudo 7 juga berpotensi muncul yang diprediksi setiap tahunnya dapat terjadi dua hingga tiga kali. Resiko bahaya yang ditimbulkan sungguh luar biasa, baik berdasarkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur dan terganggunya lingkungan hidup. 

 

Gambar 1 Peta Zonasi Gempa Indonesia

Sumber : www.google.com

 

Tsunami yang terjadi di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004 diawali dengan gempa. Kekuatan gempa yang terjadi berada di Samudra Hindia pada kedalaman sekitar 10 kilometer di dasar laut. Wilayah sumber gempa berjarak sekitar 149 kilometer sebelah barat Meulaboh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (namanya saat itu). Gempa yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit ini tercatat mempunyai magnitudo sekitar 9,0. Setelah itu gelombang tsunami mulai memberikan dampaknya pada wilayah Aceh dan sebagian di Sumatera Utara. Kerusakan parah terjadi di wilayah Aceh dengan kurang lebih sekitar 170.000 orang tewas. Semua bangunan hancur yang berada di sekitar pantai dan ratusan orang kehilangan tempat tinggalnya. Begitu pula dengan gempa yang mengguncang D.I Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5.9 SR dengan pusat gempa berada di 8.03 LS dan 110,32 BT(update ke tiga) pada kedalaman 11,3 km dan berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta. Gempa ini menimbulkan korban sebanyak 4.983 jiwa dengan korban luka mencapai 36.000 orang. Infrastruktur baik jalan, jaringan listrik, air mati tidak bisa digunakan. Bangunan berupa rumah maupun fasilitas publik banyak yang rusak bahkan roboh. Peristiwa gempa besar lainnya yang terjadi di Indonesia adalah gempa Lombok yang terjadi pada 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA. Pusat gempa berada di 47 km timur laut Kota MataramNusa Tenggara Barat dengan kedalaman 24 km dengan kekuatan 5.7 SR. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 20 orang dan 401 orang luka-luka.

 

Belum hilang kesedihan akibat gempa yang melululantakkan KotaLombok, Nusa Tenggara Barat, gempa dahsyat kembali mengguncang wilayah Tanah Air, Jumat 28 September 2018. Gempa magnitudo 7,4 yang diikuti tsunami dahsyat membuat sebagian wilayah Palu dan Donggala rata dengan tanah. Jumlah korban meninggal gfempa itu mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berad di luar Sulawesi. Dan mungkin masih banyak lagi peristiwa gempa yang terjadi di Indonesia.

 

Gambar.2 Dampak yang ditimbulkan gempa di aceh

Sumber : www.google.com 

 

Dengan letak atau kondisi wilayah Indonesia yang rawan gempa, seluruh stakeholder, baik pemerintah dan masyarakat dituntut untuk selalu waspada dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan. Melalui “kesiapsiagaan” berbagai dampak atau resiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Untuk itu, semua informasi sumber gempa, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk penanganan pencegahan, penelitian dan penyiapan standar pedoman manual mitigasi bencana harus disebarkan ke seluruh masyarakat Indonesia. Segala upaya untuk mengurangi resiko bahaya gempa perlu dilakukan dengan tindakan pencegahan sebagai tindakan preventif penanggulangan bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyusunan Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan, referensi, serta salah satu upaya mitigasi terhadap rawan gempa di Indonesia.

 

Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 dapat diunduh pada tautan llink dibawah ini

https://drive.google.com/file/d/1rOxdOXKBvdAjS7BzuptKdNlP_2J6XJfm/view

« Kembali | Kirim | Versi cetak