smart city bagian 2

Rabu, 22 Mei 2019 09:14:24 - Oleh : Bidang Perumahan dan Permukiman disarikan dari berbagai sumber

 

“SMART CITY : ALL WE NEED TO KNOW”

(disarikan dari berbagai sumber) – bagian 2

Bidang Perumahan dan Permukiman

 

Kota Cerdas (smart city) mempunyai 6 dimensi, yaitu Smart Government, Smart Economy, Smart Live, Smart Living, Smart People, dan Smart Mobility. Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya.

· Ekonomi pintar (inovasi dan persaingan), semakin tinggi inovasi-inovasi baru yang ditingkatkan maka akan menambah peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.

· Mobilitas pintar (transportasi dan infrastruktur), pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan di masa depan merupakan sebuah sistem pengelolaan terpadu dan diorientasikan untuk menjamin keberpihakan pada kepentingan publik.

· Masyarakat pintar (kreativitas dan modal sosial), pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi (economic capital), modal usaha (human capital), maupun modal sosial (social capital). Kemudahan akses modal dan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan kemampuan keterampilan mereka dalam mengembangkan usahanya. Modal sosial termasuk elemen-elemen seperti kepercayaan, gotong-royong, toleransi, penghargaan, saling memberi dan saling menerima serta kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti meningkatnya rasa tanggungjawab terhadap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat kejahatan.

·   Lingkungan pintar (keberlanjutan dan sumber daya), lingkungan pintar itu berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik lingkungan yang bersih tertata, RTH yang stabil merupakan contoh dari penerapan lingkungan pintar.

· Cerdas hidup (kualitas hidup dan kebudayaan), berbudaya berarti bahwa manusia memiliki kualitas hidup yang terukur (budaya). Kualitas hidup tersebut bersifat dinamis, dalam artian selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian budaya pada manusia, secara langsung maupun tidak langsung merupakan hasil dari pendidikan. Maka kualitas pendidikan yang baik adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau budaya yang berkualitas merupakan hasil dari pendidikan yang berkualitas.

· Pemerintahan yang cerdas (pemberdayaan dan partisipasi), kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan adalah Good Governance, yang merupakan paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai dan prinsip desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintahan yang bersih.

Terdapat 5 tema dasar dalam merencanakan atau menerapkan kota cerdas. Tentunya ke depan tidak hanya 5 tema, namun dapat lebih sesuai kebutuhan daerah. Kita memerlukan fondasi untuk sebuah kota cerdas, 5 tema berikut dapat dijadikan sebuah acuan untuk memulai.

·       Smart People

·       Smart Energy

·       Smart Economy

·       Smart Infrastructure

·       Smart Services

Setelah menentukan 5 tema dasar dalam kota cerdas, langkah selanjutnya adalah menentukan indikator cerdas dari setiap tema. Indikator ini akan menjadi target yang harus dicapai untuk mencapai istilah “cerdas” dalam sebuah tema. Kemudian diikuti dengan menyusun Masterplan Smart City dan peningkatan kualitas SDM bidang Teknologi Informasi.

Begitu pun dengan Kabupaten Kulon Progo, mulai tahun 2018 kemarin telah melakukan penyusunan masterplan Smart City 2018-2023 dan Quick Win program unggulan kabupaten Kulon Progo yang dilakukan oleh Kementerian KOMINFO. Sedang untuk penerapannya dimulai dengan ditandatanganinya MoU antara Bupati Kulon Progo dengan kepala OPD tentang pelaksanaan smart city. (sumber: https://kulonprogokab.go.id/v3/portal/web/view_berita/.../details_2

Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang pesat telah menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Teknologi informasi makin hari makin menjadi kunci dari pembangunan dengan pertukaran informasi dengan cepat, akurat, dan bisa diakses secara real time sehingga mendorong pemerintahan yang terbuka (open government). Potensi pengembangan wilayah Kabupaten Kulon Progo sejalan pembangunan Bandara Udara Yogyakarta International Airport yang sudah mulai beroperasi 2019 dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur tentu akan mempercepat dinamika perkotaan yang membutuhkan teknologi untuk memudahkan layanan dan aktivitas masyarakat. Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan publik dan pembangunan di kabupaten juga dapat dimulai dari berbagai layanan untuk meningkatkan kemudahan dan transparansi layanan yang diberikan kepada masyarakat. Komponen utama penerapan teknologi dalam smart city merupakan gabungan dari ketersediaan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan budaya (culture). Berbagai perangkat hukum telah diterbitkan untuk meligitimasi penerapan teknologi informasi dalam pemerintahan (e government), melalui : Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penerapan smart city tidak hanya diidentikkan dengan teknologi yang berarti banyak aplikasi, cctv dan wifi. Kebutuhan utama layanan masyarakat kota tentu berbeda dengan wilayah kabupaten yang masih didominasi kawasan perdesaan. Pengembangan smart city di Kabupaten Kulon Progo juga harus diarahkan pada pengembangan potensi wilayah dan ekonomi masyarakat, misalnya: branding berbagai produk lokal dalam mewujudkan Bela dan Beli Kulon Progo, pengembangan layanan pariwisata, pemasaran produk UMKM, dan penangangan kesejahteraan sosial masyarakat. Tahapan pengembangan smart city yang telah dilakukan berupa penerapan sistem informasi untuk validitas data dan efisiensi pekerjaan dengan adanya integrasi tahapan perencanaan, penganggaran dan monev berupa aplikasi RencanaKU, SIMDA Keuangan, MonevKU, SAKIPKU, Sistem Penanggulangan Kemiskinan (Sinangkis), Kinerja Dalam Genggaman (android) dan eSurat. Untuk pengembangan layanan telah diaplikasi, antara lain: IzinKU, DPMPT Online (android), Sistem Informasi ASN (Simasneg), Pendaftaran Online pasien, BumilKU, dan SIM Obat. Selanjutnya berbagai aplikasi dikembangkan Smart Economy, Smart Social, dan Smart Environment dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat. (https://itkulonprogo.ddns.web.id/smartcity)

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak